Energi Juang News, Jakarta- Sebuah truk pengangkut alat berat tersangkut di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan. Hingga kini, truk itu belum bisa dievakuasi.
Proses evakuasi akan dilakukan menunggu jam masuk kantor agar tidak menghambat lalu lintas.
“Kita juga sudah koordinasi dengan Bina Marga dan saya lagi upaya supaya masyarakat masuk kantor sekitar jam 9 kita coba survei, kita akan coba untuk evakuasi,” kata Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados saat dihubungi, Selasa (14/7/2026).
Roby mengatakan truk yang mengangkut alat berat itu nyangkut di JPO pada pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Proses evakuasi memerlukan crane.
“Karena melibatkan JPO, kita harus mendatangkan crane. Saat ini masih padat, jadi belum bisa dievakuasi masih fokusnya pengaturan lalu lintas dan menunggu dinas terkait,” imbuhnya.
Kecelakaan itu berdampak pada kemacetan arus lalu lintas. Petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas pada pukul 08.30 WIB untuk persiapan proses evakuasi. Nantinya, kendaraan dari Jalan Warung Buncit, Jalan Gatot Subroto, ataupun Kuningan yang akan mengarah ke Blok M akan dikurangi.
“Masyarakat yang mau ke arah Senopati bisa memilih jalur lain kita alihkan ke Warung Buncit, dari Warung Buncit kita persilakan belok kiri. Arus lalu lintas dari Gatot Subroto dikurangi agar mengurangi kepadatan,” kata dia.
“Yang dari Jalan Kapten Tendean kita kurangi untuk naik ke layangnya sehingga masyarakat yang dari Kapten Tendean mau ke arah Blok M kami arahkan Jalan Mampang Prapatan Raya sampai Warung Buncit nanti putar balik di U-turn terdekat terus belok kiri ke Tendean kembali,” imbuhnya.
Kecelakaan itu terjadi tengah malam tadi pukul 00.30 WIB. Truk dengan nomor polisi B-9077-UFU ini awalnya melintas di area Jalan Kapten Tendean. Kecelakaan itu diduga berawal saat sopir yang bermain handphone (HP) saat menyetir.
“Sopir kendaraan towing alat berat tidak memperhitungkan maksimal ketinggian muatan,” bunyi keterangan BPBD Jakarta saat dihubungi, Selasa (14/7/2026).
Saat tiba di lokasi, sopir truk sempat melihat adanya JPO. Namun, karena diduga bermain ponsel saat mengemudi, sopir tidak memperhitungkan tinggi muatan yang dibawa hingga akhirnya tersangkut di JPO.”Pengemudi melihat ada JPO namun tanpa disadari pengemudi dalam kondisi fokus pada handphone,” tulis BPBD Jakarta
“Akibatnya dikarenakan tidak memperhitungkan maksimal ketinggian muatan unit yang sedang diangkut menyangkut bagian JPO yang mengakibatkan kondisi JPO rusak cukup parah,” kata BPBD.
Redaksi Energi Juang News



