Energi Juang News, Lamongan- MR,seorang kepala sekolah madrasah menjadi korban bogem mentah seorang oknum anggota TNI gegara kaos kaki.
Mirisnya, pelaku tersebut merupakan wali murid di sekolah yang dipimpinnya.
Niat hati ingin menegakkan disiplin sekolah agar murid-muridnya rapi, apa daya beliau malah berakhir menjadi korban “disiplin” alias bogem mentah dari wali muridnya sendiri yang anggota TNI.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu pagi yang cerah 17 Oktober 2026, pihak sekolah seperti biasa melakukan razia kedisiplinan.
Sebagai Kepala sekolah ia menegur salah satu siswa yang kedapatan tidak memakai sepatu dan kaos kaki.
Siswa tersebut kemudian diminta pulang ke rumah untuk mengambil kelengkapan seragamnya.
Namun, bukannya pulang mengambil kaos kaki, sang murid malah pulang sambil menangis bombay dan mengadu kepada ayahnya
Mendengar laporan anak kesayangannya menangis, tanpa konfirmasi dan tanpa permisi oknum TNI itu langsung menggeruduk ruang kepala sekolah pada siang harinya.
Hasilnya? Hidung yang harusnya dipakai untuk bernapas malah bocor dan mengalami keretakan, ditambah bonus luka memar di area mata.
Meski sempat dilakukan upaya mediasi di balai desa setempat, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil.
Merasa keadilannya “retak” seretak hidungnya, Pak MR bersama tim LBH Lamongan akhirnya resmi melaporkan kasus penganiayaan ini ke Subden POM 523 TNI Lamongan.
Hingga saat ini, pihak Denpom Lamongan belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan kasus penganiayaan tersebut.
Redaksi Energi Juang News




