Energi Juang News, Jakarta – Iran mengancam akan menyerang pangkalan AS di seluruh Timur Tengah jika provokasi Maritim terus berlanjut. Peringatan serius ini dikeluarkan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), hari Kamis (22/10/2026). IRGC menuduh Washington mengarahkan kapal-kapal ke perairan yang tidak diizinkan serta menebar ranjau laut.
Teheran memperingatkan bahwa konfrontasi berikutnya mungkin tidak terbatas di laut saja. Pangkalan militer Amerika dan sekutunya di seluruh kawasan tersebut bisa menjadi sasaran.
Sementara itu Al Jazeera melaporkan Iran menyatakan bahwa tujuh kapal mengalami kerusakan di dekat Selat Hormuz. IRGC menyebutkan bahwa kapal-kapal tersebut kemungkinan menabrak ranjau laut atau menjadi sasaran karena menggunakan rute yang tidak disetujui oleh pihak mereka.
Laporan tersebut menunjukkan dua kemungkinan yang sangat berbeda: keberadaan ranjau menunjukkan adanya bahaya fisik bagi pelayaran. Sementara penargetan kapal yang melintasi rute tidak resmi mengindikasikan adanya ancaman penegakan aturan. Kedua skenario tersebut dapat meningkatkan biaya serta risiko bagi pelayaran komersial, namun penjelasan dari IRGC tidak merinci skenario mana yang berlaku untuk masing-masing kapal.
Current Report juga melaporkan, IRGC mengeklaim telah menyerang 7 kapal dalam satu malam. Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa 4 kapal diserang secara bersamaan dan terbakar saat sedang melakukan transfer minyak antar-kapal di wilayah Teluk Persia bagian utara-tengah.
IRGC juga melaporkan bahwa 3 kapal lainnya terkena ranjau di sebelah barat Selat Hormuz tadi malam dan kemudian terbakar. IRGC menuduh AS mendorong kapal-kapal untuk melintasi perairan yang dipasangi ranjau, serta memperingatkan bahwa aktivitas yang terus berlanjut dapat memicu pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di seluruh kawasan tersebut.
Redaksi Energi Juang News.




