Jumat, Agustus 14, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPete Hegseth Didesak Dipecat soal Kapal USS Lincoln

Pete Hegseth Didesak Dipecat soal Kapal USS Lincoln

Energi Juang News, Jakarta- Desakan terhadap Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menguat setelah muncul laporan mengenai kondisi sulit di kapal induk USS Abraham Lincoln. Sejumlah anggota Kongres juga meminta penyelidikan atas penugasan panjang kapal tersebut di tengah perang melawan Iran.

Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer bahkan meminta Hegseth segera dicopot dari jabatannya. Senator Partai Demokrat itu menilai sang menteri tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya.

“Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten,” kata Schumer melalui unggahan di platform X, dikutip Anadolu Agency, Jumat (14/8/2026).

“Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat,” lanjutnya.

Kondisi Pelaut di USS Abraham Lincoln

Desakan tersebut muncul setelah sejumlah laporan mengungkap kondisi sulit yang dialami para pelaut USS Abraham Lincoln.

Ketegangan disebut meningkat setelah para awak berbulan-bulan berada di laut. Penugasan mereka juga beberapa kali diperpanjang di tengah operasi militer AS dalam perang melawan Iran.

Sedikitnya dua pelaut dilaporkan mencoba bunuh diri dengan melompat ke laut. Upaya tersebut berhasil dicegah. Sementara itu, seorang pelaut lainnya sempat jatuh ke laut dan berhasil diselamatkan.

Para awak juga menghadapi sejumlah persoalan lain. Masalah itu mencakup kekurangan kebutuhan dasar, persoalan sanitasi, gangguan pengiriman surat, hingga penjatahan makanan.

Hegseth membantah laporan tersebut. Ia menyebut gambaran mengenai kondisi di atas kapal induk telah “sepenuhnya disalahartikan.”

Namun, sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat tetap mendesak penyelidikan. Mereka menyoroti berbagai laporan terkait kondisi para personel selama penugasan yang disebut memecahkan rekor.

Penugasan USS Abraham Lincoln Pecahkan Rekor

Senator Richard Blumenthal meminta Angkatan Laut AS memberikan penjelasan mengenai kondisi di USS Abraham Lincoln. Permintaan itu disampaikan melalui surat kepada Hegseth pada Rabu (12/8) waktu setempat.

Baca juga :  Indonesia Kutuk Serangan Israel Terhadap UNIFIL Di Lebanon

Blumenthal menyebut kapal tersebut telah bertugas lebih dari 250 hari. Kapal juga tercatat berada di laut selama lebih dari 200 hari tanpa berlabuh.

“Telah ditugaskan lebih dari 250 hari tanpa berlabuh selama lebih dari 200 hari, memecahkan rekor hari berturut-turut di laut,” tulis Blumenthal dalam surat tersebut.

Ia juga menyoroti laporan mengenai kekurangan pasokan kebutuhan dasar dan kontaminasi air. Selain itu, terdapat persoalan pipa, kesehatan mental, keselamatan dek, serta masalah lainnya.

USS Abraham Lincoln berangkat dari San Diego, California, pada 21 November 2025. Kapal tersebut awalnya bertugas di Laut China Selatan sebelum dialihkan ke Timur Tengah.

Pengalihan itu berlangsung sebelum serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Dalam dua pertemuan terbaru, sejumlah keluarga awak kapal juga menyampaikan keluhan kepada pimpinan Angkatan Laut AS. Mereka mempersoalkan kondisi yang dihadapi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas USS Abraham Lincoln.

Keluarga para personel, antara lain, mempertanyakan kekurangan makanan serta kapan anggota keluarga mereka dapat kembali ke rumah.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments