Jumat, Juli 31, 2026
spot_img
BerandaDaerahMahasiswi Undana Depresi, Kampus Selidiki Dugaan Kendala Ujian Skripsi

Mahasiswi Undana Depresi, Kampus Selidiki Dugaan Kendala Ujian Skripsi

Energi Juang News, Jakarta – Seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mengalami gangguan psikologis menjelang pelaksanaan ujian skripsi. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kondisinya tersebar luas di media sosial.

Pihak fakultas menyatakan telah mengambil langkah awal dengan melakukan koordinasi internal dan menelusuri penyebab insiden tersebut. Kampus juga memastikan proses klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait sedang berlangsung.

Mahasiswi Undana Depresi Setelah Persoalan Ujian Skripsi

Mahasiswi Undana depresi menjadi sorotan setelah beredarnya video berdurasi 31 detik yang memperlihatkan Jessica Sofia Tunardjo tergeletak di lantai sambil menangis histeris. Dalam rekaman itu, beberapa orang tampak berusaha menenangkan Jessica, tetapi kondisinya belum juga mereda.

Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, Jessica disebut mengalami tekanan setelah dosen pengujinya, Serlie KA Litik, menghubunginya dan meminta pergantian dosen penguji ketika jadwal ujian hasil skripsi sudah semakin dekat.

Narasi yang sama juga menyebut Jessica telah mengalami pembatalan ujian proposal sebanyak 12 kali. Pembatalan tersebut dikaitkan dengan dosen yang sama. Pengunggah berharap persoalan itu mendapat perhatian agar tidak dialami mahasiswa lain.

Fakultas Undana Lakukan Koordinasi dan Klarifikasi

Dekan FKM Undana, Apris Adu, membenarkan adanya peristiwa yang menimpa mahasiswi tersebut. Setelah video viral, pimpinan fakultas segera menggelar rapat koordinasi dan mengecek kondisi Jessica di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang.

“Pada saat kami mendapatkan informasi, kami langsung melakukan rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan untuk mengecek informasi ini,” ujar Apris.

Menurutnya, hasil rapat memutuskan agar persoalan tersebut segera ditangani. Fakultas mulai meminta keterangan dari dosen pembimbing maupun dosen penguji untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kejadian tersebut.

Baca juga :  Kebijakan Dedi Mulyadi Ini Disebut Bertentangan Dengan Konvensi PBB

Dosen Penguji Belum Dimintai Keterangan

Apris menjelaskan proses klarifikasi terhadap dosen penguji belum dapat dilakukan karena yang bersangkutan sedang mengalami kedukaan.

“Namun, dosen penguji tersebut masih ada kedukaan, sehingga kami jadwalkan besok ini kami sudah bisa dapatkan hal-hal yang berkaitan tersebut,” kata Apris.

Pihak fakultas menyatakan akan melanjutkan proses pemeriksaan setelah seluruh pihak yang terkait dapat dimintai keterangan. Hasil klarifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyelesaian persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments