Energi Juang News, Jakarta- Kapal induk AS USS Abraham Lincoln pergi dari Timur Tengah (Timteng) karena persoalan kesehatan mental para awak kapal. Iran pun menyebut awak kapal yang kelelahan menandakan AS gagal dalam unjuk kekuatan.
“Amerika Serikat mengirimkan USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut untuk unjuk kekuatan,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dilansir Aljazeera, Kamis (27/6/2026).
Dia kemudian menyebut kapal induk AS itu gagal menjalankan misinya. USS Abraham Lincoln kini berlayar menuju perairan Thailand.
“Setelah berbulan-bulan terlibat perang dan lebih dari 200 hari tanpa sekalipun melakukan persinggahan di pelabuhan (port call) kapal tersebut kini berlayar menuju Thailand untuk [istirahat dan pemulihan] para awaknya,” ujarnya.
Pihak berwenang Thailand mengonfirmasi bahwa kapal induk AS tersebut dijadwalkan melakukan persinggahan singkat setelah berlayar lebih dari 250 hari di laut lepas.
Misi yang diperpanjang ini memicu kekhawatiran atas kondisi para awak kapal, di mana pihak keluarga pelaut melaporkan adanya penurunan kesehatan mental awak kapal hingga kelangkaan pasokan kebutuhan pokok, termasuk makanan dan produk kebersihan.
Diberitakan sebelumnya, militer AS mengumumkan kedatangan USS George Washington pada Kamis (20/8) waktu setempat untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Pernyataan itu disampaikan via media sosial X, oleh Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasional militer AS di Timur Tengah.
“Kelompok tempur Kapal Induk George Washington sedang beroperasi di Timur Tengah dalam penugasan terjadwal setelah tiba di wilayah operasi CENTCOM kemarin,” demikian pernyataan CENTCOM, dilansir AFP, Jumat (21/8)
Pengerahan USS George Washington ke Timur Tengah ini diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump beberapa hari setelah laporan media mencuat soal kondisi buruk di atas USS Abraham Lincoln. Kapal induk ini telah dikerahkan sejak November 2025 lalu di perairan Laut China Selatan, sebelum dialihkan ke Timur Tengah.
Laporan-laporan media memicu gangguan yang tidak diinginkan bagi Trump di tengah upayanya mempromosikan perang melawan Iran yang kurang mendapat dukungan di dalam negeri AS.
USS Abraham Lincoln sendiri telah dikerahkan ke Timur Tengah selama berlangsungnya perang yang dikobarkan Trump terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.
Masa pengerahan yang terlampau lama menuai kritikan di kalangan politisi Washington DC, dengan kapal induk AS itu dilaporkan telah berlayar selama lebih dari 240 hari di lautan, dengan 200 hari di antaranya tanpa transit atau singgah di pelabuhan mana pun.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi keberangkatan Lincoln, hal yang sebelumnya disinggung oleh Laksamana Brad Cooper — pimpinan CENTCOM — dalam artikel opini mengenai Abraham Lincoln yang diterbitkan di The Wall Street Journal.
“Semoga perjalanan kalian lancar dan selamat menikmati reuni yang memang layak kalian dapatkan,” tulis Cooper, dikutip The New York Times, Jumat (21/8/2026).
Redaksi Energi Juang News




