Senin, April 13, 2026
spot_img
BerandaDaerahAntrean Neraka Gilimanuk: 17 Pemudik Tumbang

Antrean Neraka Gilimanuk: 17 Pemudik Tumbang

Energi Juang News, Bali- Kemacetan panjang yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, memicu sejumlah insiden kesehatan di kalangan pemudik. Antrean kendaraan yang mengular hingga puluhan kilometer membuat perjalanan menuju kapal penyeberangan menjadi ujian berat bagi para pelintas.

Antrean Panjang Picu Kelelahan Massal

Kemacetan parah sepanjang 32 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (15/3/2026) menyebabkan 17 pemudik jatuh pingsan. Mereka diduga kelelahan setelah menunggu hingga 14 jam tanpa kepastian waktu keberangkatan.

Sebagian besar korban merupakan pengendara sepeda motor. Mereka harus bertahan di tengah debu jalanan serta terik matahari di jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Tim medis dari Dokkes Polres Jembrana langsung memberikan pertolongan pertama di sejumlah titik kemacetan.

Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, memastikan petugas telah menangani para korban yang mengalami gangguan kesehatan serius hingga Minggu sore.

“Semua sudah ditangani dan seluruhnya karena kelelahan. Total ada 17 orang yang kami evakuasi medis,” ujar Adi, dilansir detikBali, Senin (16/3/2026).

Paparan Panas Ekstrem Jadi Pemicu

Mayoritas pemudik yang tumbang mengalami heat syncope. Kondisi ini menyebabkan pusing atau pingsan mendadak akibat suhu panas tinggi. Paparan panas memicu pelebaran pembuluh darah dan menurunkan aliran darah ke otak secara cepat.

“Enam belas orang yang mengalami heat syncope sudah kami tangani dan dinyatakan bisa melanjutkan perjalanan. Sementara satu orang lainnya mengalami vulnus laceratum atau luka robek,” jelas Adi.

Petugas medis segera menjahit luka korban yang mengalami robekan serta memberikan obat sesuai kebutuhan medis. Setelah mendapat perawatan, korban diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Bayi Ikut Dievakuasi dari Kepungan Macet

Dampak kemacetan tidak hanya dirasakan orang dewasa. Seorang bayi juga harus dievakuasi oleh personel Polres Jembrana pada Sabtu (14/3/2026) malam. Bayi tersebut dibawa bersama orang tuanya menuju Pos Pelayanan Cargo setelah menunjukkan gejala gangguan kesehatan.

Kondisi ini memperlihatkan betapa panjangnya antrean kendaraan dapat memicu risiko kesehatan serius selama arus mudik. Situasi di jalur penyeberangan pun menjadi perhatian petugas yang terus bersiaga untuk memastikan keselamatan pemudik.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments