Energi Juang News,pamulang- Sebuah aksi kriminal perampok bersajam kembali beraksi terjadi di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, yang mengundang kekhawatiran publik.
Tingkat kriminalitas yang terus naik ini dirasa mirip Sugali dijaman koboi, dimana hukum diselesaikan dengan darr derr dorr senjata.
Tapi ini senjata yang digunakan tergolong primitif. Kalau celurit di Jawa diperjual belikan untuk motong rumput, tapi kenapa dijakarta jadi alat untuk mengancam bahkan membunuh?
Dalam rekaman CCTV, terlihat jelas seorang wanita sedang memesan makanan di gerai ayam goreng, sambil santai memainkan ponselnya.
Tiba-tiba, datang seorang pria berpenampilan mencurigakan mendekati lokasi. Ia terlihat membawa celurit yang disembunyikan di balik jaketnya.
Pelaku kemudian menghampiri korban dan langsung mengacungkan saj*m tersebut ke leher korban sambil teriak “hape..hape…” dan mengancam agar menyerahkan ponselnya.
Korban yang tampak terkejut dan ketakutan akhirnya tak berkutik. Bisa dibayangkan nyawa tinggal seleher, membuat korban menuruti apa kata pelaku.
Setelah berhasil merampas ponsel korban, dengan santainya pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. Andai korban ahli bela diri, mungkin bisa nangkis dan langsung pelaku dihajar hingga babak belur.
Dari pengamatan nampak dari gerak geriknya pelaku sudah sangat biasa dan tenang, pemaksaan kehendak ke sesama sama saja pada binatang tanpa peri kemanusiaan.
Tapi saksi mata dan rekaman CCTV yang merekam kejadian, cukup menjadi bukti yang cukup untuk melacak pelaku. Dan tentu saja siap siap pelaku jadi pesakitan di bui.
Redaksi Energi Juang News




