Energi Juang News, Jakarta- Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyiapkan pengamanan besar-besaran dalam agenda pertandingan sepak bola internasional yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 27 Maret 2026.
Pengamanan Gabungan Disiagakan di Dalam dan Luar Stadion
Sebanyak 1.300 personel gabungan diturunkan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan FIFA Series 2026. Aparat berasal dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta petugas steward di dalam stadion.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menjelaskan pengamanan difokuskan pada dua pertandingan internasional, yaitu Solomon melawan Bulgaria pada pukul 15.30 WIB dan laga Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts & Nevis pukul 20.00 WIB.
“Kekuatan personel terdiri dari 1.134 Polri, 70 TNI, dan 96 Pemda, serta didukung 703 steward di dalam stadion,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Jumat.
Baca juga : Debut Herdman! Indonesia vs Saint Kitts FIFA Series
Petugas juga menjaga area sekitar stadion, jalur akses kedatangan dan kepulangan penonton, hingga lokasi penginapan pemain serta ofisial. Langkah ini diambil agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Antisipasi Kerawanan dan Imbauan untuk Suporter
Aparat telah menyiapkan skenario pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan. Kerawanan yang diprediksi antara lain kepadatan massa, penggunaan tiket tidak sah, hingga potensi gangguan dari oknum suporter.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dan suporter untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan nyaman,” kata dia.
Koordinasi lintas instansi juga diperkuat guna meminimalkan risiko gangguan selama pertandingan berlangsung.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Selain pengamanan, Polda Metro Jaya akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Gelora Bung Karno. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan melihat kondisi di lapangan, terutama saat arus kedatangan dan kepulangan penonton meningkat.
Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan diimbau menghindari kawasan tersebut untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas serta memastikan seluruh agenda berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Redaksi Energi Juang News



