Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaOrderan Terakhir di Perbatasan Cirebon

Orderan Terakhir di Perbatasan Cirebon

Energi Juang News, Cirebon– Ragam kejadian mistis kerap dianggap tak masuk akal oleh siapa pun yang belum mengalaminya sendiri. Begitulah pengakuan seorang pengendara ojek online asal Cirebon yang memilih merahasiakan identitasnya. Malam itu, ia hanya berniat mencari rezeki tambahan seperti biasa, menyusuri jalanan kota dengan jaket hijau yang mulai lusuh. Tak ada firasat buruk, tak ada tanda aneh, hingga sebuah pesanan masuk dan mengubah malam biasa menjadi pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan.

Sekitar pukul 23.10 WIB, ponselnya berbunyi menandakan orderan makanan siap saji. Lokasi restoran masih berada di area kota, tak jauh dari tempat ia mangkal. “Saya nggak mikir aneh-aneh, namanya juga kerja,” ujarnya. Pesanan segera ia ambil sesuai aplikasi. Namun titik pengantaran tercatat berada di wilayah perbatasan antara Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, area yang memang jarang ia lewati pada malam hari.

Tanpa rasa curiga, ia melaju mengikuti petunjuk peta digital. Sepuluh menit pertama perjalanan terasa normal. Namun perlahan suasana berubah. Jalanan semakin sempit, lampu penerangan menghilang satu per satu. Pohon bambu menjulang rapat di kiri dan kanan, diselingi pepohonan besar yang membuat jalan terasa seperti terowongan gelap. “Biasanya kalau perumahan nggak kayak gini,” gumamnya dalam hati sambil menurunkan kecepatan motor.

Kecurigaan memuncak ketika aspal jalan tiba-tiba menghilang, berganti tanah merah dan rumput liar. Ia menghentikan motor. “Ini bukan jalan perumahan,” katanya pelan. Aplikasi menunjukkan jarak tinggal tiga menit lagi, tetapi di sekelilingnya tak tampak satu pun rumah. Hanya kebun bambu gelap gulita dan suara jangkrik yang saling bersahutan, seolah menertawakan kebingungannya.

Dengan tangan sedikit gemetar, ia mencoba menghubungi pemesan. Tak lama, panggilan diangkat oleh seorang perempuan. “Iya, Mas, lurus saja. Sudah benar kok,” ujar suara itu dengan nada lembut dan tenang. “Ini perumahan, kan?” tanyanya memastikan. “Iya,” jawab perempuan tersebut singkat. Meski terdengar normal, ada sesuatu yang membuat dadanya sesak. Suara itu terlalu halus, nyaris tak bernapas.

Baca juga :  Misteri Kampung Mati di Ponorogo Terungkap Melalui Kisah Mistis Dusun Sembulan

Setelah sambungan terputus, bulu kuduknya berdiri. “Perasaan saya nggak enak banget,” akunya. Ia memutuskan turun dari motor dan melangkah beberapa meter, berharap menemukan tanda kehidupan. Namun yang ia lihat hanya kegelapan dan batang-batang bambu yang bergoyang pelan. Akhirnya ia berbisik, “Maaf, saya pulang.” Ia pun berbalik menuju motornya dengan langkah cepat.

Setibanya di motor, ia berniat kembali ke arah Kota Cirebon dan menganggap pesanan itu fiktif. Namun saat kunci diputar, motor tak mau menyala. Sekali, dua kali, berkali-kali. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Di tengah kepanikan itu, terdengar suara tawa perempuan, lirih namun jelas, entah dari arah mana. “Hehehe…” Suara itu membuat lututnya lemas. “Astaghfirullah…” gumamnya sambil terus menekan starter.

Akhirnya motor menyala. Ia langsung memutar arah tanpa menoleh ke belakang. Namun suara tawa itu masih terdengar, mengikuti laju motornya. Semakin cepat ia melaju, semakin jauh suara itu menggema, seolah datang dari seluruh kebun bambu. Baru ketika roda motor menyentuh kembali aspal jalan besar, suara itu mendadak hilang, seakan terputus oleh batas tak kasat mata.

Keesokan harinya, pengendara itu menceritakan pengalamannya kepada warga sekitar tempat ia biasa mangkal. Seorang tukang kopi malam berkata, “Daerah sana memang sering kejadian aneh. Sudah banyak yang nyasar.” Warga lain menimpali, “Kalau malam suka ada yang pesan, tapi nggak kelihatan orangnya.” Mendengar itu, tubuhnya kembali merinding. Ia sadar, apa yang dialaminya bukan sekadar kesalahan peta.

Horor Ojol Cirebon Malam Hari menjadi pengalaman pertama dan terakhir baginya yang benar-benar menguji nyali. Hingga kini, ia mengaku selalu menolak orderan yang mengarah ke perbatasan saat malam tiba. Baginya, rezeki tak sebanding dengan risiko bertemu hal-hal yang tak bisa dijelaskan logika. Di balik ramainya jalanan kota, masih ada sudut gelap yang menyimpan misteri, menunggu siapa saja yang lengah untuk tersesat dan tak pernah ingin kembali.

Baca juga :  Embung Toblopo dan Pengakuan Menikah Dengan Kuntilanak

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments