Energi Juang News,Bekasi- Keberadaan sejumlah bangku kayu di trotoar yang diberi tulisan “Dibikin Warga” inisiatif menyiasati ketiadaan fasilitas transportasi publik dari pemerintah menuai pujian.
Setiap hari penumpang Transjakarta rute Jatiasih–Cawang terpaksa harus kerap antre mengular panjang menunggu bus di trotoar di tepi Jalan Raya Jatiasih.
Calon penumpang harus berdiri menahan lelah dalam kondisi kepanasan, dan situasi menjadi lebih sulit saat musim hujan karena tidak adanya fasilitas halte yang memadai . Kondisi ini juga sangat menyulitkan bagi penumpang prioritas seperti lansia.
Bagaimana produktifitas bisa setara kalau warga Bekasi saat berangkat menuju tempat kerja kalori sarapan sudah habis dan kelelahan, belum lagi andil penyakit asam urat,kesemutan, encok, pegel linu.
Untuk menyiasati ketiadaan fasilitas dari pemerintah, warga berinisiatif menyediakan sejumlah bangku kayu di trotoar yang diberi tulisan “Dibikin Warga”.
Keberadaan bangku swadaya ini menjadi satu-satunya tempat duduk yang sangat membantu para penumpang untuk melepas lelah selagi mengantre bus.
Menanggapi desakan publik agar segera menyediakan tempat pemberhentian yang layak, Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyatakan bahwa saat ini mereka sedang memproses pembuatan halte.
Pihak pemerintah menjanjikan halte akan mulai dibangun dalam satu bulan ke depan di titik konsen serta di titik Cipendawa.
Bangku kayu tersebut, mungkin sejatinya berfungsi sebagai prasasti sindiran warga untuk membuka tender kursi antrian oleh dinas terkait.




