Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliNikah Kilat Langsung Minggat

Nikah Kilat Langsung Minggat

Energi Juang News, Probolinggo–Penyesalan dating belakangan. Pepatah itu memang tidak pernah salah sasaran. Penyesalan selalu datang paling akhir, seperti tamu tak diundang yang baru muncul saat nasi sudah berubah jadi bubur. Saat semua keputusan sudah diketok palu, barulah dada terasa sesak dan kepala penuh kalimat “seandainya dulu…”. Kisah ini adalah bukti nyata bahwa hidup memang hobi bercanda, tapi sering kebablasan.

Seorang pemuda Bernama Bonet(21) anak pak RT dimata warga adalah sosok pendiam yang jarang keluar rumah. Dianggap tak kenal pacaran namun wawasan yang didapat dari tontonan hape sudah cukup menjadi bahan acuan praktek dikehidupan nyata. Begitu ketemu Yeti janda tanpa anak yang berparas poin enam yang tinggal ditetangga desa Pertemuan sekali sudah membuat Bonet melayang angan, membayangkan adegan dewasa plus plus seperti di hape.

Tutorial tentang daerah teritori Peni yang banyak menonjol alias ‘kualitas super’ tentulah membuat semangat Bonet menggebu gebu. Bagaimana selama ini hanya bisa memimpikan perempuan seperti Peni beraksi melayaninya walaupun masih di angan kamar mandi.

Bonet yang mengetahui status Peni sejak awal gegabah sekali tak menyurutkan niatnya.  Bonet hanya merasa sudah telanjur nyaman, dan gengsi mundur lebih besar daripada rasa takut gagal. Dan Peni pun belum lama menjanda, tentu ibarat motor seken skor mesin dan jarak tempuh masih aman untuk ditunggangi.

Setelah PDKT cukup singkat Bonet dan Peni menikah secara sederhana. Tidak ada pesta mewah, tidak ada dekorasi ala selebgram. Semua wajar, secukupnya. Bulan madu pun sederhana, hanya tinggal di rumah orang tua Peni semalam. Rasanya menyenangkan, seperti liburan singkat sebelum ujian besar, padahal Bonet belum praktek didunia nyata sama sekali.

Baca juga :  Pengantin Kabur Di Bengkulu, Doyok Tekor Jojon Panen

Masalah mulai muncul setelah seminggu menikah. Bonet pamit bekerja keluar kota seperti suami yang bertanggung jawab. Sedang Peni ditinggal di rumah orang tua Bonet. Hari pertama dan kedua masih aman. Bonet masih menjawab pesan, meski singkat. Hari ketiga mulai jarang. Hari kelima, ponsel Bonet lebih sering jadi pajangan, entah karena kesibukan atau apa. Ternyata setelah sebulan merantau Peni dapat kabar kalau Bonet pergi merantau hanya alasan, padahal Bonet belum dapat kerjaan yang pastiBoro boro kirim uang, Bonet sendiri kelimpungan bertahan hidup. Penghasilan dari kerja serabutan masih senilai makan nasi lauk gorengan.

Karena sudah sekian lama ditunggu tak kunjung pulang,Peni nyusul ke alamat kontrakan Bonet. Ketika sampai alamat yang dituju, bukannya nemu Bonet suami gigih bekerja sampai lupa waktu. Eee malah menemukan kenyataan pahit. Berdasar keterangan teman kos nya, Bonet sudah dua minggu diusir dari kontrakan karena  tak mampu bayar.

Menerima berita itu Peni syok berat, padahal rumah tangga yang baru seumur jagung Peni belum belum juga membuahkan hasil, malah ditinggal kabur.

Dicari tak ketemu Peni pulang dan menanyakan ke orang tua Bonet, benar saja Bonet pergi karena merasa belum siap menafkahi Peni, Dan mertua Peni meminta maaf ternyata anaknya tak bertanggung jawab malah kabur meninggalkan utang biaya pernikahan.

Malang betul nasib Peni, baru bersandar sebentar harus melaut lagi cari pasangan. Dan ini jadi pelajaran Bonet, jangan berani berani ngawini anak orang kalo belum mampu hidup. Bekal pernikahan bukan hanya tontonan hape yang menyesatkan, melainkan juga pengalaman kehidupan sesungguhnya.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments