Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 710

Spotify Jadikan BABYMONSTER Sebagai Artis RADAR KOREA

Gerak News, Seoul-Platform streaming audio, Spotify, mengumumkan bahwa pihaknya menjadikan grup idola BABYMONSTER sebagai artis RADAR KOREA terbaru di platform mereka.

RADAR dari Spotify merupakan inisiatif platform yang berlangsung secara global dan menjadi wadah bagi para musisi pendatang baru dalam perjalanan karier bermusik mereka.

“Kami sangat senang menyambut BABYMONSTER  ke dalam program RADAR, dan tidak sabar untuk melihat mereka terus memikat lebih banyak penggemar dengan bakat dan karakter mereka yang luar biasa,” kata Head of Music, Spotify Korea Jungjoo Park dalam keterangan resminya, Kamis.

Terpilihnya BABYMONSTER sebagai wajah RADAR KOREA tak lepas dari performa memukau grup musik di bawah asuhan YG Entertainment itu.

 BABYMONSTER  langsung mencuri perhatian dengan penampilan mereka yang kuat dan suara edgy yang unik, seperti yang terlihat pada lagu hit mereka “Batter Up” dan “Sheesh”.

Hingga Oktober 2024,  BABYMONSTER memiliki lebih dari 7 juta pendengar bulanan dan 2,6 juta pengikut di Spotify, memukau penggemar dari seluruh dunia di tahun debut mereka.

Hanya beberapa bulan setelah debut, lagu “Sheesh” dari  BABYMONSTER  menduduki peringkat #5 di Global Impact List Spotify untuk Korea Selatan. Lagu ini merupakan lagu yang paling banyak di-streaming di Spotify hingga saat ini, diikuti oleh “Batter Up” dan “Like That”.

BABYMONSTER  merasa bangga bisa menjadi wajah dari RADAR KOREA karena itu artinya mereka akan semakin banyak dikenal pendengar dengan jangkauan yang lebih luas.

Mereka menyatakan,” “Ini hanyalah awal dari perjalanan kami, dan kami tidak sabar untuk membagikan lebih banyak lagi musik kami kepada pendengar di seluruh dunia.”

Selain mendorong penemuan musik grup ini di playlist seperti RADAR KOREA, Spotify juga akan merilis sejumlah konten eksklusif di kanal YouTube K-Pop ON! Spotify.

Di November 2024, para penggemar juga dapat menyaksikan  BABYMONSTER di RADAR LIVE. Berada di bawah naungan program RADAR, RADAR LIVE merupakan inisiatif yang dirancang untuk menyiarkan artis-artis RADAR Korea kepada audiens yang lebih luas melalui pengalaman interaktif.

RADAR LIVE akan diselenggarakan di Seoul, dan akan disiarkan secara langsung untuk para penggemar dan pendengar di seluruh dunia.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, RADAR telah mendukung lebih dari 900 artis berbakat di seluruh dunia, termasuk artis-artis yang kini menjadi sorotan internasional seperti The Kid LAROI, Lauv, Tyla, dan Lil Baby.

Tak tertinggal juga RADAR telah mendukung kepopularitasan musisi dari dalam negeri seperti Bernadya, Nadhif Basalamah, Aziz Hedra, dan Salma Salsabil. Di Korea Selatan, program ini telah memperkenalkan artis-artis seperti NMIXX, Huh, LE SSERAFIM, Zior Park, dan RIIZE.

Secara global, artis-artis RADAR telah berkembang pesat di bawah naungan program ini. Mereka telah ditampilkan di lebih dari 5.000 playlist editorial Spotify, dan rata-rata mengalami peningkatan pendengar bulanan sebesar 40 persen dan pertumbuhan streaming sebesar 30 persen dalam enam bulan pertama setelah menjadi artis RADAR.

Redaksi Gerak News

Film “Koma, Berhenti Sebelum Mati” Siap Tayang Akhir Oktober

Gerak News, Jakarta-Troy Star Pictures memproduksi film drama misteri berjudul Koma ”Koma, Berhenti Sebelum Mati” yang siap tayang di berbagai bioskop tanah air pada 31 Oktober mendatang dengan ikut mengangkat keindahan alam yang ada.

“Film ini menyuguhkan petualangan dan cerita yang unik dengan balutan panorama estetik gunung Dempo Sumatera Selatan membuat sesuatu yang sangat menarik dan berbeda. Sebenarnya film ini sarat muatan positif, terutama bagaimana kita menjaga keseimbangan alam,” kata sang produser film, Hartini, melalui keterangan pers yang diterima, Kamis.

Film tersebut bercerita tentang petualangan tiga orang remaja yang sengaja datang ke gunung Dempo hingga terjebak dalam sebuah konflik dengan sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Sebuah misteri yang ada di gunung Dempo hingga menyebabkan mereka bertiga koma. Sebuah perjalanan konflik dan misteri menjelang kematian. Alur cerita yang tidak mudah ditebak hingga di akhir film menguras air mata dan kesadaran akan cerita yang sebenarnya.

Sebuah pengalaman saat orang terjebak dalam ruang koma tanpa mereka sadari. Ruang jeda sebelum kematian atau ruang sebelum kembali ke alam nyata. Sebuah pengalaman inspiratif yang diangkat dalam layar lebar dan membangun kesadaran serta menyimpan kisa misteri yang selama ini belum terungkap.

Film bergenre drama misteri ini merupakan garapan sutradara Kin Jun, sutradara yang dikenal banyak membesut adegan laga baik di layar lebar maupun layar kaca nasional.

Diperankan aktor dan aktris muda seperti Emiliano Fernando Cortizo, Andi Viola, Robert Chaniago Timor dan Nadya Yasmien, film tersebut menyuguhkan petualangan dan cerita yang unik dengan balutan panorama estetik gunung Dempo Sumatera Selatan membuat film ini menyuguhkan sesuatu yang sangat menarik dan berbeda.

Adapun, Hartini menjelaskan memilih daerah gunung Dempo Pagar Alam, Sumatera Selatan sebagai latar dan setting cerita menguatkan unsur keindahan dan misteri terbalut kuat didalamnya.

Selain pemain dari Jakarta, film ini didukung banyak pemain teater dan seniman dari Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Selain pesona alam yang luar biasa Pagar Alam sebagai daerah yang sejak jaman Belanda menjadi tempat sentra pertanian kopi dan teh ini menyimpan banyak misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan.

Redaksi Gerak News

Majukan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek Lakukan Transformasi

Gerak News, Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI melakukan transformasi pendidikan tinggi guna memajukan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

“Secara umum, pemerintah melalui Kemendiktisaintek memang sedang melakukan transformasi pendidikan tinggi,” kata Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek RI Khairul Munadi dalam seminar diikuti secara daring di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mengatakan beberapa instrumen yang sedang digodok di antaranya kebijakan di lingkungan pendidikan tinggi, salah satunya kebijakan terkait dengan profesi, karier, dan penghasilan dosen, yang termaktub dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) 44/2024 yang sempat menjadi perbincangan di kalangan akademisi.

“Walau perlu penguatan lebih lanjut, paling tidak beberapa yang disampaikan sudah di-consider (dipertimbangkan),” ujarnya.

Ia berharap, langkah tersebut bisa menjadi awal yang baik bagi masyarakat Indonesia, terutama pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem pendidikan tinggi, untuk dapat membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih baik di Indonesia.

Upaya tersebut selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap Kemendiktisaintek untuk dapat membangun sumber daya manusia (SDM) yang terampil, guna mempercepat proses hilirisasi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Tentu saja kami dari Kemendiktisaintek, fokus kami adalah yang sudah disampaikan oleh Pak Prabowo, diarahkan untuk membangun sumber daya manusia dalam segala jenjang, dan termasuk pendidikan tinggi,” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie.

Untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang baik, ia mengatakan, seluruh kalangan di Indonesia harus bersama-sama membantu, baik pemerintah, institusi, industri, maupun masyarakat secara umum.

“Hilirisasi tidak akan terjadi tanpa inovasi, riset, dan teknologi,” kata dia.

Redaksi Gerak News

Lanny/Siti Memulai Debut Di Indonesia International Challenge 2024

Gerak News, Surabaya-Ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti memulai debut dengan manis pada turnamen bulu tangkis Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya melalui kemenangan di babak 16 besar.

Berlaga di Jatim Expo, Surabaya, Kamis, Lanny/Fadia melaju ke babak perempat final seusai mengalahkan ganda putri Thailand Pichamon Phatcharaphisutsin/Nannapas Sukklad dengan skor 21-14, 21-11.

Pada ajang ini, Lanny/Fadia mencoba untuk beradaptasi terlebih dahulu. Sejak dipasangkan, keduanya mencoba untuk meningkatkan kekompakan baik di dalam maupun di luar lapangan.

Keduanya mampu memberikan pembuktian dengan langsung bisa beradaptasi dan meraih kemenangan.

“Kami mencoba untuk beradaptasi terlebih dahulu dengan lapangan. Dari segi usia kami tidak berbeda jauh sehingga untuk masalah kekompakan tidak terlalu sulit untuk beradaptasi,” ungkap Lanny, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI.

“Kami saling membagi tugas di lapangan. Kebetulan saya playmaker dan kami mencoba untuk saling mengerti satu sama lain di lapangan saat rotasi bertahan ke menyerang. Satu sama lain sudah kami persiapkan di dalam latihan,” ujar Fadia menambahkan.

Pada Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya, Lanny/Fadia berupaya untuk bermain dengan baik dan menjadi juara. Keduanya bertekad bisa naik podium untuk mendapatkan banyak poin dan tampil pada turnamen dengan level yang lebih bergengsi.

“Kami punya target untuk bisa meraih gelar juara. Tentu kami mau fokus pada setiap babaknya terlebih dahulu dan tidak mau kehilangan fokus,” kata Lanny.

“Tentu tekanan buat kami karena pasti setiap lawan ingin mengalahkan kami. Kami mencoba mengantisipasi dengan bermain lebih enjoy dan tenang lagi dan serta tidak memikirkan tekanan yang datang kepada kami,” ujar Fadia menambahkan.

Langkah Lanny/Fadia juga diikuti Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu yang mengalahkan rekan satu negaranya, Kelly Larissa/Rachel Allessya Rose lewat pertarungan ketat 8-21, 21-18, 21-18.

Pada Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya, Siti/Agnia bertekad untuk tampil lebih baik agar bisa memperbaiki peringkat.

“Kami punya target untuk bisa memberikan yang terbaik di turnamen ini. Semoga pada ajang ini bisa menjadi rezeki kami dan kami bisa kembali naik podium,” kata Siti.

Selain itu, kemenangan juga ditorehkan pasangan Arlya Nabila Thesa Munggaran/Az Zahra Ditya Ramadhani yang mengalahkan wakil Malaysia Lee Zhi Qing/Sue Xin Tio dengan skor 21-10, 21-11.

Menghadapi Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya, ganda putri peringkat 75 dunia itu mengaku ingin bisa menuntaskan rasa penasaran dengan menjadi juara.

Tercatat saat berlaga di Indonesia International Challenge 2024 dan Indonesia Masters 2024 di Pekanbaru, Arlya/Zahra harus puas menjadi semifinalis.

“Kami saat ini termotivasi untuk bisa meraih gelar juara. Kami mencoba fokus pada setiap babak yang kami lewati,” ujar Zahra.

Redaksi Gerak News

Putin Serukan Koreksi Ketidakadilan Historis Terhadap Palestina

Gerak News, Kazan-Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan perlunya mengoreksi ketidakadilan historis terhadap warga Palestina.

Menurut dia, penyelesaian konflik Israel-Palestina harus didasarkan pada hukum internasional yang diakui secara umum, yang secara langsung mengatur pembentukan Negara Palestina merdeka yang bisa hidup berdampingan secara damai dengan Israel.

“Memperbaiki ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina dapat menjamin perdamaian di Timur Tengah. Hingga masalah ini terselesaikan, lingkaran setan kekerasan tidak akan terputus. Orang-orang akan terus hidup dalam krisis permanen, dengan kekerasan skala besar yang tak terelakkan,” kata Putin dalam pidatonya di pertemuan BRICS di Kazan, Rusia, Kamis.

Pemimpin Rusia itu menegaskan bahwa penerapan solusi dua negara yang telah disetujui oleh Dewan Keamanan PBB dan resolusi Majelis Umum PBB sangat penting untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di wilayah Palestina.

Dalam kesempatan itu, Putin juga menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan konflik di Gaza sebagai “salah satu yang paling berdarah dalam serangkaian bentrokan panjang” antara Israel dan Palestina.

Pertempuran di Gaza dimulai setahun lalu dan kini telah menyebar ke Lebanon. Negara-negara lain di kawasan itu juga terkena dampaknya. Konflik antara Israel dan Iran juga meningkat. Semua ini menyerupai reaksi berantai, yang membawa seluruh Timur Tengah ke ambang perang besar-besaran,” katanya, memperingatkan.

Putin pun menyoroti memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, dengan jumlah pengungsi dan warga Palestina yang mengungsi di dalam negeri telah melampaui 1,5 juta. “Kerusakan besar telah terjadi pada infrastruktur dan bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas sosial—dan kehancuran terus berlanjut,” katanya.

Rusia, ujarnya, telah terlibat aktif dalam upaya penyelesaian konflik sejak awal eskalasi di Timur Tengah.

Kelompok ekonomi BRICS, di mana Rusia adalah salah satu pendirinya, juga telah menggelar pertemuan darurat pada November tahun lalu untuk membahas situasi di Gaza.

“Tugas yang mendesak, tentu saja, adalah meluncurkan proses politik untuk menyelesaikan masalah Timur Tengah secara menyeluruh. Kekerasan harus dihentikan, bantuan diberikan kepada para korban, dan penderitaan mereka harus diringankan,” kata Putin, menegaskan.

Redaksi Gerak News

Jam Koma Melanda Gen Z, Apa Itu?

Gerak News, Jakarta-Fenomena jam koma yang sering melanda generasi Z (Gen Z) menjadi viral diperbincangkan publik di platform X.

Sebetulnya apa itu jam koma dan apa penyebabnya?

Jam koma adalah istilah medis yang merujuk pada keadaan di mana seseorang mengalami kelelahan mental di waktu-waktu tertentu karena melakukan aktivitas harian. Umumnya kondisi ini kerap dialami oleh generasi muda kalangan Gen Z dan juga milenial.

Jam koma atau kondisi kelelahan mental ini disebabkan salah satunya karena penggunaan aktivitas digital oleh Gen Z. Gen Z dan juga kalangan milenial tumbuh dengan dunia digital yang mengharuskan mereka melakukan aktivitas harian yang beririsan dengan teknologi dan digital.

Kelelahan mental terjadi karena adanya penurunan energi di siang hari yang dipicu oleh overload informasi yang men-distract konsentrasi kalangan ini. Selain disebabkan oleh paparan informasi dan digital, jam koma juga terjadi akibat ketidakdisiplinan tidur oleh kalangan ini.

Karena waktu tidur tidak disiplin maka tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup, sehingga Gen Z dan milenial sering merasa lelah dan cenderung muncul pada jam-jam kritis di siang atau malam hari.

Fenomena jam koma bukan hanya memengaruhi fisik dan mental Gen Z dan milenial, fenomena ini juga dapat menurunkan produktivitas mereka dalam menjalani rutinitas harian.

Redaksi Gerak News

M2M Akan Datang Ke Jakarta Pada 2025

Gerak News, Jakarta-Duo legendaris, Marit Larsen dan Marion Ravn dalam M2M bakal mampir ke Jakarta.

Kedatangan mereka untuk merayakan reuni dalam sebuah konser yang bertajuk The Better Ending Tour 2025.

Untuk konser M2M, Akselerasi Entertainment selaku promotor sudah announce di Instagram mereka.

M2M rencana bakal menggelar konser di Ecovention Hall Ancol, pada 26 April 2025.

Konser ini diadakan setelah 22 tahun personel M2M berpisah. Dan kini, mereka bersiap mengajak kamu nostalgia bareng.

Janji pihak promotor sih pastinya setlist konser bakal full hits mereka.

Kalau kamu belum tau, M2M merupakan grup duo yang ngehits di era 90-an sampai 2000-an awal nih genks. Lagu mereka ngehits banget dan jadi tolak ukur remaja masa kini pada zaman itu.

Hits yang paling ikonik banget ada The Then You Went Away, dan Pretty Boy. Langsung di cek aja di platform music digital langganan kamu.

Buat yang penasaran dan mau banget nonton M2M, bisa banget nih hadir di konsernya. Tapi jangan lupa beli tiketnya dulu ya.

Untuk tiketnya bakal mulai dijual pada 6 November 2024 pukul 14.00 WIB pada laman M2MJAKARTA.com.

Redaksi Gerak News

Ahmad Dhani Dan Once Masuk Komisi X DPR

Gerak News, Jakarta-Ahmad Dhani dan Once Mekel, dua musisi legendaris yang dulu sempat berseteru soal royalti, sekarang malah satu tim di Komisi X DPR RI.

Jadi, Ahmad Dhani yang mewakili Fraksi Gerindra dari Dapil Surabaya dan sekitarnya, serta Once yang terpilih lewat PDI Perjuangan dari Dapil Jakarta Selatan dan Luar Negeri, akan bekerja bareng-bareng di komisi yang mengurusi soal pendidikan, kebudayaan, hingga olahraga.

Selain Ahmad Dhani dan Once, Komisi X ini juga diisi oleh artis lain yang gak kalah terkenal, seperti Denny Cagur dari PDI Perjuangan dan Melly Goeslaw yang juga mewakili Gerindra.

Menariknya, meski dulu sempat ada drama soal royalti dan hak cipta, Once ternyata santai banget. Waktu ditanya apakah ada masalah kalau satu komisi bareng Ahmad Dhani, dia dengan kalem bilang, “Oh gak apa-apa. Malah seru,” ucapnya di kompleks parlemen awal Oktober 2024.

Buat kamu yang mungkin lupa, Once dan Ahmad Dhani pernah ribut gara-gara masalah hak cipta. Pentolan band Dewa 19 itu sempat gak suka karena Once yang keluar dari Dewa 19 tapi masih sering bawain lagu-lagu ciptaan Ahmad Dhani dalam penampilan solonya.

Tapi sekarang, Once sudah memutuskan gak akan bawain lagu Dewa 19 lagi, bukan karena aturan, tapi lebih ke keputusan pribadi saja. Jadi, ya, gak perlu ada drama lagi lah ya!

Di sisi lain, Once juga punya agenda serius di DPR, loh. Dia berencana bakal fokus memperjuangkan hak cipta seniman dan musisi, terutama di tengah kemajuan teknologi, seperti kehadiran artificial intelligence (AI) yang mulai merambah industri kreatif.

Redaksi Gerak News

Priyanka Chopra Ungkap Alasan ‘Sembunyikan’ Nama Belakang

Gerak News, New York-Aktris Priyanka Chopra punya banyak cerita menarik setelah lebih dari satu dekade terjun ke dunia hiburan.

Dalam salah satu wawancaranya bersama media lokal di India ia membahas banyak hal, salah satunya keputusan untuk ‘menyembunyikan’ nama belakangnya dalam kredit film-serial yang dibintanginya.

Istri Nick Jonas itu memilih nama Priyanka saja yang ditampilkan. Ia meniru beberapa bintang ternama seperti Cher hingga aktris Bollywood Rekha.

Ia menjelaskan alasannya, yakni menurutnya hanya dirinyalah Priyanka yang dikenal oleh Hollywood, sehingga ia cukup percaya diri dengan hal itu.

Sementara saat meniti karier di India, ia justru menggunakan nama PC. Hal ini disebabkan karena ada banyaknya wanita bernama Priyanka yang juga berusaha terjun di dunia hiburan.

Bahkan pernah dalam satu momen audisi ia duduk bersama dengan enam Priyanka lainnya di sebuah ruangan.

“Jadi selama bertahun-tahun aku selalu memakai PC (inisial namanya) untuk di India. Tapi ketika aku pergi ke Amerika aku menjadi satu-satunya. Aku bahkan tak perlu memakai nama belakangku. Aku ingin seperti Cher atau Rekha! Jadi hanya Priyanka!” ucapnya seraya tertawa.

Sebelumnya ia sempat curhat jadi korban bully dan rasis saat bersekolah di Amerika Serikat. Ia menuliskannya pada memoir miliknya yang bertajuk Unfinished.

Kala itu ia berusia 15 tahun dan duduk di bangku SMA. Saking parahnya ia pun sampai menolak untuk melanjutkan sekolah dan memutuskan kembali ke India.

“Saya menganggapnya sangat pribadi. Jauh di lubuk hati, itu mulai menggerogoti Anda,” kata aktris berusia 38 tahun itu dalam wawancara eksklusif bersama PEOPLE.

“Saya seperti berlindung di sebuah cangkang. Saya seperti, ‘Jangan lihat saya. Saya hanya ingin tidak terlihat.’ Kepercayaan diri saya dilucuti. Saya selalu menganggap diri saya orang yang percaya diri, tetapi saya sangat tidak yakin di mana saya berdiri, tentang siapa saya,” lanjutnya.

Priyanka Chopra pindah ke Amerika saat berusia 12 tahun dan ternyata negara tersebut tak memberikan kesan yang baik di masa remajanya itu.

Ia selalu diteriaki oleh rekan-rekan sekolahnya dan diusir serta diejek karena warna kulit dan negara asalnya itu. Namun kini ia berhasil membuktikan dirinya berhasil melawan trauma itu dan sukses menjadi aktris India ternama di Hollywood.

Redaksi Gerak News

Jelang Pilkada Serentak, Meta Perkenalkan Hub Pemilu

Gerak News, Jakarta-Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024, Meta memperkenalkan Hub Pemilu Meta sebagai hub informasi seputar pemilihan umum yang sudah dapat diakses oleh masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pilkada.

Menurut siaran pers perusahaan pada Rabu, Hub Pemilu Meta mencakup informasi seputar kebijakan Meta dan literasi digital terkait pilkada.

Kebijakan dalam berkomunikasi di dunia digital, kiat menghadapi misinformasi, dan kiat aman menggunakan platform digital juga tersedia di dalam hub informasi tersebut.

Topik penting yang dibahas dalam Hub Pemilu antara lain praktik terbaik dalam hal keamanan, kebebasan berekspresi, dan pembangunan komunitas.

Meta melakukan beberapa inisiatif untuk mendukung pelaksanaan pilkada di Indonesia, termasuk bekerja sama dengan pihak ketiga dalam melakukan pengecekan fakta seputar pilkada.

Perusahaan bermitra dengan Kompas, Tempo, Liputan6, Tirto, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), dan Agence France-Presse (AFP) dalam melakukan verifikasi terhadap konten misinformasi viral dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang beredar di platformnya.

Meta juga menghadirkan Asah Digital, program literasi digital yang dimulai tahun 2019 untuk memberdayakan masyarakat.

Program ini dilaksanakan bermitra dengan lima organisasi masyarakat sipil untuk menyediakan sumber daya dan modul pendidikan guna membantu masyarakat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kewargaan digital bertanggung jawab dalam komunitas mereka.

Asah Digital pada 2023 fokus menjangkau pemilih muda dan pemula, yang mencakup lebih dari 50 persen kelompok pemilih, melalui kemitraan dengan Love Frankie, USAID, dan YCAB Foundation.

Meta menjalankan kampanye literasi digital “Saring Daring” bersama USAID dan Love Frankie dengan mengajak mahasiswa membuat video tentang kewargaan digital yang bertanggung jawab.

Video yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mempromosikan kewargaan digital dan keamanan daring menjelang periode penting pemilu guna mengingatkan pengguna tentang ketahanan daring.

Meta juga mengadakan pelatihan publik bagi partai politik dan penyelenggara pemilu, berbagi informasi seputar integritas pemilu, upaya keselamatan dan keamanan, kebijakan penanganan misinformasi, serta P5 bagi partai politik.

Pelatihan ini menjangkau 2.400 anggota Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, serta partai politik peserta pilkada di Indonesia.

Di samping itu, Meta menghadirkan pengingat dan stiker pemilu yang akan diaktifkan pada hari pilkada.

Pengingat Hari Pilkada adalah notifikasi Facebook dan Instagram di bagian atas umpan akun pengguna yang mengingatkan mereka untuk memilih dan mengarahkan mereka ke informasi resmi tentang pemungutan suara.

Di Instagram, akan ada stiker yang dapat digunakan di Stories pengguna untuk menunjukkan partisipasi mereka dalam pilkada.

Di Facebook, pengguna dapat memilih bingkai profil bertema pemilu untuk menunjukkan partisipasi dalam pemilihan kepala daerah.

Redaksi Gerak News