Energi Juang News,Jakarta- Temuan sebuah koper jadi pembuka tabir korupsi bernilai fantastis 11,14 M yang menyeret Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), SJL.
Berawal dari rangkaian operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) petugas menemukan uang Rp30 juta dikamar hotel SJL,dan 100 juta dikamar asisten pribadinya saat di Jakarta.
Jejak petualangan uang panas (bukan jejak si gundul-red) itu tidak berhenti di Jakarta, petugas KPK lanjut bergerak di Bolmut, Sulawesi Utara.
Dari rumah bupati, tim menemukan sebuah koper berisi Rp50 juta dan penemuan lain. Sehingga jika seluruhnya dijumlahkan, uang tunai yang diamankan mencapai Rp200 juta.
Namun, bagi penyidik, uang yang terlihat secara fisik itu diduga hanya sebagian kecil dari perkara yang sedang mereka buka.
Menurut konstruksi perkara yang disampaikan KPK, SJL diduga mematok fee 10 persen untuk proyek pengadaan barang dan jasa.
Secara fisik sih KPK mengamankan Rp200 juta, tapi berdasarkan dokumen, dugaan penerimaan sekitar Rp10,7 miliar di luar uang yang menjadi bagian penting dalam operasi tersebut.
Setelah gelar perkara dan menyatakan memperoleh kecukupan alat bukti, KPK menetapkan SJL sebagai tersangka.
Seperti tergambar dari perkara ini, sebuah operasi tangkap tangan terkadang bukan akhir dari penyelidikan.Tapi justru jadi pembuka tabir mengenai dugaan penerimaan oleh SJL dalam rentang 2023 hingga 2026. Nilainya bikin ngiler karena mencapai sekitar Rp11,14 miliar.
Katanya sibuk berpetualang Jakarta-Bolmut berjuang demi rakyat sejahtera sendiri, eh ternyata sibuk ngumpulin koper bareng asisten.
Redaksi Energi Juang News




