Energi Juang News, Jakarta – Kasus jatuhnya pesawat Learjet di Palm Beach, Florida, salah satu yang disorot adalah kopilot yang baru berusia 20 tahun, Nathalia Gadelha Filgueiras. Menurut laporan dari New York Post, Seperti dikutip Kagan Dunlop di platform X, kopilot Gadelha berada di dalam pesawat Learjet 60 yang lepas landas dari Austin, Texas, dengan tujuan Bahama.
Pesawat itu lalu mengalami penurunan ketinggian yang tajam dengan kecepatan tinggi dan jatuh di kawasan permukiman Greenacres di Palm Beach County. Sembilan orang yang berada di dalam pesawat tersebut tewas. Tepat 10 menit sebelum kecelakaan, Filgueiras dilaporkan mengirim pesan kepada kekasihnya: “Saya sedang mengalami turbulensi, pesawat mengalami pembentukan es.”
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Filgueiras sempat mengungkapkan kebanggaannya karena ia dan kekasihnya sudah menjadi pilot di usia yang sangat muda.
“Seberapa sering Anda melihat dua pilot di bawah usia 21 tahun yang memiliki lisensi komersial, kualifikasi mesin ganda (multi-engine), instrumen, serta sertifikasi instruktur penerbangan (CFI/CFI-I)?” tulisnya seperti dikutip @ThayzzySmith.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, juga telah mengonfirmasi secara terbuka mengenai sembilan korban jiwa tersebut. Data pelacakan penerbangan dan rekaman komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara menunjukkan bahwa kru sempat melaporkan adanya pembentukan es (icing), turbulensi, dan curah hujan sebelum menyatakan kondisi darurat.
Melansir New York Post, ibu Filgueiras, Camila, beserta ayah tirinya telah mengonfirmasi kepada surat kabar tersebut bahwa ia memang merupakan kopilot dalam penerbangan itu. Media tersebut juga melaporkan bahwa Gadelha tumbuh besar di Palm Beach County dan sebelumnya sempat mendapat sorotan dari media lokal.
Pada Oktober 2023, saat masih duduk di bangku kelas terakhir di SMA West Boca Raton, ia berhasil memperoleh lisensi pilot pribadi melalui Akademi Penerbangan di bawah naungan Distrik Sekolah Palm Beach County—bahkan sebelum ia memiliki surat izin mengemudi kendaraan darat.
Berdasarkan informasi dari CBS12, terdapat catatan yang menunjukkan bahwa ia telah mengumpulkan sekitar 88 jam waktu terbang, sempat berlatih bersama ayahnya, serta memiliki cita-cita untuk menjadi pilot maskapai penerbangan komersial.
Aktivitas di media sosial dan unggahan pihak keluarga menunjukkan bahwa ia kemudian berhasil meraih kualifikasi untuk penerbangan komersial, pesawat bermesin ganda, penerbangan dengan instrumen (instrument rating), serta kualifikasi instruktur, dan telah menerbangkan berbagai jet bisnis, termasuk jenis Learjet 60.
Redaksi Energi Juang News




