Energi Juang News, Jakarta- Seorang pria yang mendaki di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, diamankan petugas gabungan setelah diduga mengintimidasi sejumlah pendaki. Insiden tersebut sempat memicu keresahan, namun seluruh korban berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka serius.
Pria Bawa Senapan Angin di Gunung Dempo Diamankan
Pria berinisial R itu diamankan oleh tim gabungan setelah dilaporkan mendaki sambil membawa senapan angin. Informasi tersebut diterima Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) dari para pendaki yang berada di lokasi.
Ketua Brigade, Dian Saputra, mengatakan pihaknya bersama Basarnas, BNPB, dan TNI langsung melakukan pendakian untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah melakukan penyisiran, tim berhasil menemukan dan mengamankan R pada Senin (27/7/2026) siang beserta senapan angin yang dibawanya.
“Ya, berhasil kami amankan beserta senapan anginnya. Saat ini yang bersangkutan sudah diserahkan kepada keluarganya,” kata Dian, dikutip Rabu (29/7/2026).
Diduga Alami Gangguan Kejiwaan
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, R merupakan warga Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Menurut keterangan keluarga, pria tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan dan sejak kecil diyakini selalu diikuti “puyang” atau leluhur.
Dian menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, senapan angin yang dibawa R tidak dapat digunakan karena tidak memiliki tekanan angin.
“Menurut keluarganya, sejak kecil memang sudah diikuti puyang atau leluhur. Senapan angin itu juga tidak bisa digunakan karena tidak ada anginnya,” ujarnya.
Enam Pendaki Diduga Menjadi Korban Ancaman
Sebelum diamankan, R diduga mengancam enam pendaki yang berada di kawasan puncak Gunung Dempo. Para korban disebut dipukul, dipaksa berendam di air, serta diminta melepaskan pakaian mereka.
Meski demikian, keenam pendaki berhasil melarikan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka berat dalam kejadian tersebut.
“Semalam ada enam pendaki yang dipukuli, disuruh berendam dan melepaskan pakaian. Namun mereka berhasil menyelamatkan diri. Berkat kesigapan tim, alhamdulillah tidak ada korban,” kata Dian.
Redaksi Energi Juang News




