Sabtu, September 26, 2026
spot_img
BerandaInternasionalSampel dari 'Bahtera Nabi Nuh' Telah Diambil untuk Diteliti

Sampel dari ‘Bahtera Nabi Nuh’ Telah Diambil untuk Diteliti

Energi Juang News, Jakarta- Sampel inti dari Formasi Durupinar, sebuah formasi berbentuk kapal sepanjang 157 meter di wilayah Turki, yang diyakini memuat sisa-sisa bahtera Nabi Nuh telah diambil. Demikian dinyatakan kelompok pakar internasional.

Sampel yang diambil dari kedalaman 18 meter pada formasi itu akan diteliti oleh mereka.Penelitian ini  dilakukan oleh sejumlah arkeolog, pakar geologi, dan pakar ilmu tanah, yang tergabung dalam Noah’s Ark Scans, sebuah organisasi penelitian dan eksplorasi yang berbasis di California dan didirikan oleh peneliti asal Amerika, Andrew Jones.

Formasi Durupinar, yang menjadi fokus penelitian tersebut, terletak di sebelah selatan Gunung Arafat di wilayah Turki bagian timur. Formasi itu telah menarik minat banyak orang sejak bentuk dasarnya teridentifikasi pada tahun 1959 silam.

Gagasan soal Formasi Durupinar merupakan sisa-sisa bahtera Nabi Nuh telah menjadi perdebatan sejak lama. Sebuah studi tahun 1996, pakar geologi Lorence Collins dan penjelajah David Fasold menyimpulkan bahwa Durupinar hanyalah “formasi batuan alami sepenuhnya”. Mereka juga menyebut teori yang menyatakan lokasi itu menyimpan sisa-sisa bahtera sebagai hal yang “tidak benar”.

Penelitian baru ini bertujuan menguji pandangan-pandangan yang saling bertentangan tersebut.

“Selama beberapa dekade, kaum skeptis memiliki satu jawaban sederhana untuk Formasi Durupinar yang berbentuk seperti kapal itu: formasi tersebut hanyalah bongkahan padat batuan alami,” demikian pernyataan Noah’s Ark Scans pada Rabu (23/9).

“Misinya jelas: menguji kebenaran penjelasan mengenai ‘batuan padat’ tersebut. Apakah formasi itu merupakan satu massa batu alam yang homogen? Apakah terdapat struktur internal di dalamnya? Di manakah letak batuan dasar yang sebenarnya di bawah formasi tersebut — dan bagaimana kelanjutan batuan dasar itu di lembah sekitarnya,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca juga :  Pidato di PBB, Presiden Iran Tunjukkan Foto Korban Serangan Israel

Jones, sebagai pendiri Noah’s Ark Scans, mengatakan bahwa data radar awal tidak menunjukkan adanya “tanda-tanda batuan padat yang homogen dan sederhana” di lokasi tersebut. Dalam penelitiannya, Noah’s Ark Scans bekerja sama dengan Bakhtar Research and Engineering LLC, yang ilmuwannya, Dr Khosrow Bakhtar, memimpin surveri radar tersebut.

Penyelidikan lebih luas dipimpin oleh arkeologi Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet.Noah’s Ark Scans membagikan video dari dalam Formasi Durupinar yang disebut sebagai “rekaman pertama dari dalam Bahtera Nuh”. Video itu direkam menggunakan drone Gopher, sebuah “robot bawah tanah yang dirancang untuk menjangkau tempat yang tidak dapat diakses manusia”, yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi.

Mereka menyebut video itu membantu memperlihatkan apa yang diyakini tim berdasarkan pemindaian sebelumnya, yakni tidak ada batuan atau batuan dasar di dalam struktur tersebut. Hal ini belum dikonfirmasi secara independen.

Redaksi Energi Juang News

HD
HDhttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments