Energi Juang News,Jakarta- Kawasan Manggarai kembali menggelar tawuran tahunan dua ronde bertajuk “Bentrokan Antar-Kelompok Pemuda” pada hari Minggu kemarin.
Pertandingan persahabatan yang sama sekali tidak bersahabat ini kembali mempertemukan dua kubu warga setempat yang tampaknya memiliki stok energi dan batu berlebih di rumah mereka.
Awalnya tawuran babak pertama sempat mereda pada siang hari, namun memasuki sore hari, tensi kembali memanas di depan stasiun.
Suasana semakin dramatis ketika muncul pengumuman tak resmi agar para pedagang segera menutup lapak mereka.
Akibat tawuran ini, sejumlah rumah warga dan warung mengalami kerusakan estetika yang cukup parah akibat hantaman benda tumpul.
Beberapa warung bahkan harus rela berubah fungsi menjadi tempat bakar-bakaran dadakan.
Sementara beberapa sepeda motor yang sedang parkir santai terpaksa ikut menanggung beban modifikasi penyok akibat salah sasaran.
Diduga kuat, konflik ini dipicu oleh perselisihan purba yang sudah berlangsung bertahun tahun, mungkin sejak zaman batu masih menjadi alat tukar, bukan alat lempar.
Aparat dari Polsek Tebet akhirnya harus bertindak dengan metode negosiasi dan sedikit ketegasan dan menangkap 6 pelaku.
Petugas berhasil membubarkan kerumunan atlet lempar batu tersebut hingga situasi kembali kondusif.
Masyarakat berharap perselisihan menahun ini bisa segera diselesaikan secara permanen agar situasi keamanan serta aktivitas masyarakat di kawasan Manggarai kembali normal.
Redaksi Energi Juang News




