Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 25

Prajurit Wafat di KRI dr. Radjiman, Ini Kata Koarmada I TNI AL

Jakarta, Energi Juang News- Seorang prajurit Kelasi Dua (KLD), Ghofirul Kasyfi (22), wafat di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat pada 26 April 2026.

TNI Angkatan Laut (AL) melalui Komando Armada (Koarmada) I pun mengklarifikasi informasi tersebut.

“Pertama-tama, jajaran TNI AL, khususnya keluarga besar Koarmada I menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum. Doa terbaik kami iringkan untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa dalam keterangan resmi di Tanjungpinang, Kepri, Kamis.

Kolonel Ary juga meluruskan terkait adanya pemberitaan mengenai kejanggalan fisik pada jenazah Ghofirul Kasyfi.

Ia menyampaikan berdasarkan hasil visum et repertum resmi yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Mintohardjo Jakarta tertanggal 26 April 2026, tidak ditemukan lebam akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh almarhum, dan tidak ditemukan pendarahan pada area selangkangan sebagaimana informasi yang beredar.

Pemeriksaan visum tersebut, kata dia, turut dihadiri oleh pihak keluarga Ghofirul, dan sudah dilakukan dokumentasi baik foto maupun video.

Adapun luka pada bagian leher merupakan luka tekan yang melingkar, disertai pengelupasan kulit ari yang pola dan karakteristiknya secara medis identik dengan luka gantung.

“Dengan demikian, hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa penyebab kematian almarhum adalah murni akibat gantung diri, bukan karena tindakan kekerasan,” ungkap Kadispen Koarmada I.

Kadispen lebih lanjut mengatakan, jenazah Ghofirul telah dimakamkan di kampung halamannya secara militer pada tanggal 27 April 2026 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemayoran, Bangkalan, Jawa Timur.
Kolonel Ary juga menegaskan pihak keluarga yang diwakili oleh ibu kandung almarhum telah menyatakan secara sadar untuk menolak tindakan otopsi yang dituangkan dalam dokumen pernyataan resmi pada tanggal 30 April 2026.

Sedangkan soal luka lebam pada jenazah yang terlihat sesaat sebelum dimakamkan, menurutnya, hal itu merupakan Livor Mortis atau salah satu tanda pasti kematian yang disebabkan berhentinya sirkulasi darah, sehingga sel darah merah mengendap ke bagian tubuh terendah akibat pengaruh gaya gravitasi.

Kadispen pun angkat suara menyangkut adanya pihak AL yang mendatangi kediaman Ghofirul, karena pada saat pengecekan personel di kapal, ia tidak hadir beberapa kali, sehingga pihak KRI meminta bantuan kepada Lanal Batuporon guna mengunjungi kediaman serta menanyakan keberadaannya.

“Untuk barang pribadi milik almarhum, sudah diantar dan diserahkan serta telah diterima oleh pihak keluarga, dalam hal ini ibu kandung almarhum atas nama Yatik Andriyani yang berada pada nomor urut satu di kartu keluarga almarhum,” ungkapnya.

Koarmada I mengimbau kepada media dan masyarakat untuk merujuk pada keterangan resmi dengan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga terhindar dari timbulnya spekulasi yang dapat melukai perasaan keluarga maupun mencederai nama baik institusi.

“TNI AL dalam hal ini Koarmada I tetap berkomitmen pada transparansi dan kebenaran fakta,” kata Kadispen Koarmada I.

 

Redaksi Energi Juang News

Misteri Hantu Pedagang Bakso: Kampung Tak Kasat Mata

Teror Pedagang Bakso
Teror Pedagang Bakso

Energi Juang News,Jakarta-Bagi sebagian orang, malam adalah waktu beristirahat. Tapi bagi mereka yang menggantungkan hidup dari jalanan, malam adalah kesempatan. Seperti Barun, seorang perantau yang mencoba bertahan hidup dengan mendorong gerobak bakso dari satu tempat ke tempat lain.

Barun, seorang penjual bakso keliling di Jakarta, tak pernah ia bayangkan bahwa di balik langkah kakinya mendorong gerobak, ia akan memasuki wilayah yang tak kasat mata, sebuah kampung yang isinya bukan manusia.

Barun, seorang perantau dari Padang, terkena PHK dari tempat kerjanya. Ia sempat putus asa, tapi memilih bangkit dengan membuka usaha bakso keliling. “Saya pikir, selama halal, saya jalanin aja,” ujar Barun.

Pada suatu sore, Barun memutuskan menjajal rute baru. Ia masuk ke sebuah komplek di Jakarta Timur yang belum pernah ia lewati sebelumnya. Komplek itu tampak normal: anak-anak bermain bola, ibu-ibu duduk di teras.

“Saya mikir, wah rame juga nih, cocok buat jualan,” katanya. Ia pun mulai menjajakan dagangannya, dan sambutan warga cukup hangat.

Namun menjelang tengah malam, saat ia hendak pulang melewati jalan kavlingan kosong di pinggir komplek, gerobaknya terasa berat. Ia memeriksa ban, tapi semuanya normal.

Tiba-tiba, ia mendengar suara daun berdesir. Saat menengadah, Barun melihat sesosok perempuan berpakaian putih duduk di atas pohon.

“Mukanya ancur banget, rambutnya panjang, matanya melotot,” ungkap Barun.

Panik, ia tinggalkan gerobaknya dan berlari ke pos ronda untuk meminta bantuan. Seorang bapak yang tadi membeli bakso menemaninya kembali.

Anehnya, saat bersama bapak itu, gerobaknya kembali ringan. Seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Beberapa hari kemudian, Barun kembali ke komplek tersebut karena dagangannya cukup laku di sana.

Di salah satu malam, seorang anak kecil memanggilnya untuk membeli bakso.

“Bentar ya bang, saya ambil duit dulu,” ucap anak itu lalu masuk ke rumahnya. Barun menunggu lebih dari 10 menit, hingga akhirnya bapak dari pos ronda lewat dan bertanya kenapa ia berdiri diam.

“Saya nunggu anak kecil yang beli bakso,” jawab Barun. Namun sang bapak kaget dan berkata, “Mas, itu rumah kosong. Udah lama gak ada orangnya.”

Ketika Barun menoleh, barulah ia sadar rumah itu terlihat kotor dan tak terurus. Rumput liar tumbuh tinggi di halaman. Sebelumnya, rumah itu tampak bersih di matanya. Ada apa sebenarnya?

Tak berhenti di situ. Beberapa malam setelahnya, Barun bermimpi melihat seorang ibu dan dua anaknya di rumah tersebut. Mereka tampak bahagia.

“Anehnya, dalam mimpi suasananya adem, hangat, bukan menyeramkan,” tutur Barun.

Yang lebih mengejutkan lagi, suatu malam ia kembali ke komplek itu. Seorang ibu-ibu datang membawa mangkuk kosong, hendak membeli bakso.

Tapi saat Barun hendak menyajikan, perempuan itu menghilang.

“Saya langsung merinding. Karena saya sadar… itu ibu-ibu yang saya lihat di mimpi,” katanya.

Tak lama setelah itu, temannya kesurupan di kontrakan mereka. Sosok yang merasukinya berkata, “Tolong bersihkan tempat itu… rumah yang pernah kamu mimpiin.”

Bersama warga dan tetangga, Barun akhirnya menemui satpam dan ketua RT setempat, lalu menceritakan semua kejadian.

Satpam pun membuka suara. Ia membenarkan bahwa rumah itu pernah dihuni oleh seorang ibu dan dua anaknya yang meninggal di dalam rumah, namun terlambat ditemukan hingga membusuk.

Sejak itu, rumah tersebut dibiarkan kosong dan tanpa doa.

Setelah warga mengadakan doa bersama, suasana di sana perlahan kembali normal. Rumah dibersihkan dan tak ada gangguan lagi.

Tapi Barun memutuskan untuk tidak berjualan ke sana lagi.

“Kampung lebih aman. Ramai, hangat, dan gak sunyi seperti komplek,” katanya.

Cerita Barun adalah kisah tentang lebih dari sekadar dagangan. Ini adalah kisah tentang keteguhan, keberanian, dan pertarungan antara dunia nyata dan dunia tak kasat mata.

Misteri hantu pedagang bakso bukan hanya tentang ketakutan. Ini adalah cerita tentang kehidupan yang bersinggungan dengan sesuatu yang belum selesai.

Redaksi Energi Juang News

Mabes TNI Tunjuk Letjen Robi Herbawan Jadi Kabais TNI

Jakarta, Energi Juang News – Mabes TNI menunjuk Letjen TNI Robi Herbawan menjadi Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI menggantikan Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang sebelumnya mengundurkan diri.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi oleh jurnalis, Kamis.

“Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan RI,” kata Rico.

Rico menjelaskan, penunjukan jabatan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi agar organisasi bisa semakin kuat dan berjalan efektif.

Sebelumnya, salah satu pejabat di Kemhan juga telah ditunjuk untuk menempati jabatan strategis di organisasi intelijen negara.
Pejabat tersebut yakni Letnan Jenderal TNI Agus Widodo yang ditunjuk menjadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara.

Penunjukan tersebut membuat jabatan yang ditinggalkan Agus Widodo yakni Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) harus ditempati orang lain.

Pada pertemuan antara Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, Senin (4/5), Sjafrie memperkenalkan pejabat yang akan menempati jabatan Dirjen Strahan yakni Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo.
Hal tersebut pun juga dibenarkan oleh Rico. “Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo menjadi Dirjen Strahan,” kata dia.

 

Redaksi Energi Juang News

Putri Suryaningsih: Kesucian Jubah dan Gelar Keagamaan Tak Boleh Jadi Perisai Kejahatan

Putri Suryaningsih GMNI Bogor

Jakarta, Energi Juang News – Aktivis Sosial Putri Suryaningsih menyatakan penangkapan Kiai Ashari (AS), pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, bukan sekadar keberhasilan kepolisian mencokok seorang buron. Menurutnya, hal itu adalah ujian krusial bagi integritas hukum di Indonesia ketika berhadapan dengan tembok tebal otoritas agama.

“Kasus ini membawa pesan keras, bahwa kesucian jubah dan gelar keagamaan tidak boleh menjadi perisai bagi kejahatan kemanusiaan,” tegas Putri, Kamis (7/5/2026).

Manipulasi Doktrin untuk Kejahatan Seksual

Putri melanjutkan, kasus di Pati ini mencolok karena adanya dugaan manipulasi doktrin. Dia menegaskan, ketika seorang tokoh agama menggunakan statusnya seperti klaim “Wali Allah” atau ancaman kualat untuk memaksa santriwati melayani nafsu bejatnya, ia tidak hanya melakukan tindak pidana pencabulan. Ia juga telah melakukan pengkhianatan spiritual.

“Di sini, hukum harus jeli melihat adanya relasi kuasa yang timpang, di mana korban yang mayoritas anak-anak dan yatim piatu berada dalam posisi tidak berdaya secara psikologis maupun sosial,” tegasnya.

Aktivis yang pernah menjadi pengurus GMNI Bogor itu melanjutkan, kesucian institusi agama tidak ditentukan oleh seberapa rapat kita menutupi aib di dalamnya, melainkan oleh seberapa berani kita membela mereka yang paling lemah. Jika seorang kiai melakukan kejahatan, maka ia adalah manusia biasa di mata hukum. Jubahnya tidak boleh menjadi penghalang bagi keadilan para penyintas.

Putri menyatakan, fakta bahwa kasus ini sempat terkatung-katung sejak 2024 menunjukkan adanya potensi resistensi sistemik. Di lingkungan komunal yang kental dengan ketaatan buta, kritik sering dianggap tabu.

Tolak Damai di Bawah Meja

“Namun, langkah Polresta Pati dan Polda Jateng yang akhirnya menangkap tersangka di Wonogiri adalah sinyal bahwa negara tidak boleh kalah oleh pengaruh lokal seorang tokoh,” ujar Putri.

“Mengawal proses peradilan ini berarti memastikan tidak ada intervensi dari pihak-pihak yang mencoba mendamaikan kasus ini di bawah meja dengan dalih menjaga nama baik institusi. Nama baik pesantren justru hanya bisa diselamatkan dengan membuang ‘kerikil dalam sepatu’ yakni oknum predator yang bersembunyi di baliknya,” sambungnya

Dengan jumlah korban yang diduga mencapai puluhan, Putri menilai pengawalan peradilan ini harus fokus pada pemulihan saksi dan korban.

Keberanian para santriwati untuk bersuara adalah tindakan heroik yang harus dijawab dengan vonis maksimal sesuai UU Perlindungan Anak dan UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual).

“Jika hukuman yang dijatuhkan ringan, maka hukum gagal memberikan efek jera dan justru memperpanjang trauma kolektif,” pungkasnya

Redaksi Energi Juang News

 

PBNU Tetapkan Muktamar NU Digelar Agustus, Ini Tanggalnya

Jakarta, Energi Juang News – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar pada 1 – 5 Agustus 2026. Demikian ditetapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Insya Allah Muktamar NU akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus tahun 2026,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis.

Namun demikian, PBNU belum memutuskan lokasi penyelenggaraan Muktamar.
Sejumlah daerah telah diusulkan untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU.

Meski demikian, penentuan lokasi kegiatan masih dalam pembahasan dengan mempertimbangkan kemudahan akses, ketersediaan sarana dan prasarana, serta waktu persiapan yang dinilai pendek.

“Ada beberapa daerah yang mengusulkan untuk menjadi tuan rumah seperti misalnya NTB, Sumatera Barat, dan di Jawa Timur. Tapi semuanya nanti tentu tergantung pada hasil rapat dengan mempertimbangkan berbagai hal termasuk akses, sarana prasarana, dengan pertimbangan waktu yang sangat pendek, sekitar dua bulan,” kata Saifullah Yusuf.

Sekjen PBNU yang juga menjabat Menteri Sosial ini menambahkan, agenda utama Muktamar ke-35 NU adalah pemilihan Ketua Umum PBNU.
Selain itu, juga akan dipilih orang-orang yang berpengaruh untuk masuk jajaran Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
Ahlul Halli Wal Aqdi ini merupakan mekanisme pemilihan Rais Aam.

Hingga saat ini, persiapan menuju Muktamar ke-35 NU masih terus dimatangkan.

PBNU juga sedang memverifikasi daftar peserta yang memiliki hak suara.

Sebelum Muktamar ke-35 NU digelar, PBNU dijadwalkan terlebih dulu mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) pada Juni 2026.

Hasil dari Munas dan Konbes itu akan dijadikan materi dalam Muktamar ke-35 NU.

Redaksi Energi Juang News

Minji Kembali ke NewJeans? Ini Kata ADOR

Seoul, Energi Juang News-Muncul rumor yang menyebut Minji akan kembali ke grup idola wanita NewJeans. ADOR selaku agensi yang menaungi grup itu pun memberikan tanggapan atas rumor tersebut.

Menurut siaran Soompi pada Kamis, akun Instagram resmi NewJeans mengunggah beberapa foto kue yang baru-baru ini dipanggang Minji untuk para penggemar yang mengunjungi kafe ulang tahunnya. Ini menjadi penyebab mencuatnya rumor tersebut.

Menanggapi hal itu, ADOR mengatakan bahwa saat ini sedang melanjutkan diskusi internal mengenai aktivitasnya di masa mendatang.

“Kami tidak memiliki detail spesifik untuk diberikan saat ini. Kami akan menghargai jika Anda dapat memahami bahwa diskusi secara umum berjalan ke arah yang positif,” kata agensi.

November lalu, ADOR mengumumkan kembalinya Haerin dan Hyein, dan pada bulan Desember Hanni juga kembali. Saat ini, Danielle telah diberitahu tentang pemutusan kontrak eksklusifnya, sementara kembalinya Minji masih dalam pembahasan.

Awal April lalu, Haerin, Hyein, dan Hanni terlihat sedang syuting di Kopenhagen, yang memicu rasa ingin tahu apakah Minji akan kembali.

 

Redaksi Energi Juang News

Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah hingga Mei 2026

Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah hingga Mei 2026

Energi Juang News, Jakarta – Perum Bulog mencatat penyerapan hasil panen petani terus meningkat pada awal Mei 2026. Capaian itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan realisasi penyerapan telah mencapai lebih dari 2,4 juta ton setara beras hingga 6 Mei 2026. Angka tersebut mendekati 60 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton setara beras tahun ini.

Penyerapan Gabah Capai 60 Persen Target

Rizal menyampaikan capaian itu saat meninjau stok cadangan beras pemerintah bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu.

“Dan sampai tanggal 6 Mei ini, kami sudah mencapai lebih dari 2,4 juta ton. Jadi hampir mencapai sekitar 60 persen dari total target 4 juta ton,” ujar Rizal di Jakarta, dikutip dari Antara.

Menurut dia, penyerapan gabah dan beras dilakukan dengan standar kualitas tertentu. Bulog hanya menerima hasil panen yang sudah memasuki usia optimal agar mutu beras tetap terjaga saat diproses maupun disimpan.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan kualitas beras yang masuk ke cadangan pemerintah tetap baik dan tahan dalam penyimpanan jangka panjang.

Bulog Tambah Kapasitas Gudang

Saat ini Bulog mengelola 1.555 gudang di berbagai daerah di Indonesia. Total kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 3,7 juta ton.

Namun, meningkatnya serapan hasil panen membuat kebutuhan ruang penyimpanan ikut bertambah. Karena itu, Bulog menyewa gudang tambahan dengan kapasitas mendekati 2 juta ton.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh hasil serapan petani dapat tertampung dengan optimal dan distribusi pangan tetap berjalan lancar.

Pemerintah Bangun 100 Gudang Baru

Pemerintah juga mendukung penguatan infrastruktur logistik pangan melalui pembangunan 100 gudang baru sepanjang 2026. Pembangunan diprioritaskan di wilayah terdepan seperti Nias, Natuna, dan Morotai.

Menurut Rizal, tambahan fasilitas itu diharapkan memperkuat distribusi cadangan beras nasional, terutama di daerah yang belum memiliki gudang memadai.

Secara keseluruhan, stok beras nasional yang dikelola Bulog kini mencapai sekitar 5,23 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketahanan pangan nasional hingga tahun depan.

Bulog menegaskan seluruh stok beras yang tersimpan merupakan cadangan pangan milik pemerintah. Persediaan itu terdiri dari beras medium dan premium yang digunakan untuk stabilisasi harga serta bantuan kepada masyarakat.

Redaksi Energi Juang News

Kematian Dokter di Jambi: Evaluasi Total Program Internship!

Meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy di RSUD KH Daud Arif, Jambi, bukan sekadar kabar duka dalam dunia kesehatan. Peristiwa tersebut harus dibaca sebagai alarm serius bahwa sistem program internship dokter di Indonesia membutuhkan evaluasi total dan menyeluruh.

Ketika seorang dokter muda meninggal di tengah program pengabdian dan pembelajaran profesi, negara tidak boleh sekadar berhenti pada ungkapan belasungkawa.

Negara harus bertanya secara jujur: apakah sistem yang dibangun selama ini telah manusiawi?

Program internship sejatinya dirancang sebagai proses transisi dari pendidikan akademik menuju praktik profesional. Dalam teori pendidikan profesi, internship dimaksudkan untuk memperkuat kompetensi, etika pelayanan, dan pengalaman klinis melalui supervisi yang sehat.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit laporan mengenai beban kerja berlebihan, jam kerja tidak manusiawi, tekanan psikologis tinggi, serta kultur senioritas yang membuat peserta internship rentan mengalami kelelahan fisik maupun mental.

Dalam perspektif teori hubungan industrial dan kesehatan kerja, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk overwork culture. Sosiolog Jerman Max Weber pernah menjelaskan bagaimana rasionalitas birokrasi modern sering kali mendorong manusia diperlakukan layaknya instrumen produksi semata. Ketika orientasi pelayanan kesehatan hanya berfokus pada efisiensi dan kebutuhan sistem, sementara keselamatan tenaga medis muda diabaikan, maka yang terjadi adalah dehumanisasi profesi.

Fenomena kerja berlebihan juga telah lama dikritik oleh filsuf Korea Selatan Byung-Chul Han dalam konsep burnout society. Menurut Han, masyarakat modern menciptakan budaya pencapaian tanpa batas yang mendorong individu mengeksploitasi dirinya sendiri hingga mengalami kelelahan ekstrem.

Dalam konteks internship dokter, situasi itu terlihat ketika dokter muda dipaksa bekerja dalam ritme panjang dengan tekanan tinggi, namun minim perlindungan psikologis dan sosial.

Lebih jauh, praktik kerja berlebihan dalam internship jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, menegaskan bahwa setiap manusia harus diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat. Program pendidikan profesi yang membiarkan peserta mengalami kelelahan ekstrem hingga mengancam keselamatan jiwa jelas tidak mencerminkan nilai kemanusiaan tersebut.

Selain itu, sila kelima mengenai “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” juga mengandung prinsip perlindungan terhadap hak-hak pekerja, termasuk hak atas lingkungan kerja yang sehat dan aman. Internship tidak boleh dijadikan legitimasi untuk mengeksploitasi tenaga kerja murah atas nama pengabdian. Sebab pendidikan profesi bukanlah ruang pembenaran bagi pelanggaran hak-hak dasar manusia.

Dalam teori psikologi kerja, Christina Maslach melalui konsep burnout syndrome menjelaskan bahwa kelelahan kerja kronis dapat memicu penurunan kesehatan fisik, gangguan emosional, depresi, bahkan kematian. Burnout bukan persoalan individu yang “kurang kuat”, melainkan akibat sistem kerja yang tidak sehat.

Karena itu, pendekatan yang menyalahkan ketahanan mental dokter muda harus dihentikan. Fokus utama harus diarahkan pada reformasi sistem.

Evaluasi total program internship menjadi kebutuhan mendesak. Pertama, harus ada pembatasan jam kerja yang tegas dan terukur sebagaimana standar keselamatan kerja internasional. Dokter internship tetap manusia yang memiliki batas biologis dan psikologis.

Kedua, pemerintah perlu membangun mekanisme pengawasan independen terhadap pelaksanaan internship di rumah sakit daerah agar tidak terjadi penyalahgunaan tenaga dokter muda.

Ketiga, dukungan kesehatan mental wajib menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan profesi kedokteran.
Selain itu, kultur senioritas dan glorifikasi kerja tanpa henti juga harus diubah.

Selama ini, terdapat pandangan bahwa kelelahan ekstrem adalah “ritual” untuk menjadi dokter tangguh. Cara berpikir seperti itu sudah usang dan berbahaya.

Profesionalisme tenaga medis tidak diukur dari kemampuan bertahan dalam eksploitasi, melainkan dari kompetensi, empati, dan kualitas pelayanan.

Kasus meninggalnya dr. Myta harus menjadi momentum pembenahan besar dalam tata kelola internship kedokteran di Indonesia. Jangan sampai tragedi serupa terus berulang hanya karena sistem enggan berubah.

Negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional memastikan pendidikan profesi berjalan secara manusiawi, aman, dan sesuai nilai-nilai Pancasila. Sebab pada akhirnya, sistem kesehatan yang baik bukan hanya soal menyelamatkan pasien, tetapi juga melindungi mereka yang mengabdikan hidupnya untuk menyelamatkan orang lain.

 

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

 

Redaksi Energi Juang News

Taman Safari Siap Rebut Pengelolaan Bandung Zoo

Taman Safari Siap Rebut Pengelolaan Bandung Zoo

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Kota Bandung mulai membuka proses kerja sama pengelolaan kawasan kebun binatang di Jalan Tamansari. Sejumlah pengelola lembaga konservasi nasional menyatakan minat untuk mengikuti tender tersebut. Salah satunya adalah Taman Safari Indonesia yang menilai kawasan itu memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih modern.

Taman Safari Ikut Tahap Awal Tender

Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, mengatakan pengelolaan lembaga konservasi tidak hanya berkaitan dengan operasional harian. Menurut dia, pengelolaan juga menyangkut kesejahteraan satwa, edukasi publik, kepatuhan regulasi, hingga keberlanjutan institusi dalam jangka panjang.

“Aspek konservasi harus tetap menjadi prioritas utama dalam proses pengelolaan,” kata Aswin dalam keterangannya, Rabu, 6 Mei 2026.

Taman Safari diketahui telah mengikuti tahapan awal tender yang difasilitasi Pemerintah Kota Bandung. Perusahaan itu juga hadir dalam forum market sounding yang digelar sebelumnya.

Aswin berharap proses lelang berjalan transparan dan memberi kesempatan yang sama bagi pihak yang memiliki kemampuan serta komitmen mengelola lembaga konservasi secara profesional.

Ia menilai Bandung Zoo memiliki posisi strategis untuk berkembang menjadi lembaga konservasi modern berstandar internasional tanpa meninggalkan nilai sejarahnya bagi masyarakat Kota Bandung.

Pemkot Bandung Tawarkan Kerja Sama 26 Tahun

Pemerintah Kota Bandung mengumumkan pembukaan kerja sama pemanfaatan aset daerah di kawasan Bandung Zoo melalui akun Instagram resminya pada Rabu sore, 6 Mei 2026.

Skema yang ditawarkan berupa kerja sama pemanfaatan (KSP) atas tanah dan bangunan di area kebun binatang tersebut. Kawasan itu nantinya diarahkan untuk konservasi satwa yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau, edukasi, serta rekreasi masyarakat.

Pemkot Bandung menawarkan masa kerja sama selama 26 tahun bagi pengelola terpilih.

Sesuai jadwal yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, pengumuman tender dilakukan pada 5 dan 8 Mei 2026. Pengambilan dokumen lelang berlangsung pada 7-12 Mei di kantor unit pelayanan pemanfaatan tanah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung.

Sementara penjelasan tender dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei 2026 di kawasan Jalan Cihampelas, Bandung. Pemasukan dokumen penawaran dibuka pada 18-21 Mei, sedangkan penetapan pengelola Bandung Zoo dijadwalkan pada 25 Mei 2026.

Gembira Loka Zoo Juga Berminat

Selain Taman Safari, pengelola Gembira Loka Zoo juga menyatakan ketertarikannya mengikuti tender pengelolaan Bandung Zoo.

Direktur Utama Gembira Loka Zoo, Tirtodiprojo, mengatakan pihaknya sempat mengirim perwakilan untuk menghadiri paparan rencana lelang pada 13 April 2026.

Namun, sebelum memastikan ikut tender, pihaknya masih menunggu kejelasan sejumlah persoalan hukum terkait Bandung Zoo. Beberapa di antaranya menyangkut status tanah, klaim aset Pemerintah Kota Bandung, nasib karyawan, hingga kepemilikan satwa.

“Satwa yang dilindungi milik pemerintah, sedangkan satwa yang tidak dilindungi perlu diperjelas status kepemilikannya,” ujar Tirto.

Redaksi Energi Juang News

Rumput Mince Non Standar FIFA Nyaris Kena “Linggis” Tetangga

Bendot digebukin warga
Bendot digebukin warga

Energi Juang News,Gresik- Bandot, 42, agaknya predator seksual yang lolos dari pengamatan. Punya tetangga berbini cantik, otaknya langsung ngeres. Dia ingin sekali “main bola” dengan rumput tetangga meski di luar standar FIFA.

Sialnya Mince, 24, tidak menanggapi, sehingga “linggis pendek” Bandot gagal beraksi, bahkan dia ditahan di kantor Polisi.

Otak dan otot itu harus sinkron. Jika tidak, sangat berbahaya! Karena jika hanya mengandalkan otot, otaknya tidak bekerja untuk menyeleksi mana perbuatan baik dan mana pula perilaku jahat.

Dekadensi moral dalam masyarakat terus terjadi juga karena orang lebih dominan dengan ototnya, tidak mau menggunakan otaknya. Akibatnya kerja polisi pun semakin sibuk, lebih-lebih jika otot lepas kendali itu menyangkut urusan yang di bawah perut.

Contohnya ya si Bandot, warga Kabupaten Gresik ini. Ketika punya tetangga keluarga muda, pikirannya jadi tak fokus pada keluarganya. Soalnya pasangan Parcil, 27, dan Mince ini begitu serasi.

Yang cowok tampan, istrinya cantik pula. Bila berjalan berdua-dua, suami istri ini bagaikan Romi dan Yuli, nampak begitu kompak. Tapi nggak tahu ya soal pilihan Capres.

Bagi predator seks macam Bandot, yang menarik justru istrinya tersebut. Mince ini kok begitu sempurna; kulit putih bersih, betis mbunting padi, bodi sekel nan cemekel kayak ayam horen.

Dan rambutnya panjang menggapai pantat, sungguh memikat dan spontan menaikkan gairah syahwat. “Kapan-kapan bisa jadi obat,” begitu kata Bandot jika pinjam istilah tukang jamu sebelah.

Tapi karena peluangnya tak pernah ada, akhirnya ya sebatas wacana belaka. Yang pasti setiap melihat Mince belanja ke warung, mata Bandot langsung jelalatan.

Lagi-lagi dia membenarkan, hijaunya rumput tetangga itu memang lebih menarik,  meski tidak berstandar FIFA. Bandot pengin “main bola” di sana, tapi bagaimana caranya?

Kebetulan di rumah Bandot sedang mbetuli pintu, karena kusen pintunya berubah. Untuk meluruskannya perlu sebuah linggis. Kebetulan ia tahu keluarga Parcil memiliki, sehingga pinjamlah ke sana.

Saat ketok pintu niat pijam linggis, munculah Mince dengan berbalut handuk, karena baru selesai mandi. Bendot seketika terbelalak melihat kemolekan Mince yang mengundang syahwatnya. Dalam obrolan, Mince sempat bilang kalau suami sedang keluar kerja.

Otak ngeres bendot bimbang antara  soal masih fokus pada pintunya yang miring, dan bagaimana sentolopnya kembali tegak dan pintu kamar Mince bisa ditutup dengan sempurna.

Nah, Bendot pun punya ide yang menurutnya sempurna. Ketika mengembalikan linggis itulah Bandot mulai berulah. “Suami belum pulang, Mbak?” tanya Bandot sambil menyerahkan linggis. Ketika tuan rumah menjawab belum, mendadak sontak “linggis pendek”yang selalu dirawat milik Bandot sendiri langsung sontak berontak.

Karena motivator bilang bahwa kesempatan takkan datang dua kali, langsung saja Mince disergap. Mince melompat kaget dan berusaha menghindari Bendot. Tapi sang Garangan tak berhenti diditu, Bendot makin kedetanan dan tangannya mulai meraba-raba sekwilda-nya, baru kemudian mengarah target utama.

Menghadapi serangan Bendot, saat ada kesempatan Mince berkelit sambil keluar dan berteriak minta tolong siang itu. Suasana yang tadinya tadinya adem ayem berubah panas. Yang merasa laki laki dmendengar suara minta tolong Mince, langsung berkerumun mencari sumber suara.

Begitu mendengar tangis dan cerita Mince, tanpa komando warga dengan emosi tinggi langsung menangkap Bendot yang celingukan hendak kabur. Tanpa babibu bogem mentah warga yang emosi melayang berkali kali ke tubuh Bendot.

Dalam keadaan muka bonyok Bendotpun diserahkan Polisi. Akhirnya gagalah misi “main bola” Bandot, bahkan kini mendekan di dinginnya lantai penjara.

Linggis pendek Bandot mana bisa buat nylumbat!

Redaksi Energi Juang News