Energi Juang News, Jakarta – Tim Gabungan Pencarian jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak Senin (7/9/2026), masih menunggu hasil penyelidikan atau identifikasi Polair Polda Banteng terkait penemuan sebuah pelampung atau life jacket berwarna oranye.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Gabungan Caeita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026) menjelaskan, jaket pelampung dan pelampung botol yang ditemukan saat pencarian jurnalis di perairan Selat Sunda masih dalam proses identifikasi. Hingga saat ini belum diketahui apakah kedua benda tersebut berkaitan dengan delapan orang yang hilang kontak.
Jaket dan Botol Pelampung Ditemukan
“Untuk hasil identifikasi pelampung kami sudah berkoordinasi dengan Polda termasuk Polair, itu hari ini akan melakukan pendalaman lagi, pemeriksaan tentang objek yang ditemukan tersebur. Jadi saya harap teman-teman harap bersabar. Nanti teman-teman Polair akan menyampaikan hasil penyelidikan dan pemeriksaannya seperti apa,” kata Amrad.
Tim TNI Angkatan Laut menemukan pelampung tersebut saat mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Perairan Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pelampung ditemukan KAL Anyer saat melakukan pencarian pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.
Posisinya di lintang bujur 6 derajat, dan 105 derajat, tim Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer melihat objek yang diduga sebagai leampung atau berwarna oranye. Setelah didekati. saat tim mengambil, dan mengangkat objek tersebut, di sekitar lokasijuga ada pelampung dalam bentuk botol yang berwarna putih.
Lokasi penemuan kedua benda tersebut jaraknya sekitar 7,5 nautical mile di sisi barat dari Suar Tanjung Koneng Anyar atau kurang lebih 20 nautical mile dari posisi Anak Gunung Krakatau. Untuk mencocokkan barang temuan, Lanal Banten juga berencana melakukan konfirmasi dan membandingkan karakteristik barang tersebut dengan penyewa kapal guna memastikan kepemilikannya.
Data jurnalis dan kru yang belum ditemukan:
1. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
2. Arie Basuki (Jurnalis Merdeka).
3. Yudhistiro Pranoto (Jurnalis iNews).
4. Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency).
5. Donal Husni (Jurnalis Freelance).
6. Warta (kapten kapal).
7. Surakman (ABK).
8. Heriyanto (guide).




