Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaNot & MusikGod Bless, Raksasa Musik Yang Terberkati Hingga Tetap Berkarya di Usia 50...

God Bless, Raksasa Musik Yang Terberkati Hingga Tetap Berkarya di Usia 50 Tahun

EnergiJuangNews,Jakarta-Nama grup bergenre rock God Bless tidak hanya tertulis dalam sejarah musik rock Indonesia, tapi juga terpahat dalam hati jutaan penggemar lintas generasi. Berdiri resmi pada 5 Mei 1973, band asal Jakarta ini menjadi tonggak penting lahirnya musik rock tanah air yang berkualitas, keras, namun tetap berisi.

Grup God Bless terbentuk ketika Ahmad “Iyek” Albar pulang dari Belanda dengan mimpi besar: membentuk band rock profesional di Indonesia. Bersama Fuad Hassan, Donny Fattah, dan Ludwig Lemans, band Crazy Wheels lahir, sebagai cikal bakal lahirnya nama God Bless usai konser ikonik di Taman Ismail Marzuki dan panggung “Summer ’28” ala Woodstock di Ragunan.

Masuknya Jockie Surjoprajogo di awal 1973 memperkuat formasi, sebelum tragedi kecelakaan lalu lintas merenggut Fuad dan Soman Lubis. Di tengah duka, semangat tidak padam. Jockie mengajak Ian Antono dan Teddy Sujaya bergabung. Lahir formasi legendaris . Formasi inilah yang kelak mengubah wajah musik Indonesia.

Berkarya dan dan selalu konsisten menelorkan album album spektakuler dijamannya, membuat Godbless menjadi band yang cukup diperhitungkan.

Tak banyak band lokal yang mendapat kehormatan membuka konser Deep Purple di Jakarta pada 1975. Namun God Bless melakukannya dan inilah bukti kualitas mereka. Dimana di tahun yang sama, album perdana bertajuk “God Bless” resmi dirilis, menandai transisi dari band peng-cover ke band dengan materi orisinal.

Banyak yang menyebutnya sebagai album rock Indonesia terbaik sepanjang masa penuh idealisme, musikalitas tinggi, dan keberanian melawan arus pop pasar. Pada waktu itu sangat tersasa warna musik dangdut dan akses penjualan yang hanya mengandalkan kaset dan keterbatasan media elektronik seperti TV tak seperti sekarang banyak platform media sosial yang bisa diakses semua orang.

Baca juga :  Ikon Abadi yang Mengubah Wajah Musik Modern

Kemudian mereka merilis album berjudul Semut Hitam, dimana album ini menjadi album God Bless paling laris secara komersial, dan sukses membawa pengaruh hard rock dan heavy metal ke telinga anak muda Indonesia.

Ada salah satu bukti God Bless tak pernah puas berevolusi, memasukkan musisi muda kedalam formasi yang bertujuan bisa menjadikan God Bless selalu melahirkan karya yang adaptif.

Gitaris muda Eet Sjahranie sempat memperkuat God Bless lewat album “Raksasa” (1989), menyuntikkan energi baru sebelum akhirnya memilih fokus ke bandnya, Edane.Tahun 1997 hingga awal 2000-an menjadi periode penuh dinamika hingga reuni, bongkar pasang personel, hingga kasus narkoba yang menjerat Ahmad Albar di 2007. Namun seperti phoenix, God Bless selalu bangkit. Album “36th” (2009) menjadi bukti mereka belum habis.Konser besar seperti Kick Andy Metro TV (2009), Java Jazz (2012), dan konser empat dekade (2014 & 2015) menjadi momentum keemasan baru. Dukungan fans, yang tergabung dalam God Bless Community Indonesia, menjadi bahan bakar semangat dari tahun ke tahun.

Dan sekarang formasi terakhir yang aktif terdiri dari Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Fajar Satritama (drum), dan Abadi Soesman (kibor). Meski usia tak muda lagi, mereka tetap eksis, tampil di berbagai panggung dan menjaga warisan musik rock Indonesia tetap menyala.

God Bless juga masuk dalam daftar “The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa” versi Rolling Stone Indonesia penghargaan yang pantas untuk band yang telah mengalami 15 kali pergantian formasi dalam lima dekade God Bless bukan sekadar band rock. Namun sudah menjadi simbul legenda musik tanah air.

Mereka adalah simbol perjuangan seni, idealisme, dan perlawanan terhadap arus musik mainstream. Mereka hadir bukan hanya untuk menghibur, tapi menggugah, menginspirasi, dan menjadi tonggak sejarah musik Indonesia. Dari TIM ke Java Jazz, dari Cermin ke Semut Hitam, God Bless tetap abadi di hati penggemar rock sejati.

Baca juga :  Europe Rayakan 40 Tahun "The Final Countdown"

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments