Energi Juang News, Jakarta- Arab Saudi melancarkan serangan di sebuah desa dekat ibu kota Yaman, Sanaa. Sebanyak 33 orang tewas.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi, melaporkan setidaknya 33 orang tewas dan 39 lainnya terluka dalam peristiwa itu pada Sabtu (7/11). Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan yang dilaporkan sejak pertempuran antara Arab Saudi dan Kelompok Houthi kembali pecah pada bulan Juli.
Pusat Komunikasi Internasional Arab Saudi menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan tersebut. Pertempuran yang kembali berkobar antara Arab Saudi dan kelompok Houthi telah meruntuhkan gencatan senjata tahun 2022 yang ditengahi oleh PBB.
Gencatan senjata tersebut sebelumnya sempat menghentikan sebagian besar serangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang menguasai Sanaa. Sejak saat itu, kelompok Houthi telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke bandara serta fasilitas minyak di Arab Saudi, sementara Riyadh membalas dengan serangan udara di Yaman untuk mendukung sekutu-sekutunya di negara tersebut.
Kementerian terkait menyatakan serangan tersebut menghantam rumah-rumah penduduk di kota Bani Hushaysh, sebuah wilayah yang menjadi basis kelompok Houthi di sebelah timur Sanaa.
Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Abdul-Aziz al-Dailami, direktur Rumah Sakit Sehatuna di Sanaa, mengatakan banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan, termasuk petugas tanggap darurat.
“Serangan terus berlanjut. Saat tim penyelamat tiba, serangan lain kembali menghantam. Kami bahkan kehilangan beberapa petugas medis kami sendiri yang gugur,” ujarnya.
Redaksi Energi Juang News




