Energi Juang News, Washington DC— Amerika Serikat memastikan jalur diplomasi dengan Iran tetap berjalan meskipun ketegangan kembali meningkat setelah jet tempur F-35C milik Angkatan Laut AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab, Selasa (3/2) waktu setempat.
AS Pastikan Perundingan Tetap Sesuai Jadwal
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa “perundingan dengan pihak Iran hingga saat ini masih dijadwalkan berlangsung pekan ini,” ujarnya kepada wartawan di Washington, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/2/2026).
Leavitt menjelaskan bahwa utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, masih memimpin persiapan diplomatik di bawah arahan Presiden Donald Trump. “Presiden selalu menempatkan diplomasi sebagai prioritas utama, meski keberhasilan tetap bergantung pada komitmen kedua pihak,” katanya.
Baca juga : Tiga Negara Upayakan Pertemuan AS-Iran
Rencana Pertemuan di Tengah Ketegangan
Sumber yang dekat dengan proses tersebut menyebut bahwa pertemuan antara Witkoff dan pejabat Iran kemungkinan digelar di Istanbul pada Jumat (6/2). Namun, menurut laporan Reuters yang mengutip sumber regional, Iran mengusulkan perubahan lokasi ke Oman. Hingga kini, AS belum memberikan tanggapan mengenai usulan itu.
Washington Tegaskan Semua Opsi Terbuka
Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Leavitt menegaskan bahwa Trump tetap membuka semua kemungkinan, termasuk opsi militer. “Presiden selalu memiliki berbagai pilihan, dan penggunaan kekuatan militer tidak dikecualikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Iran “lebih memahami konsekuensi itu daripada siapa pun,” merujuk pada serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu.
Ketegangan Menguat di Laut Arab
Insiden penembakan drone ini mempertegas meningkatnya eskalasi militer kedua negara di kawasan Timur Tengah. USS Abraham Lincoln diketahui beroperasi dekat perairan Iran dalam misi pengawasan rutin. Militer AS menyebut drone tersebut “terbang terlalu dekat secara agresif” dan berpotensi mengancam keamanan kapal dan personel di atasnya.
Redaksi Energi Juang News



