Minggu, Juli 19, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaKuyang Terbang di Langit Kalimantan, Cahaya Merah Muncul dari Balik Hutan

Kuyang Terbang di Langit Kalimantan, Cahaya Merah Muncul dari Balik Hutan

Energi Juang News, Kutai- Malam di sebuah kampung di Kutai Kalimantan selalu memiliki cara sendiri untuk membuat seseorang merasa tidak sendirian. Ketika suara kendaraan menghilang dan rumah-rumah mulai mematikan lampu, hutan di sekitar permukiman justru terasa semakin hidup. Dari balik pepohonan terdengar suara burung malam, ranting patah, dan sesekali suara kepakan yang tidak diketahui asalnya. Warga biasanya memilih menutup pintu rapat-rapat, terutama ketika langit benar-benar gelap dan tidak ada cahaya bulan.

Di tengah berbagai cerita rakyat dan mitos yang diwariskan turun-temurun, ada satu sosok yang namanya selalu membuat warga berbicara lebih pelan. Sosok itu dikenal sebagai Kuyang. Dalam folklor masyarakat Kalimantan, Kuyang dipercaya sebagai manusia yang pada siang hari dapat hidup seperti warga biasa. Ia berbaur, berbicara, dan menjalani kehidupan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Namun, ketika malam datang, kisah tentang sosok tersebut berubah menjadi jauh lebih mengerikan. Dalam cerita yang berkembang, Kuyang dipercaya mampu melepaskan kepala dari tubuhnya dan terbang menembus kegelapan. Organ-organ dalam seperti jantung, hati, dan usus disebut ikut menjuntai di bawah kepala. “Kalau orang tua dulu cerita, jangan keluar malam kalau melihat cahaya merah terbang,” ujar seorang warga bernama Pak Usman. “Katanya itu bukan lampu biasa.”

Konon, penampakan makhluk tersebut sering dikaitkan dengan cahaya merah atau cahaya kecil yang bergerak di antara pepohonan. Dari kejauhan, cahaya itu terlihat seperti bara api yang melayang. Kadang bergerak cepat, kadang berhenti di udara. “Saya pernah lihat cahaya merah di belakang rumah,” kata seorang warga. “Awalnya saya kira orang membawa senter. Tapi cahaya itu naik ke atas, lalu bergerak ke arah hutan.”

Baca juga :  Sisa Tragedi Coban Talun: Tempat Arwah Penasaran Jasad Anggota PKI Yang Dibantai

Cerita semakin mencekam karena sosok tersebut dipercaya memiliki dua taring di sisi kanan dan kiri mulutnya. Dalam legenda, ia dikaitkan dengan ilmu hitam dan keinginan memperoleh kehidupan panjang. Korbannya sering disebut sebagai ibu hamil, perempuan yang baru melahirkan, atau bayi yang masih sangat kecil. Karena itulah, di beberapa daerah, keluarga dengan ibu hamil atau bayi baru lahir biasanya lebih berhati-hati ketika malam tiba.

“Kalau ada bayi kecil, pintu dan jendela harus ditutup,” ujar seorang ibu kepada tetangganya. “Bukan berarti kita harus percaya semua cerita, tapi pesan orang tua dulu jangan dianggap sepele.” Sebagian warga juga percaya bahwa makhluk tersebut dapat menyamarkan diri agar tidak dicurigai. Dalam cerita rakyat, ia bahkan disebut mampu berubah menjadi kucing atau burung sebelum kembali ke wujud aslinya.

Hal yang membuat legenda ini semakin sulit dilupakan adalah keyakinan bahwa sosok tersebut dapat hidup di tengah masyarakat tanpa diketahui identitasnya. Pada siang hari, ia bisa saja terlihat seperti perempuan biasa. Ia mungkin menyapa tetangga, berbelanja, atau berjalan melewati jalan kampung. Tidak ada yang berbeda. Namun, ketika malam turun, cerita rakyat menggambarkan tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi menyerupai manusia.

“Makanya dulu orang tua bilang, jangan mudah menuduh orang,” kata Pak Usman. “Kita tidak pernah tahu cerita sebenarnya.” Kalimat itu menjadi salah satu pesan penting dalam kisah Kuyang. Di satu sisi, legenda ini memang menakutkan. Namun di sisi lain, cerita tersebut juga menunjukkan bagaimana masyarakat tradisional menggunakan kisah misteri untuk menjelaskan ketakutan, bahaya malam, dan hal-hal yang belum dapat mereka pahami.

Hingga kini, penampakan Kuyang masih menjadi perdebatan. Ada yang mengaku pernah melihat cahaya aneh di langit malam, ada pula yang meyakini suara dari hutan sebagai tanda kehadiran makhluk tersebut. Sementara itu, sebagian lainnya menganggap cerita tersebut sebagai folklor yang berkembang dari generasi ke generasi. Tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan keberadaan makhluk dengan kepala terbang dan organ tubuh yang menjuntai.

Baca juga :  Wewe Gombel Penculik Anak yang Bergentayangan di Waktu Maghrib

Namun, bagi masyarakat Kalimantan, kisah Kuyang tetap memiliki tempat tersendiri dalam warisan budaya. Setiap kali malam turun dan sebuah cahaya merah terlihat bergerak di kejauhan, sebagian warga mungkin akan memilih memalingkan wajah dan segera masuk ke rumah. Sebab dalam gelapnya hutan, selalu ada cerita yang tidak pernah benar-benar mati. Dan menurut legenda yang diwariskan turun-temurun, bisa saja sesuatu sedang terbang di atas pepohonan—mencari rumah berikutnya untuk didatangi.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments