
EnergiJuangNews,- Politik lelaki memanjakan sentolop grngan macem-macem cara, contoh si Mongol (28, bukan nama sebenarnya), anak muda di Surabaya ini. Dia rajin menenami tetangga sesama kontrakan ngobrol sampai larut malam, ternyata itu hanya modus mengincar istrinya, Cici (26 bukan nama sebenarnya).
Meskipun bersahabat akrab dan hidup bertetangga, jika urusan sentolop orang suka jadi lupa akan segalanya. Perbedaan air susu dan air tuba menjadi tipis. Air susu mestinya dibalas air susu, justru mau dibalas dengan air tuba; sebagaimana kata pepatah lama. Tentu saja yang empunya susu tidak mau dong…
Kelakuan Mongol dari Surabaya ini lebih agresip lagi. Dia memang tidak membalas dengan air tuba, tapi justru pengin nyusu bini tetangga kontrakan yang selama ini berbuat baik padanya. Mongol anak muda asal Banyuwangi ini jadi mirip-mirip Urubisma adipati Blambangan (Minakjingga) ketika jatuh cinta pada Ratu Kencana Wungu raja Majapahit.
Sebetulnya Mongol juga sudah punya istri, tapi tak kurang dari sebulan istrinya pulang kampung sembari mengajak anak satu-satunya yang masih balita. Akibatnya dia menjadi kesepian setiap malam. Bayangkan, ibarat sepeda motor bisa seminggu dua kali “ngetap olie”, kini sudah 4 minggu mesin dua tak-nya nganggur tak terurus. Kepala benar-benar jadi cekot-cekot, karena bingung mencari solusinya.
Untung ada Karyo (35, bukan nama sebenarnya) tetangga sebelah di rumah petak, yang sama-sama hobi main gaple. Setiap malam Mongol membunuh rasa sepinya dengan main gaple bersama Karyo. Hobi ini bisa sampai pukul 24:00. Untuk cagak lek, Cici istri Karyo tak pernah lupa memberikan minuman kopi segelas. Kata orang dengan minum kopi bisa membebaskan dari rasa kantuk. Padahal yang paling pasti, rasa kantuk akan hilang ketika kopi panas itu diguyurkan ke kepala. Dijamin langsung tidak ngantuk.
Yang membuat Mongol suka gagal fokus dengan gaplenya, Cici bini Karyo mondar mandir ini cukup cantik, bodinya seksi pula. Asal dia keluar membawa dua gelas kopi dengan daster tipis kuning kembang-kembang, otak Mongol mendadak jadi ngeres, sementara ukuran celana jadi berubah mendadak sesak. “Bini Karyo ini memang enak digoyang dan perlu servisku nih,” kata batin Mongol sambil memainkan kartu dominonya.
Beberapa hari lalu Mongol-Karyo tak menggelar Formula G (gaple), karena rekan mainnya ada tugas luar kota dari kantornya. Mendadak otak nakal dan jahatnya bekerja karena dibisiki setan melakukan tindakan konyol. “Mumpung suaminya keluar kota, ada kesempatan nyari yang sempi, solusinya ya sikat saja bininya Bleh.” Kata setan mulai mengompori. Tapi hati nurani menahannya, “Jangan Bleh, nggak baik itu. Jangan berkhianat sama tetangga.”
Dorongan setan dan peringatan hati nurani yang sama kuatnya, sehingga mereka pun voting seperti kampret lawan kecebong. Hasilnya, Mongol lebih patuh pada rekomendasi setan, sehingga dia tetap berusaha menyatroni Cici di tengah malam itu. Dengan pura-pura mau numpang kencing karena kamar mandi di rumah terkunci, bini Karyo yang bersiap tidur dengan pakaian sangat minim membukakan pintu.
Tapi saat tuan rumah jalan di depan, Cici langsung disergap dari belakang dan Mongol berusaha mendorong Cici kedalam. Dengan cara Mongol membuat Cici tentu saja kaget dam meronta, tapi langsung dibanting ke ranjang sambil merayu untuk diberi servis memuaskan ala parkir Vale. Cici tak kuasa melawan keganasan Mongol malam itu,dan akhirnya menyerah. Namun disatu kesempatan dan langsung menggigit pipi Mongol sambil menjerit minta tolong. Warga pun berdatangan, gercep Mongol yang mencoba kabur berhasil ditangkap dan dihajar ramai-ramai sampai babak belur tanpa sempat naikin celana, dan baru diserahkan ke Polsek Keputih.
Dihadapan Polisi dia mengakui sudah lama mengincar bini tetangga sebelah rumah. Pemicunya adalah ketika istri pulang kampung, sehingga ketika ketagihan, Cici mau dijadikan sasaran mumpung suaminya keluar kota.
Enak betul, puasanya dari istri kok tetangga mau dibuat bukanya.
Redaksi Energi Juang News



