Energi Juang News, Gelsenkirchen- Lubang besar di tembok bawah tanah Bank Sparkasse Gelsenkirchen jadi saksi bisu kejahatan spektakuler yang membuat publik Jerman gempar. Di balik dinding yang jebol, ribuan kotak penyimpanan nasabah lenyap tanpa jejak. Polisi kini memburu komplotan pencuri yang kabarnya beraksi saat libur panjang Natal.
Perampokan Terencana di Tengah Liburan
Menurut polisi, aksi perampokan diduga terjadi di antara 24 hingga 29 Desember 2025, saat hampir seluruh bisnis di Jerman tutup untuk libur Natal. Para pelaku diketahui mengebor dinding menuju ruang brankas menggunakan alat industri berukuran besar melalui area parkir bawah tanah.
Ketika alarm pemadam kebakaran berbunyi pada Senin (29/12), petugas menemukan lubang besar di tembok bank. Investigasi menunjukkan lebih dari 95 persen dari total 3.250 kotak penyimpanan aman (safe deposit box) telah dibobol. Pihak bank memperkirakan nilai total kehilangan mencapai 30 juta euro atau sekitar Rp 590 miliar (kurs 1 euro = Rp 19.690).
Aksi Kabur Mirip Film Hollywood
Saksi mata menyebut beberapa pria terlihat menenteng tas besar dari area parkir pada malam hari. Polisi menduga para pelaku kabur menggunakan mobil sport Audi RS6 yang terekam CCTV meninggalkan garasi bank pada Senin pagi. Menariknya, mobil itu memakai pelat nomor curian dari kota Hanover.
“Pencurian ini dilakukan dengan sangat profesional,” kata juru bicara polisi, dikutip dari AFP, Rabu (31/12). “Banyak pengetahuan teknis dan energi kriminal terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaannya.”
Aksi ini bahkan disamakan dengan film “Ocean’s Eleven” oleh media setempat karena tingkat presisinya yang luar biasa.
Nasabah Gelisah, Bank Turunkan Tim Khusus
Setelah berita perampokan merebak, nasabah berbondong-bondong mendatangi kantor cabang untuk memastikan isi kotak mereka. Beberapa di antaranya menggelar aksi protes di depan bank karena belum mendapat kepastian.
Namun juru bicara polisi menegaskan, “Area masih dalam penyelidikan dan publik belum diizinkan masuk.”
Pihak bank, melalui pernyataan resminya, berjanji menanggung penuh proses klaim asuransi. “Kami mendukung nasabah kami dan berharap para pelaku segera tertangkap,” ujar Frank Krallmann, juru bicara pers Sparkasse.
Bank juga telah membuka saluran telepon khusus dan menjanjikan pemberitahuan tertulis kepada nasabah yang terdampak secepatnya.
Redaksi Energi Juang News



