Energi Juang News, Solo- Pertandingan antara Persijap Jepara melawan Persis Solo pada pekan ke-24 BRI Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (5/3/2026), diwarnai keributan.
Keributan itu dipicu aksi saling ejek antar suporter. Hal itu berlanjut dengan saling melempar botol dan petasan pada menit-menit akhir pertandingan.
Ketegangan sudah mulai terasa sejak babak pertama, suporter Persis Solo memprotes panitia pelaksana (panpel) karena tidak mendapatkan tempat duduk meski telah membeli tiket. Akibatnya, para pendukung tim tamu terpaksa berdiri dan berdesakan selama pertandingan berlangsung.
Situasi semakin memanas pada menit ke-85 babak kedua ketika terdengar letupan petasan dari sudut kanan tribune VIP stadion yang ditempati suporter Persis Solo. Insiden tersebut memicu emosi kedua kelompok suporter.
Pendukung tim tamu kemudian mendorong pagar pembatas sambil melontarkan ejekan ke arah suporter tuan rumah. Aksi saling lempar petasan pun terjadi selama beberapa menit. Kelompok suporter Banaspati yang berada di sudut Tribune Selatan turut menjadi sasaran.
Ketegangan di dalam stadion kembali meningkat saat seorang suporter Persijap melempar botol ke arah pendukung Persis Solo. Beruntung, situasi di dalam stadion akhirnya dapat dikendalikan oleh aparat keamanan.
Namun, kericuhan kembali terjadi di luar stadion. Saat petugas keamanan berupaya mengawal suporter Persis Solo menuju area parkir menggunakan truk, rombongan tersebut diduga diserang oleh oknum suporter Persijap. Bentrokan pun tak terhindarkan dan kedua kelompok suporter saling melempar batu.
Akibat insiden tersebut, sejumlah suporter dari kedua kubu dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan dari tim medis.
Sementara itu, pertandingan sendiri berakhir imbang tanpa gol. Persis gagal memaksimalkan keunggulan pemain setelah Persijap harus bermain dengan 10 orang.
Situasi itu terjadi setelah bek Persijap Jose Luis Espinosa alias Tiri menerima kartu merah dari wasit pada menit ke-78. Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengakui pertandingan berjalan sulit bagi timnya.
“Ini pertandingan yang sulit. Kami tidak bermain seperti biasanya, tetapi yang terpenting kami tetap mendapatkan satu poin,” ujar Lemos setelah pertandingan.
Menurutnya, hasil imbang tersebut tetap penting bagi Persijap dalam persaingan papan bawah klasemen.
“Persis Solo tetap berada di bawah kami. Sekarang kami memiliki 20 poin, sama dengan Madura United (peringkat ke-14). Yang penting kami terus mengumpulkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen,” ujarnya.
Lemos juga mengungkapkan kondisi beberapa pemain Persijap belum sepenuhnya fit. Salah satunya Diogo Brito yang tetap dimainkan meski kondisi fisiknya belum maksimal.
Redaksi Energi Juang News



