Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 31

Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Meninggal

Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Meninggal

Energi Juang News, Jakarta – Peristiwa duka terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Seorang Kades Buncitan ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya pada akhir pekan lalu. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.

Kronologi Penemuan oleh Petugas Kebersihan

Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, berinisial MJ (56), ditemukan tak bernyawa di kantor desa pada Minggu (3/5/2026) sore. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan balai desa, Khosim.

Khosim mengaku mulai curiga saat melihat sepeda motor milik korban masih terparkir hingga sore hari. Padahal, biasanya kendaraan tersebut sudah tidak berada di lokasi jika kepala desa telah pulang.

Sekitar pukul 16.30 WIB, saat hujan turun, Khosim masuk ke dalam kantor untuk mencuci tangan. Ia kemudian melintas di depan ruang kerja kepala desa yang terlihat gelap dengan pintu tidak terkunci.

Korban Ditemukan di Ruang Kerja

Kecurigaan membuat Khosim memeriksa kondisi di dalam ruangan. Ia lalu mendapati korban dalam keadaan tidak bernyawa.

Korban ditemukan dalam posisi duduk di sofa dengan kondisi leher terikat tali. Menyadari hal itu, saksi langsung panik dan keluar untuk meminta bantuan warga sekitar serta ketua RW setempat.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.

Polisi akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung.

Redaksi Energi Juang News

Dari Chat Mesra Hingga Tisu Misterius

Ketahuan
Ketahuan

Energi Juang News, Bali – Malam di Klungkung yang biasanya tenang ditemani suara jangkrik dan obrolan santai warga, tiba-tiba berubah menjadi ribut dadakan karena satu kisah rumah tangga yang mendadak viral dari grup WhatsApp ke warung kopi, skandal Bendot dan Mince.

Semua bermula dari kecurigaan perihal penyakit klasik yang sering datang tanpa undangan, tapi jarang meleset. Gede (29), seorang suami yang awalnya hanya ingin hidup damai, mulai merasa ada yang “tidak beres” dari gerak-gerik istrinya, Mince (25).

“Perasaan saya kok beda, chat-nya sering senyum sendiri,” kira-kira begitu isi hati Gede, kalau dijadikan subtitle kehidupan.

Alih-alih langsung marah atau curiga buta, Gede memilih jalur modern: teknologi. Tanpa sepengetahuan istrinya, ia menautkan WhatsApp ke perangkat lain. Dan benar saja—apa yang ia temukan bukan sekadar obrolan biasa.

Isi chat itu? Bukan lagi soal “sudah makan belum,” tapi sudah naik level ke “kapan ketemuan? Sentolopnya kurang gizi nih..”

Nama yang sering muncul di layar itu Bendot (35). Dari sinilah cerita berubah dari drama ringan menjadi thriller rumah tangga.

Pada Jumat malam sekitar pukul 18.34 Wita, Gede memutuskan untuk tidak hanya jadi pembaca chat pasif. Ia mengikuti jejak digital istrinya menuju lokasi yang telah disepakati dalam percakapan—rumah Bendot.

Namun, setibanya di lokasi, Gede sempat kebingungan. Istrinya tidak terlihat. Seperti adegan film detektif, ia kembali membuka WhatsApp Web, membaca ulang petunjuk, dan akhirnya… bingo!!!

Apa yang terjadi telah diduga Gede dari investigasi Chat mesum istrinya.

Gede menemukan kenyataan istrinya masuk kerumah Bendot tanpa ketuk pintu. Gede dengan amarah yang terprndam berusaha mengiklaskan istrinya digarap sentolop Bendot hingga akhir. Berharap dia mempunyai cukup bukti. dan benar saja, setelah satu jam menunggu Bendot keluar dari rumah, cari angin karena keringatan setelah menikmati kemolekan Mince beronde ronde.

Betapa kaget Bendot, melihat Gede berada diruang tamu menunggu dengan amarah dan dendam memuncak. Bogem mentah Gede langsung melayang mengenai kepalanya bertubi tubi.

Merasa bersalah telah menggauli istri orang,Bendot meminta maaf.

“Saya minta maaf…” kata yang keluar dari mulut Bendot yang datang terlambat.

Sementara itu, Mince masih berada di dalam kamar mendengar keributan diluar ketakutan, sampai lupa mengenaikan penutup badan.

Gede, yang mungkin sudah kehabisan kata-kata, meraangsek ke dalam kamar memilih menggunakan kamera ponselnya. Ia merekam situasi tersebut sebagai bukti.

Sungguh suasana yang tak diharapkan Gede melihat banyak tisu berceceran, dengan aroma pandan yang khas berada di sekitar tempat tidur. Bukti kecil yang justru berbicara lebih keras daripada ribuan kata.

Di sisi lain, Mince yang menyadari situasi semakin runyam, langsung berusaha “membersihkan jejak.” Tisu itu dibuang cepat cepat disapu, seolah berharap masalah ikut hilang bersama debu.

Gede yang melihat tingkah istrinya itu malah tertawa tapi mengejek dan marah, sudah tak ada kata lagi yang bisa mewakili kekesalannya diselingkuhi selain melapor polisi.

Kasus ini kemudian dilaporkan Gede ke pihak kepolisian. Dalam waktu kurang dari enam jam sejak kejadian, laporan resmi masuk sebagai dugaan tindak pidana perzinaan.

Dan di Klungkung, malam itu, bukan hanya hati yang remuk. Tapi juga reputasi yang runtuh, perlahan namun pasti.

Redaksi Energi Juang News

Na Daehoon Batasi Akses Anak Bertemu Jule

Na Daehoon Batasi Akses Anak Bertemu Jule

Energi Juang News, Jakarta- Keputusan penting diambil seorang kreator konten terkait kehidupan pribadinya. Ia menilai situasi yang terjadi belakangan ini tidak lagi kondusif bagi anak-anaknya.

Na Daehoon membatasi akses pertemuan anak-anaknya dengan mantan istrinya, Jule. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan, setelah muncul sejumlah kejadian yang dianggap telah melampaui batas.

Alasan Pembatasan Akses

Daehoon menegaskan keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Ia mengaku menemukan beberapa hal yang dinilai tidak pantas dan berpotensi berdampak pada kondisi anak.

Melalui unggahan di Instagram pada Minggu (3/5), ia menyampaikan kekhawatirannya. Salah satu yang disorot adalah dugaan penggunaan produk kosmetik dewasa pada anak-anak. Selain itu, ia juga menyinggung keterlibatan pihak yang berkaitan dengan konflik rumah tangga di masa lalu.

Menurutnya, situasi tersebut bukan hanya berisiko bagi perkembangan anak, tetapi juga dapat merendahkan posisinya sebagai ayah.

“Saya sebagai ayah dan pemegang hak asuh memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak,” tulisnya.

Tegaskan Tidak Putuskan Hubungan Ibu dan Anak

Meski membatasi akses, Daehoon memastikan tidak berniat memisahkan anak dari ibu kandungnya. Ia tetap menghormati peran Jule dalam kehidupan anak-anak mereka.

Namun, ia menekankan bahwa pertemuan harus berlangsung dalam batas yang sehat dan aman. Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi hal utama demi menjaga kondisi psikologis anak.

“Akses tersebut harus berjalan dengan batasan yang sehat, aman, dan tidak merugikan anak-anak,” ujarnya.

Siap Tempuh Jalur Hukum

Di akhir pernyataannya, Daehoon juga memberi peringatan kepada pihak yang menyebarkan informasi tidak benar. Ia membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan fitnah atau opini yang merugikan.

Saat ini, fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang stabil bagi tumbuh kembang anak-anaknya. Diketahui, hak asuh penuh atas anak berada di tangan Daehoon berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Redaksi Energi Juang News

Dosen Ngamar Sama Mahasiswa: Uji Nyali Satgas PPKS dan Integritas Kampus

Dosen Ngamar Sama Mahasiswa: Uji Nyali Satgas PPKS dan Integritas Kampus

Dunia pendidikan tinggi di Jambi sedang tercoreng. Pelanggaran etik berat yang seharusnya menjadi “wilayah terlarang” justru terjadi di tempat yang paling tidak layak: kamar kos seorang mahasiswi. Peristiwa penggerebekan oknum akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi oleh istrinya sendiri pada akhir pekan lalu bukan sekadar urusan rumah tangga, melainkan representasi ambruknya moralitas publik di ranah akademik.

Peristiwa yang terjadi di kawasan Telanaipura ini sungguh memalukan. Seorang Wakil Dekan, yang notabene adalah pemegang amanat moral tertinggi di fakultas, justru tertangkap basah sedang ngamar bersama seorang mahasiswi. Publik bertanya, di manakah logika dan kontrol diri seorang pendidik? Ketika seorang dosen dengan mudahnya menyalahgunakan relasi kuasa yang tidak seimbang antara pengajar dan mahasiswa, maka ia telah gagal menjalankan tugas suci sebagai teladan.

Seharusnya, seorang akademisi yang memilih karir di dunia pendidikan tinggi sadar betul bahwa standar moral yang dibawanya lebih berat daripada profesi lain. Mereka adalah role model. Saat seorang dosen memasuki kamar kos mahasiswi secara sembunyi-sembunyi, ia tidak hanya menghancurkan istrinya sendiri, tetapi juga meracuni ekosistem kampus yang asri dengan penyakit perzinahan dan konflik kepentingan. Tindakan ini membuat civitas academica lain yang benar dan jujur menjadi malu karena dicemari satu oknum.

Meskipun pihak kampus sudah bergerak cepat dengan menonaktifkan yang bersangkutan, rakyat Jambi dan seluruh civitas akademika menunggu langkah berikutnya. Sanksi pemecatan harus menjadi pilihan utama jika terbukti bersalah. Jangan sampai alasan menjaga “nama baik kampus” dan “citra institusi” justru menjadi tameng untuk melindungi predator pendidikan. Efek jera yang paling manusiawi adalah memberikan sanksi maksimal agar kasus ini tidak menjadi “penyakit kronis” yang ditaruh di bawah karpet, sehingga dosen lain berpikir dua kali untuk melakukan hal serupa.

Sorotan tajam juga tertuju pada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Publik perlu bertanya, apakah Satgas PPKS di UIN Jambi bekerja secara maksimal atau hanya sebagai formalitas untuk memenuhi regulasi? Berdasarkan data yang dihimpun, UIN Jambi sebenarnya sudah membentuk Satgas PPKS sejak Februari 2024 hingga melakukan sosialisasi di berbagai fakultas. Bahkan, satgas ini juga didukung oleh Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD).

Lantas, kenapa kasus “ngamar bareng” ini bisa luput dari deteksi dini hingga terjadi penggerebekan oleh pihak istri?

Jika Satgas PPKS memiliki program edukasi dan pengawasan yang masif, semestinya ada laporan atau keanehan yang terdeteksi dari interaksi dosen dan mahasiswi tersebut. Dengan adanya kasus ini, fungsi Satgas PPKS harus diuji secara mendesak. Jangan sampai satgas hadir hanya saat sosialisasi di auditorium, tetapi buta ketika ada predator bebas berkeliaran di kamar kos. Kami mendesak Rektorat untuk segera mengaudit kinerja satgas: apakah mereka sudah proaktif menerima laporan? Atau justru menunggu viral di media sosial baru bergerak?

Kasus ini adalah lakmus uji bagi kampus UIN Jambi. Pilihan di depan mata sangat sederhana: tegas, pecat, dan selamatkan marwah kampus; atau tutup mata, pertahankan status quo, dan biarkan institusi perlahan layu dimakan rayap moral. Jika tidak ada efek jera, jangan heran jika peristiwa serupa akan menjadi rahasia umum yang merusak sendi-sendi Islam rahmatan lil ‘alamin di bumi Jambi.

Esteria Tamba
(Aktivis, Penulis)

Kasus Dosen UIN Jambi, DPR Minta Sanksi Tegas

Kasus Dosen UIN Jambi, DPR Minta Sanksi Tegas

Energi Juang News, Jakarta- Peristiwa yang melibatkan tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi negeri di Jambi memicu perhatian publik. Otoritas kampus langsung mengambil langkah awal untuk menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu hasil pemeriksaan.

DPR Soroti Pentingnya Ketegasan Kampus

Kasus dosen UIN Jambi menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. Ia menilai keputusan kampus menonaktifkan dosen berinisial DK sudah tepat sebagai langkah awal.

Menurut Hadrian, kampus perlu bersikap tegas, tetapi tetap mengedepankan proses disiplin yang adil dan terukur. Ia menekankan, penanganan kasus harus mengacu pada kode etik dosen serta aturan internal yang berlaku.

“Melalui investigasi resmi, sanksi dapat dijatuhkan secara proporsional, mulai dari peringatan berat hingga pemberhentian jika terbukti pelanggaran berat,” ujar Hadrian, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, ketegasan penting untuk menjaga integritas lembaga. Namun, seluruh proses harus berbasis bukti dan mengikuti prosedur yang jelas.

Kronologi Penggerebekan di Kos

Sebelumnya, dosen berinisial DK digerebek oleh istrinya bersama warga saat berada di sebuah kos-kosan dengan seorang mahasiswi. Penggerebekan dilakukan setelah adanya pembuntutan.

Istri DK datang didampingi Ketua RT, lurah, aparat kepolisian, serta Babinsa. Peristiwa itu terjadi di salah satu wilayah di Jambi dan langsung menjadi sorotan masyarakat.

Kampus Lakukan Penonaktifan Sementara

Pihak Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyayangkan kejadian tersebut. Rektor Prof Kasful Anwar menyatakan kampus akan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Sebagai langkah awal, kampus menonaktifkan DK dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan. Selain itu, DK juga dihentikan sementara dari berbagai aktivitas yang mewakili institusi, baik di dalam maupun luar kampus.

Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas pemeriksaan serta memastikan kegiatan akademik tetap berjalan kondusif.

Hadrian menilai, peran dosen tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan moral. Ia mengingatkan, kasus seperti ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

Redaksi Energi Juang News

Dari Jogja ke Seoul: Jejak Global Dita Karang di Secret Number

Dita Karang
Dita Karang

Energi Juang News, Jakarta – Industri musik Asia dalam satu dekade terakhir mengalami perubahan besar. Gelombang budaya populer Korea Selatan atau K-Pop tidak hanya menjadi tren regional, tetapi juga fenomena global yang memengaruhi gaya hidup, fashion, hingga identitas generasi muda. Di tengah arus ini, muncul cerita menarik tentang bagaimana individu dari berbagai negara bisa masuk ke sistem industri yang terkenal ketat tersebut.

Salah satu kisah yang paling menarik perhatian datang dari Indonesia—seorang penari muda yang berani menembus batas geografis dan budaya untuk mengejar mimpinya di panggung internasional.

Pada 19 Agustus 2025, agensi Vine Entertainment mengumumkan perubahan besar dalam grup Secret Number. Meski empat anggota lama—Lea, Minji, Jinny, dan Dita Karang—telah hengkang, grup ini tetap melanjutkan perjalanan dengan formasi enam anggota baru.

Perubahan ini mencerminkan dinamika industri K-Pop yang sangat kompetitif dan cepat beradaptasi. Pergantian anggota bukan hal baru, tetapi tetap menyisakan cerita dan warisan dari para anggota sebelumnya—termasuk sosok yang paling membekas bagi penggemar Indonesia.

Nama Dita Karang menjadi sorotan sejak debut Secret Number pada 19 Mei 2020. Ia bukan hanya anggota biasa, tetapi satu-satunya idol asal Indonesia di grup tersebut.

Lahir di Yogyakarta pada 25 Desember 1996 dengan nama lengkap Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang, Dita sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia tari sejak usia muda. Ketertarikan ini berkembang menjadi dedikasi serius saat ia duduk di bangku SMP, mengikuti berbagai kompetisi dan tampil di panggung.

Inspirasi awalnya datang dari grup legendaris K-Pop, 2NE1. Dari sana, mimpi untuk menjadi bagian dari industri K-Pop mulai terbentuk—sebuah mimpi yang saat itu mungkin terasa jauh, tetapi tidak mustahil.

Setelah lulus SMA, Dita mengambil langkah besar dengan melanjutkan pendidikan di AMDA College and Conservatory of the Performing Arts, New York. Di sana, ia memperdalam seni pertunjukan sekaligus membuka peluang untuk terhubung dengan industri hiburan global.

Selain pendidikan formal, Dita juga menjalani pelatihan di Born Star Training Center, sebuah lembaga yang dikenal melahirkan talenta K-Pop. Ia juga terlibat dalam komunitas tari 1 Million Dance Studio, yang terkenal sebagai pusat koreografi modern.

Perjalanan ini menunjukkan bahwa menjadi idol K-Pop bukan sekadar bakat, tetapi juga hasil dari investasi waktu, pendidikan, dan latihan yang konsisten.

Kesempatan Dita datang secara tidak terduga—melalui audisi yang diadakan di kelas tari saat ia masih di New York. Sebelumnya, ia sempat mengalami beberapa kegagalan dalam audisi lain. Namun, ketekunannya membuahkan hasil ketika ia diterima oleh Vine Entertainment.

Setelah itu, Dita harus pindah ke Korea Selatan dan menjalani masa pelatihan yang terkenal disiplin. Latihan mencakup vokal, tari, hingga kemampuan tampil di panggung dengan jadwal yang padat.

Tak hanya itu, ia juga harus mempelajari bahasa Korea dari nol—tantangan besar bagi siapa pun yang ingin berkarier di industri tersebut.

Pada 19 Mei 2020, Dita Karang resmi debut bersama Secret Number melalui lagu Who Dis? dan Holiday. Ia menempati posisi sebagai penari utama dan vokalis.

Namun, perjalanan awalnya tidak sepenuhnya mulus. Salah satu tantangan terbesar adalah penguasaan bahasa Korea. Dalam proses rekaman, Dita harus mengulang beberapa bagian untuk memperbaiki pelafalan.

Melalui latihan intensif dan penggunaan bahasa sehari-hari, ia berhasil menguasai bahasa Korea dalam waktu sekitar lima hingga enam bulan—pencapaian yang menunjukkan disiplin dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

Kehadiran Dita Karang di industri K-Pop memiliki makna yang lebih besar dari sekadar karier individu. Ia menjadi simbol bahwa talenta dari Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.

Dalam konteks budaya, Dita membawa representasi Asia Tenggara ke dalam industri yang sebelumnya didominasi oleh Korea, Jepang, dan China. Ini membuka pintu bagi lebih banyak talenta dari Indonesia untuk bermimpi lebih besar.

Kisah Secret Number dan Dita Karang juga mencerminkan bagaimana identitas artistik terus berkembang. Dalam dunia yang sangat visual dan kompetitif seperti K-Pop, seorang artis dituntut untuk tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Redaksi Energi Juang News

Inflasi Indonesia April 2026 Diprediksi 3,26%

Inflasi Indonesia April 2026 Diprediksi 3,26%

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah dan pelaku pasar menanti rilis data harga konsumen awal pekan ini. Sejumlah indikator menunjukkan tekanan harga mulai mereda setelah sempat meningkat pada bulan sebelumnya. Kondisi ini memberi ruang bagi stabilitas ekonomi jangka pendek.

Proyeksi Inflasi Masih dalam Target BI

Laju inflasi tahunan pada April 2026 diperkirakan turun menjadi 3,26 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi Maret yang mencapai 3,48 persen secara tahunan.

Dengan capaian tersebut, inflasi tetap berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5–3,5 persen. Data resmi indeks harga konsumen akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (4/5/2026).

Meski melandai, tren inflasi rendah ini diperkirakan tidak berlangsung lama. Tekanan harga berpotensi kembali meningkat mulai Mei hingga kuartal III-2026.

Harga Energi dan Rupiah Jadi Faktor Risiko

Ekonom Bloomberg Economics, Tamara Mast Henderson, menilai kenaikan harga energi global menjadi pemicu utama potensi lonjakan inflasi. Ketegangan geopolitik dan gangguan rantai pasok memperkuat tekanan tersebut.

Ia menyebut meningkatnya aversi risiko turut melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini mendorong kenaikan biaya impor.

Kenaikan harga minyak mentah juga berdampak luas. Ongkos transportasi meningkat dan harga pangan ikut terdorong naik. Dampaknya terasa pada inflasi inti.

Selain itu, pelemahan rupiah memicu arus modal keluar dari negara berkembang. Hal ini memperbesar beban impor bahan baku industri.

Subsidi Energi Tahan Dampak, Tapi Tekan APBN

Pemerintah masih mengandalkan subsidi energi untuk meredam dampak kenaikan harga global. Kebijakan ini dinilai efektif menjaga stabilitas harga dalam jangka pendek.

Namun, langkah tersebut mulai membebani ruang fiskal negara. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak Brent untuk pengiriman Juni berada di level US$114,01 per barel.

Setiap kenaikan US$1 per barel berpotensi menambah defisit anggaran hingga Rp6,8 triliun.

Hingga kuartal I-2026, defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen dari PDB. Jika harga minyak bertahan tinggi, tambahan defisit bisa mencapai Rp74,8 triliun.

Redaksi Energi Juang News

Danantara Beli Saham Aplikator Ojol: Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

Keputusan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk membeli sebagian saham aplikator ojek online (ojol) tidak bisa semata-mata dibaca sebagai langkah bisnis. Ia adalah strategi politik-ekonomi yang mencerminkan upaya menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah arus globalisasi platform.

Dalam lanskap ekonomi digital yang semakin terkonsentrasi, intervensi negara justru menemukan relevansinya. Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, tujuan utama dari langkah ini adalah memastikan adanya keadilan ekonomi bagi para pengemudi ojol, khususnya dalam hal potongan tarif yang lebih rasional.

Dalam perspektif Ekonomi Politik, kebijakan ini menunjukkan bahwa negara tidak sepenuhnya menyerahkan mekanisme pasar kepada korporasi, melainkan hadir untuk mengoreksi ketimpangan yang dihasilkan oleh platform digital.

Lebih jauh, Indonesia Strategic & Economic Action Institution (ISEAI) menegaskan bahwa masuknya Danantara sebagai pemegang saham bertujuan memperoleh “kontrol kebijakan” di tingkat direksi maupun komisaris. Ini penting, sebab dalam kerangka Platform Capitalism, perusahaan digital tidak hanya berfungsi sebagai perantara, tetapi juga sebagai penentu aturan main yang seringkali eksploitatif terhadap mitra kerja.

Dengan keterlibatan negara, arah kebijakan aplikator dapat diselaraskan dengan kepentingan nasional, termasuk perlindungan tenaga kerja dan distribusi keuntungan yang lebih adil.

Langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang telah menandatangani Perpres Nomor 27 Tahun 2026 semakin menegaskan keberpihakan negara. Penurunan potongan aplikator terhadap pengemudi menjadi sinyal konkret bahwa negara tidak hanya hadir sebagai regulator pasif, tetapi juga sebagai aktor yang aktif membentuk struktur pasar. Dalam kerangka State Capitalism, kebijakan ini mencerminkan model di mana negara menggunakan instrumen ekonomi untuk mencapai tujuan sosial dan politik yang lebih luas.

Kekhawatiran terhadap potensi merger antara Grab dan GoTo juga menjadi konteks penting. Jika merger tersebut terealisasi, dominasi perusahaan asing dalam penguasaan data dan struktur pasar digital Indonesia akan semakin kuat.

Dalam teori Data Sovereignty, penguasaan data bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut kontrol atas informasi strategis yang menentukan arah pembangunan ekonomi. GoTo selama ini telah menjadi simbol ekonomi digital nasional, dengan basis data yang sangat besar dan beragam. Jika kendali atas entitas ini berpindah ke korporasi asing, maka bukan hanya pasar yang terancam, tetapi juga kedaulatan digital Indonesia secara keseluruhan.

Dalam situasi seperti ini, kehadiran Danantara sebagai pemegang saham dapat berfungsi sebagai penyeimbang, bahkan sebagai benteng terakhir untuk menjaga kepentingan nasional.

Lebih dari itu, intervensi ini juga memberikan ruang bagi startup lokal untuk tetap tumbuh. Tanpa kehadiran negara, kompetisi akan berlangsung dalam arena yang timpang, di mana korporasi global dengan modal besar dan teknologi canggih akan dengan mudah mendominasi pasar.

Dalam perspektif Ekonomi Pembangunan, perlindungan terhadap industri domestik merupakan langkah yang sah dan seringkali diperlukan dalam fase pertumbuhan ekonomi digital.

Dengan demikian, rencana Danantara membeli sebagian saham aplikator ojol bukan sekadar langkah taktis, melainkan strategi struktural untuk menjaga kedaulatan digital Indonesia.

Ia adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan bahwa transformasi digital tidak berjalan liar tanpa arah, tetapi tetap berpijak pada kepentingan nasional. Di tengah ancaman dominasi asing dan konsentrasi kekuasaan ekonomi digital, langkah ini layak dipandang sebagai upaya menjaga masa depan ekonomi Indonesia agar tetap berdaulat.

 

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

 

Redaksi Energi Juang News

Ciri Pria Ngintip di Peron Kebayoran Terungkap

Ciri Pria Ngintip di Peron Kebayoran Terungkap

Energi Juang News, Jakarta- Seorang penumpang KRL mengungkap dugaan aksi pelecehan yang terjadi di area peron Stasiun Kebayoran. Peristiwa ini ramai diperbincangkan setelah korban membagikan pengalamannya di media sosial.

Kasus tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait keamanan penumpang perempuan di transportasi umum.

Kronologi Dugaan Pelecehan di Peron

Peristiwa ini disebut terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 18.58 WIB. Korban saat itu menaiki KRL rute Rangkasbitung menuju Tanah Abang dan berada di gerbong khusus perempuan.

Ia berdiri di dekat pintu agar mudah turun. Saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran, korban melihat sesuatu yang mencurigakan di bawah celah peron.

Korban kemudian menyadari adanya seorang pria yang bersembunyi di bawah peron. Pria tersebut diduga mengarahkan ponsel ke arah bawah rok korban.

“Saya awalnya bingung, tapi beberapa detik kemudian sadar ada laki-laki mengintip sambil mengarahkan HP,” ujarnya.

Korban langsung berteriak dan meminta perhatian penumpang lain. Sejumlah perempuan di sekitarnya ikut melihat dan meneriaki pelaku. Setelah aksinya diketahui, pria tersebut segera mundur dan menjauh.

Korban sempat merekam kejadian itu sebagai bukti. Namun, ia tidak dapat segera melapor karena pintu kereta telah tertutup dan perjalanan kembali berlanjut.

Ciri-ciri Terduga Pelaku

Pemilik akun yang membagikan kejadian ini kemudian menjelaskan ciri-ciri pria tersebut. Ia menyebut pelaku mengenakan kaos hitam dan sandal hitam.

“Rambutnya ikal, badannya kurus, dan tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, postur tubuh pelaku memungkinkan untuk bergerak di bawah peron yang sempit.

Respons KAI Commuter

Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. Petugas sempat menuju lokasi, namun tidak menemukan sosok mencurigakan.

Laporan awal diketahui disampaikan oleh pengguna lain di Stasiun Palmerah. Meski demikian, hasil penelusuran di lokasi tidak membuahkan hasil.

Petugas juga memeriksa rekaman CCTV di area stasiun. Namun, tidak terlihat adanya individu yang sesuai dengan laporan.

KAI Commuter mengapresiasi laporan dari pengguna. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejadian mencurigakan.

“Kami berkomitmen merespons cepat setiap laporan agar bisa ditangani sejak awal,” kata Leza.

Redaksi Energi Juang News

Polda Metro Kerahkan 3.545 Personel Demo Hardiknas

Polda Metro Kerahkan 3.545 Personel Demo Hardiknas

Energi Juang News, Jakarta – Sejumlah kelompok masyarakat dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa Hardiknas di Jakarta Pusat pada Senin (4/5/2026). Aparat kepolisian menyiapkan pengamanan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Ribuan Personel Disiagakan di Titik Aksi

Polda Metro Jaya mengerahkan total 3.545 personel gabungan untuk mengawal aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional. Personel tersebut terdiri dari 3.351 anggota Polda Metro Jaya, 176 personel Polres, serta 18 personel Kayan dan Padal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut massa diperkirakan berkumpul di sejumlah lokasi. Titik tersebut meliputi kawasan Monas, Gedung DPR/MPR RI, serta kantor Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek.

Selain itu, pengamanan turut diperkuat oleh Sabuk Kamtibmas yang melibatkan 250 personel. Mereka disebar di berbagai titik untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Pendekatan Humanis dan Rekayasa Lalu Lintas

Budi menegaskan, pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Polisi juga menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga penjagaan objek vital.

“Kami tekankan seluruh personel bertindak humanis. Kehadiran Polri untuk memastikan masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dengan aman,” ujarnya.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Pengaturan ini menyesuaikan kondisi di lapangan.

Masyarakat diminta menghindari ruas jalan di sekitar Monas, Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka, DPR/MPR RI, hingga Gatot Subroto. Pengguna jalan disarankan mencari rute alternatif agar tidak terjebak kemacetan.

Imbauan Aksi Damai dan Tertib

Kepolisian juga mengingatkan peserta aksi agar menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Massa diminta tidak membawa benda berbahaya dan tidak mudah terprovokasi.

Menurut Budi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan publik.

“Silakan menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Mari bersama menjaga Jakarta tetap aman,” katanya.

Ia berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung kondusif dan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.

Redaksi Energi Juang News