Energi Juang News, Jakarta – “Merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa bagi saya untuk melangkah ke Senat AS guna mengabdi bagi negara bagian Michigan yang hebat. Michigan, kita telah melakukan apa yang menurut mereka mustahil untuk dilakukan. Kita menang. Bersama-sama. Kini, pekerjaan yang sesungguhnya pun dimulai.”
“Nama saya Abdulrahman Mohamed El-Sayed, dan saya merasa sangat bangga serta terhormat bisa berdiri di sini sebagai Senator terpilih Anda dari negara bagian Michigan yang hebat. Hingga saat ini, mungkin Anda memperhatikan bahwa saya selalu mengucapkan ‘Insyaallah’—atau ‘jika Tuhan menghendaki’—setiap kali hasil pemilihan ini dibahas. Namun hari ini, malam ini, kita bisa mengubah ‘Insyaallah’ tersebut menjadi ‘Alhamdulillah!'”
Menurut Clash Report, El-Sayed, seorang dokter keturunan Mesir-Amerika, berhasil mengalahkan kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers, meskipun sempat menghadapi serangan sentimen anti-Muslim selama masa kampanye.
MS Now melaporkan, kontestasi di Michigan sejak awal menjadi ujian bagi kedua partai. El-Sayed, mantan direktur kesehatan Wayne County, memenangkan nominasi pada bulan Agustus setelah mengungguli anggota DPR Haley Stevens dengan selisih tipis. Padahal banyak pemimpin partai menilai Stevens sebagai kandidat yang lebih kuat untuk pemilihan umum.
El-Sayed kemudian menjalankan kampanye yang intens dari spektrum politik kiri, yang berhasil membangkitkan semangat para pendukungnya, namun di sisi lain berisiko menjauhkan pemilih moderat.
Reaksi Mamdani
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, merayakan kemenangan bersejarah Abdul El-Sayed dalam pemilihan Senat. Ia menyebut kemenangan ini sebagai keberhasilan dalam melawan rasisme dan serangan pribadi yang, menurutnya, dialami El-Sayed sepanjang masa kampanye.
Mamdani, seperti dilansir Fox News, mengatakan bahwa ia belum berbicara dengan El-Sayed sejak pemilihan berlangsung, namun ia menilai hasil tersebut sangat berarti bagi banyak orang. Ia juga menyoroti besarnya dana yang dikerahkan untuk menentang El-Sayed.




