Jumat, Mei 15, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisHarga Emas Antam Stabil di Rp 2,839 Juta per Gram

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,839 Juta per Gram

Energi Juang News, Jakarta- Pergerakan harga logam mulia masih menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis, 14 Mei 2026. Nilai jual emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk. tercatat bertahan setelah sempat mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, pasar emas global juga bergerak fluktuatif akibat tekanan inflasi Amerika Serikat yang memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Harga Emas Antam Bertahan

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp 2.839.000 per gram. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya, berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia.

Sepanjang pekan ini, harga emas Antam bergerak naik turun. Pada 12 Mei 2026, harga sempat mencapai Rp 2.859.000 per gram. Nilai itu kemudian turun Rp 20 ribu sehari setelahnya. Sebelumnya, pada 11 Mei 2026, harga emas tercatat Rp 2.819.000 per gram.

Adapun harga buyback atau pembelian kembali emas batangan Antam pada Kamis dipatok Rp 2.656.000 per gram.

Harga tertinggi emas Antam sepanjang masa tercatat Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2025. Sementara rekor tertinggi selama Mei 2026 berada di level Rp 2.859.000 per gram yang terjadi pada 12 Mei lalu.

Emas Dunia Masih Berfluktuasi

Di pasar global, harga emas diperdagangkan di kisaran US$ 4.700 per ons pada Kamis. Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia sempat menyentuh US$ 4.765 per ons pada 12 Mei 2026.

Mengutip Trading Economics, tekanan inflasi di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang memicu pelemahan harga emas dunia. Kondisi itu memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Inflasi AS Tekan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Data terbaru menunjukkan inflasi grosir di Amerika Serikat meningkat lebih cepat pada April 2026. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2022.

Baca juga :  Bersiap, Pedagang E-Commerce Akan Dipajaki

Lonjakan biaya perdagangan serta kenaikan harga energi global akibat konflik dengan Iran ikut mendorong inflasi. Sebelumnya, inflasi konsumen AS juga dilaporkan naik menjadi 3,8 persen, tertinggi sejak Mei 2023.

Situasi itu membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026 dinilai semakin terbuka.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments