Energi Juang News, Samosir-Ini kisah bini polisi gatel sehingga punya PIL oknum polisi, saat digerebek ternyata pebinornya teman sang suami. Polisi bagaikan jeruk makan jeruk ini dilakukan oleh Poltak, 40, terhadap Ny. Tini, 38. Saat digerebek oleh sang suami sah Ucok, 44, dan lucunya oknum polisi ini kabur hanya pakai sarung.
Dia yang juga anggota polisi tak mau menembak mati Poltak, tapi cukup dilaporkan ke medsos dan viral.
Terlepas dari kisah “pebinor” atau pecinta bini orang di tingkat menara gading, namun di level bawah juga banyak oknum polisi yang terseret urusan “satgasus” yang di sini berarti: Satuan Tenaga Khusus. Akibatnya ada yang kemudian hanya kehilangan jabatan, ada pula yan harus kehilangan nyawa.
Ny. Tini yang tinggal di Samosir, sebetulnya kurang apa punya suami Ucok yang menjadi polisi. Meski tak punya rekening gendut, jika untuk hidup sederhana, cukuplah gaji suami untuk kebutuhan keluarga.
Cuma ya itu tadi. Kebutuhan istri kan tak hanya soal materil, tapi juga kebutuhan imateril yang berupa kepuasan layanan onderdil suami. Bahasa kerennya, wanita tak hanya butuh benggol semata, tapi juga bonggol yang mumpuni.
Sayangnya Ucok tak berbanding lurus dalam soal benggol dan bonggol itu, sehingga Tini mulai cari bonggol alternatip. Ketemulah dia dengan oknum polisi bernama Poltak, yang bertugas di kantor suaminya juga.
Saat berkenalan dengan Poltak yang teman suaminya Dada Tini langsung sedut-senut mendengar cerita diluaran bahwa sentolopnya ibarat bensin RON 92 tak sebanding dengan milik suaminya. Padahal dia tahu persis, Poltak ini juga satu profesi dengan suaminya. Apakah ungkapan “jeruk makan jeruk” itu sudah menjadi kelaziman?
Rupanya Poltak sudah tak peduli dengan latar belakang Ny. Tini. Meski jadi Bolot yang budek pun pasti tahu bahwa suami Tini ini sama-sama anggota Kepolisian seperti dirinya. Lha kok sekarang dipacari juga meski yang memulai pihak Tini sendiri. “Masak barang bagus mesti ditolak, bisik setan memberi semangat.
Jika dua sosok umat berkoalisi, ujung-ujungnya pasti lanjut ke urusan “eksekusi”. Rupanya bini polisi ini gatelnya sudah sampai ke mana-mana, tanpa bisa disembuhkan oleh salep-88 maupun Kalpanax. Dan soal begituan, biasanya sudah sekali kena jadi ketagihan, macam bocah diberi Ciki.
Belum lama ini keduanya janjian untuk ketemu di rumah kos-kosan di Medan. Maka pura-puranya Tini minta diantar anaknya ke Medan untuk urusan keluarga. Tapi dari sini dia sudah dijemput oleh Poltak, kemudian keduanya menuju ke rumah kosan-kosan.
Ditempat itu sejoli non muhrim itu masuk untuk waktu yang lama. Orang awam yang menyaksikan adegan itu pasti berpikir hal yang jelek terjadi antara sepasang laki dan perempuan dalam kamar kos dalam waktu lama.
Sepandai pandai menyimpan bangkai tak lama pasti tercium juga. Sial rupanya, skandal ini tercium oleh “saksi mata” yang tak jelas siapa dia aslinya. Saksi mata berhasil mendapat gambar video hasil ngintip apa yang terjadi didalam kamar kos polisi itu.Yang jelas Ucok jadi tahu bahwa istrinya banting bantingan dengan oknum polisi, alias jeruk makan jeruk hingga kelelahan.
Mendapat laporan saksi mata itu Ucok pun segera meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Permesuman), untuk menggerebeknya. Mungkin sedang ketanggungan atau sudah bocor duluan, mendadak Poltak sudah keluar dari rumah kos-kosan itu kabur hanya memakai sarung dan kabur!
Ucok tak mau tarik senjata seperti nangkep maling, tapi cukup tarik HP dan dipotretlah adegan oknum polisi sarungan itu dan diunggah ke medsos. Mungkin malu jika melaporkan skandal ini ke lembaganya sendiri, terbukti setelah diunggah di medsos video itu mendapat banyak komen dari netijen.
Atasan Ini bener-bener tidak tahu, bukan pura-pura tidak tahu demi bela teman.
Redaksi Energi Juang News




