Energi Juang News, Jakarta- KFC Indonesia melakukan transformasi dari Quick Service Restaurant (QSR) menuju Quick Experience Restaurant (QXR), memasuki usia ke-47.
Transformasi tersebut merupakan upaya KFC Indonesia untuk tetap berdiri teguh di tengah dinamika budaya yang mempengaruhi perilaku bersantap masyarakat Indonesia.
KFC menilai hospitality tetap memiliki peran penting ketika interaksi digital semakin kuat. Salah satu bukti pandangan itu terlihat di KFC Banyuwangi yang menggunakan identitas visual baru dengan desain yang terinspirasi dari rumah Osing khas Banyuwangi.
“Jadi modern assets, tetapi tetap terasa lokal. Ini contoh bagaimana kami menggabungkan elemen modern dan cultural elements di dalam store kami,” kata Direktur VII KFC Indonesia Dio May Avico, baru-baru ini.
Direktur V KFC Indonesia Wachjudi Martono mengatakan perjalanan 47 tahun KFC menunjukkan bagaimana perusahaan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
“Memasuki usia ke-47, kami melihat ini sebagai momentum untuk terus berkembang bersama konsumen. Modernisasi bukan berarti meninggalkan apa yang telah menjadi kekuatan KFC, tetapi membawa pengalaman KFC ke tahap berikutnya tanpa kehilangan cita rasa original yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami,”ujar Wachjudi.
Redaksi Energi Juang News




