Energi Juang News, Jakarta – Beberapa hari terakhir, marak diangkat mengenai himbauan banyak pemerintah kepada warganya agar siap menghadapi krisis. Sejumlah Pemerintah di Amerika Utara, Eropa, dan Asia mengimbau warganya untuk menyimpan persediaan makanan dan air di rumah untuk kebutuhan selama beberapa hari.
Setidaknya 19 pemerintah dan Uni Eropa yang tersebar di tiga benua, seperti dikutip @TheSitRepPH di platform X mendesak warga mereka untuk bersiap-siap. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai apa yang melatarbelakangi seruan tersebut.
Menurut Kantor Kabinet Inggris, negara tersebut meluncurkan kampanye “Be Ready” (Bersiaplah) pada Kamis, 22 Oktober. Kampanye ini meminta setiap rumah tangga untuk menyimpan persediaan makanan yang tidak mudah rusak serta air minum dalam kemasan, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari jika terjadi gangguan.
Ancaman yang kita hadapi adalah nyata, dan ancaman tersebut kini semakin dekat dengan kita,” ujar Menteri Pertahanan Wes Streeting pada hari yang sama, dalam pidatonya di acara pembukaan UK Gun Hall di Telford.
Di Jepang, Menteri yang bertanggung jawab atas Penanggulangan Bencana, Goshi Hosono, berencana menyampaikan imbauan mendesak kepada publik pada tanggal 2 November—bertepatan dengan peresmian badan baru yang dibentuk untuk merespons gempa bumi besar serta bencana lainnya.
“Mohon siapkan persediaan makanan setidaknya untuk tiga hari—idealnya untuk satu minggu—serta perlengkapan sanitasi dan air,” ujar Hosono dalam sebuah program daring di Fuji TV pada 26 Oktober.
Strategi Preparedness Union (Persatuan Kesiapsiagaan) dari Komisi Eropa menetapkan pedoman agar “setiap penduduk mampu mencukupi kebutuhan sendiri setidaknya selama 72 jam” dalam menghadapi berbagai ancaman, mulai dari bencana alam hingga ancaman hibrida. Pedoman ini bersifat tidak mengikat.
Durasi waktu yang disarankan bervariasi: Belgia, Prancis, Belanda, Finlandia, dan Kanada menyarankan persiapan untuk 72 jam; Swedia, Norwegia, Estonia, Swiss, dan Taiwan menyarankan sekitar satu minggu; sementara Jerman menyarankan hingga 10 hari.
Di Washington, Pentagon mengumumkan program terpisah bernama FORTRESS America pada 30 September, yang ditujukan bagi pangkalan militer agar dapat menghasilkan listrik sendiri dan membangun cadangan pasokan—program ini ditujukan untuk pangkalan militer, bukan untuk rumah tangga.
“Setiap instalasi militer utama di Amerika akan menghasilkan listriknya sendiri,” ujar juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah unggahan di platform X pada 30 September. Ia menambahkan bahwa rantai pasokan yang krusial akan dialihkan ke dalam negeri.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengumumkan program tersebut pada 30 September dan menyebut FORTRESS America sebagai “polis asuransi nasional bagi wilayah Amerika.”




