Energi Juang News, Washington DC — Amerika Serikat mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perang ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, di tengah meningkatnya tensi dengan Iran. Langkah ini diambil meski Presiden Donald Trump berharap tidak ada serangan baru terhadap Teheran (23/1/2026).
Dua pejabat pertahanan AS yang dikutip Reuters menyebut pengerahan kapal dan aset militer itu berangkat dari kawasan Asia-Pasifik pekan lalu. Migrasi besar-besaran armada militer ini disebut sebagai respons terhadap situasi pasca-penindakan terhadap demonstran di Iran.
Pentagon Pertimbangkan Tambahan Sistem Pertahanan
Salah satu pejabat AS mengatakan bahwa Washington juga tengah menimbang penempatan sistem pertahanan udara tambahan di kawasan tersebut untuk memperkuat posisi militernya.
Langkah ini bukan hal baru. AS kerap mengerahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah setiap kali ketegangan kawasan meningkat. Namun para pengamat menilai, penguatan kali ini membawa makna strategis yang lebih tajam.
Baca juga : AS Akan Serang Iran, Perang Baru Mau Meletus
Bayangan Serangan Nuklir Tahun Lalu
Tahun lalu, militer AS melakukan pengerahan besar menjelang serangan udara ke fasilitas nuklir Iran pada Juni. Saat itu, Trump menyebut operasi tersebut bagian dari strategi rahasia menekan ambisi nuklir Teheran.
Setelah demonstrasi di Iran baru-baru ini, Trump sempat kembali melontarkan ancaman terhadap pemerintah Iran. Namun, setelah aksi protes mereda, nada retoriknya pun ikut menurun.
Trump Sebut Ingin Hindari Konflik
Saat berbicara di Davos, Swiss, pada Rabu (21/1), Trump menegaskan dirinya berharap tidak ada lagi aksi militer terhadap Iran. Meski begitu, ia menegaskan bahwa Amerika tidak akan diam bila Tehran melanjutkan program nuklirnya.
“Mereka tidak boleh menjalankan program nuklir. Jika mereka melakukannya, itu akan terjadi lagi,” ucap Trump.
Redaksi Energi Juang News



