Selasa, Agustus 25, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisBatas Harga Saham Rp50 Dihapus, Bagaimana Nasib GOTO?

Batas Harga Saham Rp50 Dihapus, Bagaimana Nasib GOTO?

Energi Juang News, Jakarta— Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan perubahan batas harga saham terendah dari Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan ini menjadi perhatian karena saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih bertahan di level Rp50 sejak pertengahan Mei 2026.

GOTO Masih Tertahan di Harga Rp50

Selama ini, saham GOTO tidak dapat membentuk harga di bawah Rp50 karena batas minimum perdagangan di bursa. Kondisi tersebut membatasi ruang pergerakan harga, terutama ketika tekanan jual lebih besar dibandingkan permintaan.

Namun, harga Rp50 bukan berarti seluruh saham yang ditawarkan investor sudah terserap pasar. Jika batas minimum diturunkan, GOTO akan memiliki ruang untuk membentuk harga baru sesuai mekanisme penawaran dan permintaan.

BEI telah menyiapkan dua tahap uji coba perubahan batas harga bersama anggota bursa. Uji coba tersebut berlangsung pada 22 dan 29 Agustus 2026.

BEI menargetkan aturan baru mulai diterapkan pada 7 September 2026. Meski begitu, jadwal tersebut masih menunggu keputusan final bursa.

Perubahan batas harga juga akan diikuti penyesuaian ketentuan auto rejection dan sejumlah kriteria Papan Pemantauan Khusus.

Jika aturan berlaku, saham yang berada di level Rp50 dapat diperdagangkan pada harga di bawah level tersebut. Meski demikian, perubahan aturan tidak otomatis membuat harga GOTO turun.

Harga saham tetap terbentuk berdasarkan kondisi permintaan dan penawaran selama perdagangan. Kebijakan baru hanya memperluas rentang harga yang sebelumnya berhenti di Rp50.

GOTO Keluar dari Indeks MSCI Indonesia

Tekanan terhadap GOTO juga datang dari keputusan MSCI yang mengeluarkan saham tersebut dari indeks MSCI Indonesia. Perubahan konstituen itu berlaku setelah perdagangan pada 31 Agustus 2026 berakhir.

MSCI menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan likuiditas. GOTO diketahui diperdagangkan pada harga minimum Rp50 sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.

Baca juga :  Investasi Danantara di GoTo: Perlawanan Terhadap Neokolonialisme Digital

Keluarnya saham dari indeks dapat membuat pengelola dana berbasis indeks menyesuaikan portofolionya. Namun, besarnya transaksi dan dampaknya terhadap harga bergantung pada strategi masing-masing pengelola dana serta kondisi pasar.

Penghapusan dari indeks juga berbeda dengan penghentian perdagangan atau penghapusan pencatatan saham dari BEI.

Kinerja GoTo Mulai Berbalik

Di tengah tekanan pada saham, kinerja keuangan GoTo menunjukkan perbaikan pada semester pertama 2026. Perseroan mencatat laba periode berjalan Rp423 miliar.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, GoTo masih membukukan kerugian Rp742 miliar.

Pendapatan bersih perseroan tumbuh 28 persen menjadi Rp10,99 triliun. Sementara itu, EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp1,92 triliun.

GoTo juga tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun untuk sepanjang 2026.

Investor kini menanti kepastian aturan baru BEI dan pergerakan GOTO menjelang perubahan indeks MSCI. Ketiga faktor tersebut perlu dibaca secara terpisah karena tidak otomatis menentukan arah harga saham.

Perubahan batas harga, penyesuaian indeks, dan kinerja keuangan masing-masing memiliki pengaruh berbeda terhadap pergerakan saham di pasar.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments