Energi Juang News, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia dalam satu seremoni di BBPPKS Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Ia menyampaikan, “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini, hari Senin, 12 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan 166 sekolah rakyat di seluruh Indonesia,” dalam acara pada Senin (12/1/2026).
Peresmian berlangsung secara simbolis melalui penekanan bel dan dihadiri sejumlah menteri seperti Mensos Saifullah Yusuf, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Mendikdasmen Abdul Muti, serta dua siswa yang mewakili sekolah rakyat. Pemerintah memusatkan acara di Banjarbaru sekaligus menandai beroperasinya jaringan sekolah rakyat di berbagai wilayah.
Sebaran dan Target Sekolah
Sekolah rakyat rintisan telah dibuka di 166 lokasi secara bertahap sejak Juli hingga September tahun ajaran 2025/2026. Lokasi tersebut meliputi 35 titik di Sumatera, 70 titik di Jawa, tujuh titik di Bali dan Nusa Tenggara, 13 titik di Kalimantan, 28 titik di Sulawesi, tujuh titik di Maluku, dan enam titik di Papua.
Sebanyak 15.945 siswa sudah menempuh pendidikan selama satu semester di sekolah rakyat pada semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Pemerintah menargetkan jumlah sekolah rakyat bertambah hingga 500 unit, dengan kapasitas maksimum sekitar 1.000 siswa di setiap sekolah.
Momen Haru Prabowo
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku sangat tersentuh saat meresmikan 166 sekolah rakyat tersebut. Saya sangat terkesima, saya sangat terharu, bahkan, mudah-mudahan kamera nggak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga. Sama dengan Mensos,” ujarnya menggambarkan suasana batinnya.
Prabowo menyampaikan rasa bangga dan bahagia ketika melihat para siswa sekolah rakyat yang hadir dalam acara. Ia mengingat kembali keputusan berani pemerintah untuk menghadirkan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi tertinggal yang sebelumnya minim harapan pendidikan.
Visi untuk Siswa Kurang Mampu
Prabowo menekankan bahwa gagasan sekolah rakyat lahir dari keprihatinan terhadap keterbatasan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Ia mengajak para menteri dan jajaran terkait mengambil langkah yang dianggap tidak lazim, yaitu membangun sekolah berasrama dengan standar terbaik untuk mereka yang selama ini tertinggal.
“Kita tergerak, teringat, kenapa kita teringat? Bayangkan, bayangkan kalau waktu itu, kita, saya, dan menteri-menteri, tidak ambil sikap yang berani, ‘Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim kita bikin sekolah yang terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan. Mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal’,” kata Prabowo. Program sekolah rakyat diharapkan membuka jalan mobilitas sosial dan memberi kesempatan belajar lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah.
Redaksi Energi Juang News



