Minggu, Maret 8, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliAkibat 'Sentolop' Codet Tegak Sembarangan...

Akibat ‘Sentolop’ Codet Tegak Sembarangan…

Energi Juang News, Jakarta– Di era yang semuanya serba digital, manusia makin kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Ada yang memakainya untuk bisnis, pendidikan, bahkan mengembangkan hobi. Tapi ada juga yang… ya begitulah, memakai kecanggihan hidup modern untuk hal-hal yang membuat penegak hukum mengelus dada, tetangga melongo, dan netizen pun menghela napas panjang. Dunia maya seharusnya memudahkan hidup, bukan memudahkan masalah. Namun, faktanya justru banyak orang yang memanfaatkannya secara aneh, lucu, dan kadang bikin kita bertanya-tanya: “Ini otaknya letaknya di mana, ya pada?”

Nah, di sinilah cerita unik sekaligus kocak dari Sin yong (nama samaran) ibu muda 25 tahun asal Tangerang dan Codet (nama samaran) driver online pemula. Kenapa alasan namanya Sin yong? Karena gusinya sedikit nyelonong..hehehe. Di zaman aplikasi pertemanan tumbuh lebih cepat daripada jamur panunya Codet di musim hujan, orang-orang yang ingin mencari teman selingkuh tinggal geser-geser layar, lalu datanglah sesosok “calon sparring partner” dari dunia maya. Tapi Sin yong berbeda. Ia tidak memilih jalur umum yang sudah dianggap modern. Ia justru memilih jalur yang lebih instan, praktis, dan menurutnya… lebih klik.

Saat orang lain mencari pasangan selingkuh seperti sedang belanja online nyortir umur, geser foto, baca bio lucu-lucu Sin yong pun memilih jalur ojek online alias online driver. Bagaimana caranya? Begini, inilah saat kita mulai membedah modus operandi perselingkuhan versi Sin yong, yang aneh tapi orisinal, kocak tapi tetap gatel seperti panunya Codet.

Sin yong cukup membuka aplikasi transportasi online. Ia tidak mencari tumpangan, ia mencari “tontonan”. Calon driver yang muncul di layar menjadi seperti katalog hidup. Jika drivernya kakek-kakek yang tampak baru bangun tidur, tinggal cancel. Jika drivernya tampan, segar, dan vibes-nya muda-muda gen Z langsung order. Layaknya memilih semangka di pasar induk: ketuk dulu, lihat dulu, cocok, sikaaat!!.

Di sinilah muncul analogi unik. Aplikasi ojek online itu bagi Sin yong seperti mesin capit hadiah di arcade. Bedanya, yang dicapit bukan boneka. Dan tentu saja, ini bukan permainan yang aman.

Setelah mendapatkan driver incaran sebut saja Codet yang sudah lama sentolopnya nganggur ketemu Sin yong yang sedang menjalankan modus operandi perselingkuhan dengan sangat percaya diri. Di dalam mobil, obrolan mengalir seperti acara podcast tanpa skrip. Gocek sono sini layaknya nonton Mesi, mulai dari cerita anak, kerjaan, sampai hal-hal yang membuat AC mobil mendadak terasa tidak cukup dingin.

Sin yong awalnya memesan ke mall. Namun, ketika chemistry dirasa cukup kencang, ia melakukan plot twist layaknya film thriller: “Mas, belok ke hotel aja, ya.” Gampang ditebak, setelah memesan kamar adegan tak pantas antara Dua Insan “Korban teknolokhi” (kata Pak Wapres).

Sungguh, jika ini diibaratkan film, maka bagian ini adalah adegan di mana penonton tepuk jidat sambil berkata, “Ya ampun, Bu…”

Yang menambah penonton tepuk jidat, karena adegan film Dua Insan”Korban Tekhnolokhi” berulang ulang.

Sin yong dan Codet menjalankan hubungan gelap selama dua bulan. Jika hubungan resmi butuh proses, hubungan ilegal seperti ini justru berkembang dengan kecepatan cahaya. Dua bulan cukup untuk menciptakan “ikatan”, lengkap dengan risiko hukum, sosial, dan moral.

Namun, tidak ada kejahatan “sempurna”. Bahkan maling sandal pun pernah dikagetkan pemiliknya mendadak nongol dari musala. Dan di kasus Sin yong, sosok pengguncang cerita itu adalah Tengil teman suaminya.

Ketika Sin yong dan Codet sedang check in di hotel, Tengil kebetulan lewat. Entah kebetulan atau takdir sedang iseng hari itu, pokoknya dia melihat mereka. Ia pun langsung melapor ke suami Sin yong. Setelah itu, segala drama pun dimulai.

Codet mengantar Sin yong pulang, tapi di depan rumah sudah berdiri sang suami, lengkap dengan Tengil dan temannya sebagai saksi visual. Sin yong dan Codet diinterogasi seperti acara investigasi kriminal yang ratingnya tinggi di TV rusak. Dua-duanya mengaku. Jujur memang bagus, tapi dalam kasus ini, jujur justru jadi bumerang yang memantul balik lebih keras.

Yang bikin suaminya syok: ternyata Sin yong sudah sering “ajeb-ajeb” mainin setolop Codet, tapi tentu kita tidak perlu membahas detail itu. Cukup tahu bahwa perbuatannya masuk kategori pelanggaran moral, hukum agama, hingga perangkat rumah tangga Sin yong.

Akhirnya kasus dibawa ke Pengadilan Agama. Hasil sidang: Sin yong dijatuhi talak tiga. Semua gara-gara, meminjam istilah Sin yong sendiri, “Akibat Sentolop tegak sembarangan.”

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments