Jumat, Agustus 21, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Jembatan Tukad Buleleng, Pelintasan Banaspati Raja yang Bikin Merinding

Misteri Jembatan Tukad Buleleng, Pelintasan Banaspati Raja yang Bikin Merinding

Energi Juang News,Bali-Jembatan Tukad Buleleng menghubungkan wilayah Desa Bakung dengan Desa Sari Mekar/Runuh, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Secara kasatmata, jembatan tersebut hanyalah jalur penghubung warga. Namun kondisi jalan menuju lokasi cukup menantang, dengan turunan, tikungan tajam, dan jalan licin ketika hujan. Di satu sisi terdapat bekas lokasi kuburan, sementara di sisi lainnya terdapat jurang dalam yang dipenuhi pepohonan dan bambu. Kombinasi suasana sepi, lembah gelap, dan kondisi jalan itulah yang membuat cerita mistis di kawasan tersebut semakin kuat.

Jro Mangku Nyoman Sumendra menyebut kawasan tersebut sejak lama dikenal angker. Menurut cerita yang berkembang, jembatan itu dipercaya menjadi salah satu pelintasan Banaspati Raja. Sebagian masyarakat juga meyakini terdapat kekuatan gaib yang menjaga kawasan tersebut. “Kalau lewat sini harus hati-hati. Jangan sembarangan dan jangan berbuat tidak senonoh,” ujar Jro Mangku Nyoman Sumendra sebagaimana kisah yang berkembang di masyarakat. Kepercayaan tersebut membuat sejumlah pengendara memilih menghaturkan rarapan atau canang sari sebelum melanjutkan perjalanan.

Yang membuat cerita tersebut semakin menarik adalah keyakinan bahwa penguasa tempat itu bukan hanya dianggap menakutkan, tetapi juga bares atau pemurah. Warga yang datang dengan niat tulus dipercaya bisa memperoleh apa yang mereka mohonkan. Karena itu, sejumlah orang yang merasa permohonannya terkabul kemudian melakukan nawur sesangi atau membayar kaul. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari pajeng, kain putih-kuning, hingga babi guling. “Kalau sudah berniat memohon, harus sungguh-sungguh. Jangan main-main,” kata seorang warga yang mengaku masih memegang tradisi tersebut.

Gede Sariasa, seorang saudagar buah-buahan asal Desa Gitgit, Sukasada, juga menceritakan pengalamannya. Ia mengaku pernah memohon sesuatu di palinggih yang berada di sebelah barat jembatan. Setelah permohonannya terkabul, ia kemudian kembali untuk memenuhi kaul. “Tiang sangat yakin akan kebesaran dan kemurahan Ida Bhatara di tempat ini. Dumun tiang sempat memohon di palinggih sebelah barat jembatan. Setelah permohonan tercapai, langsung menghaturkan babi guling,” tuturnya. Kisah tersebut menjadi salah satu cerita yang membuat warga percaya bahwa tempat itu memiliki sisi lain di balik kesan angkernya.

Baca juga :  Gregek Tunggek: Hantu Nafas Kematian yang Masih Meneror Malam di Bali Utara

Namun, suasana berubah ketika malam semakin larut. Di bawah jembatan terdapat jurang yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat tinggal Wong Samar, Memedi, dan makhluk gaib lainnya. Dari atas, tempat itu hanya tampak sebagai hamparan pepohonan yang rapat. Tetapi dalam cerita warga, kawasan tersebut disebut sebagai perkampungan makhluk tak kasatmata. “Kalau sudah malam, jangan lama-lama melihat ke bawah,” kata seorang warga tua. “Bukan karena pasti ada yang muncul, tetapi kita tidak tahu apa yang sedang kita lihat.”

Di sebelah barat jembatan terdapat sebuah batu yang dihiasi kain poleng hitam-putih. Bagi sebagian orang yang mendalami dunia spiritual, batu tersebut dipercaya sebagai tempat pertemuan para makhluk gaib penjaga kawasan. Di dekatnya terdapat pohon sonokeling yang dalam kepercayaan masyarakat dianggap sebagai tempat bermain para rarencang Ida Bhatara yang berstana di palinggih sekitar jembatan. Ketika malam turun dan angin menggerakkan dedaunan, bayangan pohon tersebut bisa berubah-ubah mengikuti cahaya kendaraan. Bagi orang yang tidak terbiasa, pemandangan itu tentu cukup untuk membuat jantung berdegup lebih cepat.

Cerita tentang kecelakaan juga menjadi bagian paling kelam dari legenda kawasan ini. Menurut penuturan warga, sejak sekitar dekade 1960-an telah terjadi sejumlah kecelakaan kendaraan di kawasan tersebut. Beberapa kendaraan bahkan disebut terperosok ke dasar lembah yang sangat dalam. Jro Mangku Nyoman Sumendra menuturkan bahwa dalam cerita masyarakat, sejumlah pengendara mengaku melihat sesuatu sebelum kehilangan kendali. “Biasanya sebelumnya mereka melihat penampakan, baik berupa manusia maupun binatang. Karena kaget, mereka membanting setir,” ungkapnya. Namun secara nyata, kondisi jalan yang licin, turunan, tikungan tajam, serta jurang menjadi faktor risiko yang tidak boleh diabaikan.

Ada pula nasihat yang terus diwariskan kepada pengendara: jangan memandang terlalu lama ke dasar sungai. Dalam kepercayaan setempat, seseorang yang terlalu lama melihat ke bawah bisa kehilangan konsentrasi karena dianggap terkena kekuatan magis dari tempat tersebut. “Kalau lewat, fokus saja ke jalan. Jangan melamun,” ujar seorang warga. “Bunyikan klakson, permisi, lalu jalan terus.” Nasihat sederhana tersebut sebenarnya juga masuk akal dari sisi keselamatan, mengingat medan di sekitar jembatan memang membutuhkan konsentrasi tinggi, terutama ketika hujan dan jarak pandang terbatas.

Baca juga :  Misteri Makam Gantung Blitar, Ajian Pancasona yang Tak Pernah Mati

Kini, Jembatan Tukad Buleleng tetap menjadi jalur yang digunakan masyarakat. Pengendara datang dan pergi, sementara tradisi menghaturkan canang sari atau rarapan masih dilakukan oleh sebagian warga sebagai bentuk penghormatan terhadap kepercayaan setempat. Percaya atau tidak terhadap Banaspati Raja, Wong Samar, atau kisah penampakan, satu hal yang pasti: kawasan tersebut memang menuntut kehati-hatian ekstra. Di antara suara air, rimbunnya bambu, jurang gelap, dan klakson yang terdengar di tengah malam, legenda jembatan itu terus hidup. Dan bagi warga yang mempercayainya, ketika seseorang melewati jembatan tanpa permisi, mungkin bukan hanya perjalanan yang sedang dipertaruhkan—melainkan juga keberanian untuk menatap kembali tempat yang sejak lama mereka hormati.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments