Selasa, Mei 19, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisSaham BBCA Diburu Asing, Laba BCA Sesuai Ekspektasi

Saham BBCA Diburu Asing, Laba BCA Sesuai Ekspektasi

Energi Juang News, Jakarta- Pergerakan saham perbankan kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada awal pekan ini. Salah satu emiten yang mencuri perhatian yakni PT Bank Central Asia Tbk setelah investor asing ramai melakukan aksi beli di tengah publikasi kinerja terbarunya.

Pada perdagangan Senin (18/5/2026), saham PT Bank Central Asia Tbk atau Bank Central Asia (BBCA) ditutup naik 0,4% ke level Rp 6.125 per saham. Kenaikan itu terjadi bersamaan dengan masuknya dana asing ke saham BBCA setelah sebelumnya cukup lama dibayangi aksi jual investor global.

Investor Asing Masuk ke Saham BBCA

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) saham BBCA sebesar Rp 107,1 miliar di pasar reguler. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dibanding saham lain pada perdagangan hari itu.

Minat investor muncul setelah BCA merilis perkembangan kinerja hingga April 2026. Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas, laba bersih bank only BBCA pada April 2026 mencapai Rp 4,8 triliun. Angka itu tumbuh 6% secara tahunan, meski turun 29% dibanding bulan sebelumnya.

Secara akumulatif, laba bersih bank only BBCA selama Januari-April 2026 mencapai Rp 20,8 triliun atau naik 3% year on year (yoy).

Stockbit Sekuritas menilai capaian tersebut masih sesuai ekspektasi pasar. Realisasi laba itu setara 34% dari estimasi konsensus laba konsolidasi sepanjang 2026.

Pendapatan Nonbunga Jadi Penopang

Kinerja BBCA pada empat bulan pertama tahun ini ditopang pertumbuhan pendapatan nonbunga atau non-interest income yang naik 8% yoy. Tren tersebut melanjutkan capaian positif pada kuartal I-2026.

Di sisi lain, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tercatat cenderung stagnan. Net interest margin (NIM) turun menjadi 5,2% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,7%. Penurunan itu dipengaruhi melemahnya asset yield.

Baca juga :  Gus Falah: Optimalisasi Sumur Idle, PHR Selaras Dengan Kebijakan Negara

Sementara itu, pertumbuhan kredit BBCA hingga April 2026 tercatat sebesar 5% yoy. Angka tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan kredit manajemen tahun ini yang dipatok sekitar 8-10%.

BBCA juga mencatat pembalikan provisi pada April 2026. Kondisi itu membuat beban provisi selama empat bulan pertama 2026 turun 16% yoy setelah sebelumnya sempat naik pada kuartal pertama.

Cost of credit (CoC) bank only BBCA turun menjadi 0,3% dari sebelumnya 0,4%. Posisi tersebut bahkan lebih rendah dibanding panduan manajemen tahun 2026 yang berada di kisaran 0,4-0,5%.

MNC Sekuritas Tetap Rekomendasikan Beli

MNC Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA. Meski demikian, perusahaan sekuritas itu memangkas target harga saham BBCA menjadi Rp 8.700 dari sebelumnya Rp 10.500 per saham.

Dengan harga penutupan saat ini, saham BBCA dinilai masih memiliki potensi kenaikan sekitar 42%.

Target harga tersebut mencerminkan estimasi valuasi price to book value (PBV) 2026 sebesar 3,4 kali dan 2027 sebesar 3 kali. Penyesuaian dilakukan seiring revisi cost of equity (CoE) menjadi 7,5%.

MNC Sekuritas menilai pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP), efisiensi operasional yang terus membaik, serta modal yang kuat akan menjaga ketahanan laba BBCA di tengah tekanan terhadap margin bunga bersih.

Meski begitu, risiko tetap datang dari kemungkinan perlambatan pertumbuhan kredit dan memburuknya kondisi ekonomi makro.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments