Energi Juang News, Purwokerto- Orang desa yang kurang baca kini makin berani dan mudah termakan isyu. Hari hari doyan nonton tiktok yang tak bisa milah ini iso, hpax atau asli bahkan produk Ai. Kades Temon, 45, dipaksa mundur rakyatnya dan menikahi janda Tini, 30, karena tuduhan mesum dan berjudi.
Padahal Pak Kades ke sini sebulan sekali hanya titip cicilan pinjol. Soal main judi slot diakui. Tapi main slot kecil-kecilan bisakah dijadikan alasan mendongkel Kades Temon?
Ketika jabatan Kades seumur hidup, dia punya kekuasaan luar biasa, tapi rakyatnya masih penakut. Kades jual pohon jati duit dikantongi sendiri bukan masuk kas desa, juga diem. Jalan rusak, jembatan bolong, sebodo amat. Tapi Kades sekarang jangan coba-coba.
Boro-boro korupsi Dana Desa, baru isyu Pak Kades satroni janda dan main judi slot, rakyat sudah tebakar emosi dan menuntut Pak Kades mundur, tapi harus menikahi janda yang diapeli sebulan sekali.
Kisah ini terjadi di Purwokerto dimana Kades Temon belum lama ini didemo rakyatnya, gara-gara dituduh ngurusi selangkangan janda dan judol. Tak jelas itu demo bayaran atau asli, yang pasti warga memaksa Kades Temon menikahi janda Tini dan mundur dari jabatannya.
Alasannya, Pak Kades telah mencemarkan desa, karena terlibat aksi mesum. Tapi demi menyelamatkan nasib si janda, dia harus menikahinya sekaligus mundur dari jabatannya.
Kades Temon pun bingung. Ini benar-benar Jaka Tingkir ngombe dawet, kalau dipikir sungguh bikin mumet. Bagaimana tidak? Dia harus menikahi janda Tini, tapi harus mundur pula dari jabatan Kades. Lalu untuk kasih makan si mantan janda dari mana? Apa cukup dengan kroto dan ulat pohon, memangnya burung oceh-ocehan? Ini benar-benar keluar dari logika.
Isyu yang beredar, warga sering memergoki habis Isya Pak Kades berada di rumah janda Tini yang cantik, yang mbleketaket (seksi), yang nek ora numpak ora penak! Bagi kebanyakan ibu ibu yang jalan dengan suami kalo lihat Tini keluar rumah,buru buru sang istri melotot ke suami menjaga mata suaminya jelalatan ke Tini. Tapi tuduhan selingkuh Pak Kades terlalu dini dan ini jelas tuduhan tak mendasar. Masak sih Kades kok hobi blusukan di rumah janda tetangga desa, kalo iya emang kenapa?.
Dan sisi buruk lain Lurah Temon, dia ini suka berjudi. Warga khawatir Dana Desa yang setiap tahun dikucurkan Pemerintah bisa bablas dimakan Kades untuk judi slot.
Di depan warga Pak Kades membantah isyu perselingkuhan itu. Dia ke rumah janda Tini, itu rutin sebulan sekali habis Isya sekedar titip uang cicilan ke bank ke Purwokerto. Bagaimana mau selingkuh, janda itu keluarga sendiri.
Di rumah itu dia malah pernah jualan matrial sampai 20 tahun. “Kalau soal main judi memang iya, tapi itu kan kecil-kecilan ngguyupi warga di tempat kelahiran bayi. Ini kan hal biasa.” Kata Pak Kades.
Entah siapa di balik demo itu, warga tak percaya segala penjelasan Kades. Bahkan Temon dipaksa tanda tangan untuk siap menikahi si janda, sekaligus teken surat izin ke istri untuk poligami. Pak Kades yang tahu siapa istrinya, langsung tanda tangan saja.
Lucunya, meski sudah siap poligami, Kades Temon masih juga dipaksa mundur dari jabatannya. Lha nanti yang kasih makan istri barunya siapa? Yang mboten-mboten saja ini warga.
Dan benar kan? Bu Kades menolak untuk meneyetujuinya suami poligami. Dia malah memperkuat penjelasan Pak Kades bahwa Tini bukan orang lain. Hanya warga setempat tidak tahu bahwa Temon-Tini masih keluarga dekat. Karena tak ada bukti perselingkuhan itu, pengaduan warga tak direspon pihak kecamatan, apa lagi kabupaten.
Redaksi Energi Juang News




