Kamis, September 3, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisPengguna Internet di Indonesia 80,6 Persen, Keamanan Faktor Penting

Pengguna Internet di Indonesia 80,6 Persen, Keamanan Faktor Penting

Sekitar 80,6 persen penduduk Indonesia telah terhubung ke internet dan ini harus menjadi modal bagi Indonesia untuk menjadi pemain dalam ekosistem digital, bukan sekadar pasar bagi produk dan platform global.

Saat menghadiri peringatan 20 tahun Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Jakarta, Nezar mengungkapkan, salah satu bagian penting dari posisi Indonesia di ruang digital adalah penggunaan domain .id. Karena itu, Pemerintah bersama PANDI dan industri perlu memperluas penggunaan .id untuk UMKM, institusi pendidikan, dan layanan publik. Penggunaan domain Indonesia dapat membuat kehadiran berbagai layanan dan aktivitas ekonomi lokal lebih mudah dikenali di internet.

“Pemerintah bersama PANDI dan industri perlu memperluas adopsi domain .id bagi UMKM, institusi pendidikan, hingga layanan publik,” kata Nezar seperti dikutip dalam siaran pers Kominfo 2 September 2026. Ia melihat .id sebagai ruang untuk membawa kekayaan bahasa dan budaya Indonesia ke internet. Contohnya adalah aksara dan bahasa Bali yang kini sudah dapat digunakan dalam domain .id.

Keamanan Digital Harus Jadi Perhatian

Di tengah pertumbuhan penggunaan domain, Nezar menekankan aspek keamanan masuk sejak perancangan layanan. Ia menilai layanan berbasis .id harus memperhatikan risiko penipuan, konten berbahaya, eksploitasi anak, serta pengumpulan data yang tidak sesuai ketentuan.

Wamen PANDI membangun pertukaran data dengan registry, registrar, penyelenggara jasa internet, lembaga keamanan siber, dan tim respons insiden untuk mendeteksi serta menangani penyalahgunaan domain.

Selain keamanan, Wamen Nezar menekankan akses domain .id harus tetap terbuka, inklusif, interoperable, dan terjangkau. Kesiapan universal acceptance juga diperlukan agar nama domain dengan beragam bahasa dan aksara dapat digunakan secara luas.

Nezar berharap .id semakin menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Indonesia di ruang digital. PANDI mencatat jumlah domain .id kini telah mencapai sekitar 1,5 juta.

Baca juga :  Pemerintah Batalkan Diskon Tarif Listrik, Mengapa?

PANDI awal Juli mengingatkam ruang digital juga menyimpan berbagai ancaman yang dapat merugikan pengguna, seperti phishing, judi online, malware, spam, pornografi, hingga penyalahgunaan nama domain untuk meniru identitas brand atau layanan terpercaya.

Sepanjang Semester I 2026 atau Januari hingga Juni 2026, PANDI mencatat ada 32.535 URL yang terindikasi sebagai penyalahgunaan domain dengan total 25.815 domain yang terpantau. Berdasarkan kategori laporan, temuan terbesar didominasi oleh online gambling sebanyak 24.523 laporan, diikuti phishing sebanyak 6.491 laporan, dan malware sebanyak 961 laporan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments