Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 715

Polisi Lanjutkan Laporan, Anak Nikita Mirzani Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Gerak News, Jakarta- Penyidik Polres Jakarta Selatan melanjutkan proses laporan Nikita Mirzani terhadap Vadel Badjideh. Kemarin, anak Nikita Mirzani (17) yang berstatus sebagai korban, menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Ia diperiksa didampingi oleh kuasa hukum, pihak KemenPPPA, dan UPT P3A. Sampai sekarang anak Nikita Mirzani masih tinggal di rumah aman.

Untuk hari ini, untuk LM diantar sama KemenPPPA dengan P3A, kemudian lagi pemeriksaan psikiater. Tadi masih berlangsung, ini lagi masih berlangsung ya didampingi kuasa hukum, yang jelas,” kata PLH Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi, di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).

Pemeriksaan anak Nikita Mirzani dengan psikiater untuk mendalami soal kesehatan mentalnya.

“Untuk memeriksakan kejiwaan yang jelas ya, mental, itu di situ kejiwaan yang jelas ya,” lanjut Nurma Dewi.

Sekitar 3 minggu tinggal di rumah aman, anak Nikita Mirzani menunjukkan perkembangan yang positif. Sikap putri sulung Nikita Mirzani itu juga disebut jauh lebih tenang.

“Untuk sementara ini, LM tadi kita juga sudah berinfo dari penyidik, sudah membaik, sudah tenang, seperti layaknya anak gadis, sudah baik, sudah bagus,” jelas AKP Nurma Dewi.

Pada hari yang sama, Nikita Mirzani bersama dengan dua anak laki-lakinya menjalankan ibadah umrah. Nikita Mirzani berharap semua hal kembali normal sepulang dirinya umrah.

“Doa khususnya nggak ada sih, cuma mau dilancarkan saja semuanya biar kembali dengan normal bisa bekerja dengan enak,” tutur Nikita Mirzani, Senin (14/10).

Namun, Nikita Mirzani mengatakan perjalanan umrahnya ini bukan untuk mencari tenang. Dia mengatakan memang rezekinya yang membuatnya bisa menjalankan ibadah umrah sekarang.

“Menangkan diri kan bisa di mana saja, kalau sekarang memang rezekinya ada sekarang sih makanya pergi,” tukasnya.

Redaksi Gerak News

Surat Dua Menteri AS Pada Israel Disebut Korespondensi Pribadi

Gerak News, Washington- Surat dari Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken kepada Israel mengenai situasi di Jalur Gaza dinyatakan sebagai “korespondensi pribadi,” kata Pentagon (Kementerian Pertahanan AS) pada Selasa (15/10).

“Untuk surat tersebut… Saya dapat mengonfirmasi bahwa Menteri Austin bersama dengan Menteri Blinken menandatangani surat yang dikirim kepada rekan mereka di Israel. Ini adalah korespondensi pribadi dan bersifat personal,” ujar Deputi Sekretaris Pers Pentagon, Sabrina Singh, kepada wartawan.

“Jadi saya tidak akan membahas lebih lanjut perinciannya, selain mengatakan bahwa surat tersebut menyampaikan keprihatinan mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza,” tambahnya.

Surat yang bocor pada Selasa itu memperingatkan Israel untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza dalam sebulan ke depan, atau berisiko menghadapi embargo senjata dari Amerika Serikat.

“Pejabat pemerintah AS bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka. Mereka dapat mengadakan pertemuan tertutup dengan rekan-rekan mereka. Mereka bisa melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekan mereka. Kami memberikan ringkasan dari panggilan-panggilan tersebut. Ada surat-surat yang sering dikirimkan antara pejabat pemerintah yang tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan,” ujar Singh.

Ia melanjutkan bahwa itu adalah “surat pribadi” antara pejabat pemerintah yang membahas situasi di Gaza, dan “surat itu lebih bermaksud untuk tujuan pribadi.”

“Saya sudah mengonfirmasi bahwa surat itu memang dikirim. Surat itu dimaksudkan untuk bersifat pribadi. Namun, tampaknya ada seseorang yang merasa perlu membocorkan korespondensi pribadi tersebut. Tapi saya tidak bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai hal itu,” katanya, menambahkan.

Redaksi Gerak News

Puluhan Anggota Parlemen Inggris Desak Setop Ekspor Senjata Ke Israel

Gerak News, London- Hampir 50 anggota parlemen Inggris menyambut baik resolusi PBB pada 18 September yang menyeru Israel agar mengakhiri kehadiran ilegal yang melanggar hukum di Wilayah Pendudukan Palestina (OPT), dan mendesak pemerintah Inggris menghentikan semua ekspor kebutuhan militer ke Israel.

Dalam sebuah mosi awal yang diajukan oleh anggota parlemen independen Richard Burgeon, Imran Hussain, Zarah Sultana, serta anggota parlemen dari Partai Buruh, Andy McDonald, Diane Abbott, dan Bell Ribeiro-Addy, disebutkan bahwa adopsi resolusi PBB tersebut memberlakukan kewajiban baru bagi pemerintah.

“… dan menyerukan Pemerintah untuk bertindak mendukung resolusi PBB dan opini Mahkamah Internasional (ICJ), termasuk dengan menghentikan semua ekspor militer ke Israel, melarang impor barang dari pemukiman ilegal Israel, serta mencabut Peta Jalan 2030 yang memperdalam hubungan ekonomi, perdagangan, dan keamanan Inggris dengan Israel.

Para anggota parlemen tersebut juga menyambut baik seruan resolusi PBB kepada negara-negara di dunia untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan mengambil langkah konkret untuk menangani kehadiran Israel yang melanggar hukum di wilayah pendudukan Palestina.

Hingga Selasa (15/10) pagi, mosi tersebut telah ditandatangani oleh 47 anggota parlemen dari Partai Buruh, Partai Sosial Demokrat & Buruh, Partai Liberal Demokrat, Partai Hijau, Partai Nasional Skotlandia, Plaid Cymru, dan Partai Aliansi, serta 12 anggota parlemen independen.

“Saat kengerian di Gaza dan Tepi Barat terus berlanjut, Pemerintah Inggris harus mendukung PBB pada momen penting ini,” tulis Hussain, salah satu dari enam anggota parlemen yang mengajukan mosi, di X.

Redaksi Gerak News

Shin Tae-Yong Akui Tak Duga Taktik Tim China

Gerak News, Jakarta- Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong menyatakan dirinya tidak menduga taktik yang diterapkan tim China, yang berujung kekalahan 1-2 bagi tim Garuda pada pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Qingdao, Selasa.

China keluar sebagai pemenang pada laga itu berkat gol-gol yang dilesakkan Behram Abduweli pada menit ke-21 dan Zhang Yuning pada menit ke-44. Indonesia hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Thom Haye pada menit ke-86.

“Karena kami kalah di pertandingan ini, saya tidak mau membuat banyak alasan. Bagaimanapun, saya tidak menduga gaya bermain tim China. Mereka memainkan taktik klasik seperti bola-bola panjang, dengan kick and rush. Bagaimanapun itu mungkin merupakan alasan tim kami kalah pada hari ini,” kata Shin pada jumpa pers usai laga seperti dikutip dari rekaman audio yang diterima pewarta.

“Saya sebenarnya mengapresiasi gaya bermain China, kami akan melakukan persiapan yang lebih baik untuk pertandingan berikutnya,” tambahnya.

Selain itu, Shin juga cukup menyukai gaya permainan menyerang dengan penguasaan yang mampu diterapkan oleh para pemain asuhannya.

“Menurut saya, pada pertandingan hari ini kami memiliki lebih banyak penguasaan bola, mungkin sekira 70-30. Dan khususnya pada babak pertama, menurut saya kami menguasai 80 persen. Ini situasi yang tidak beruntung, yang membuat kami tidak dapat mencetak gol” ujar Shin.

Perihal dua gol yang bersarang di gawang Indonesia yang dikawal Marteen Paes, pelatih Shin menilai timnya sedikit kurang konsentrasi sehingga dihukum dengan gol-gol tersebut.

“Sedikit kurang konsentrasi yang menyebabkan kemasukan gol pertama. Kami semestinya dapat lebih berkonsentrasi. Dan untuk gol kedua, terdapat kesalahan. Kami semestinya tidak kehilangan bola akibat tekanan lawan di sana,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.

Berkat hasil ini, Indonesia gagal naik posisi di klasemen sementara Grup C dan tertahan di posisi kelima dengan tiga poin. Kendati demikian, pelatih Shin cukup yakin pasukannya akan mampu tampil lebih baik pada pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 berikutnya.

“Meski kami kalah, ini bukan akhir, maka kami akan mempersiapkan diri dengan lebih baik, agar pada pertandingan berikutnya kami dapat memperlihatkan penampilan yang lebih baik,” yakin Shin.

Perjuangan Indonesia di Grup C akan dilanjutkan pada November mendatang. Pada 14 November, pasukan Shin Tae-yong akan menjamu pemuncak klasemen, Jepang. Kemudian pada 19 November, Indonesia akan menjamu raksasa Asia lainnya, Arab Saudi.

Redaksi Gerak News

Tak Ada Pertemuan Megawati-Prabowo Pada Selasa

Gerak News, Jakarta- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut tidak ada pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Terpilih sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa ini.

“Enggak ada, ya,” ujar Hasto singkat dari dalam mobilnya saat ditemui di halaman kediaman Megawati di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Hasto tampak keluar dari kediaman Megawati sekitar pukul 20.00 WIB. Ia mengatakan, kedatangannya ke rumah Megawati hanya untuk menyampaikan laporan, meski tak menyebut isi laporan yang dimaksud.

“Enggak ada, aku hanya lapor ke Ibu,” kata dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan media sejak pukul 19.00 WIB, kediaman Megawati tampak lengang. Hanya ada petugas keamanan berjaga dan awak media massa yang bersiap meliput pertemuan Megawati dan Prabowo.

Wacana pertemuan antara Megawati dan Prabowo santer diperbincangkan belakangan ini, terlebih menjelang Prabowo mengucap sumpah sebagai Presiden RI Periode 2024–2029 pada Minggu (20/10) mendatang.

Sebelumnya, Hasto mengatakan bahwa pertemuan Megawati-Prabowo diharapkan dapat terealisasi sebelum Prabowo dilantik. Menurut dia, pertemuan merupakan hal yang baik, sebagai bagian dari silaturahmi pemimpin bangsa.

“Komunikasi secara intensif sudah dilakukan, tinggal menunggu momentum yang tepat. Tentu saja momentum yang tepat itu diharapkan sebelum pelantikan Pak Prabowo sebagai Presiden,” kata Hasto di Blitar, Jawa Timur, Senin (7/10).

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu akan banyak hal yang dibahas, terutama masalah bangsa dan negara. Terlebih, ke depan, tantangan yang dihadapi Indonesia tidak ringan, sehingga diperlukan kesadaran bersama dan kesatuan juang dari seluruh komponen bangsa.

Hasto yakin bahwa dengan komunikasi tersebut, Indonesia bisa mengatasi berbagai tantangan geopolitik dan persoalan pangan yang menjadi tantangan bidang perekonomian.

“Semua memerlukan pandangan yang cerdik dan dialog antar pemimpin seperti Bu Mega dan Pak Prabowo. Tentu, PDIP komitmen perjuangannya pada bangsa dan negara tanpa akhir sehingga komitmen itu dibawa jauh lebih penting daripada sekadar urusan yang berkaitan dengan politik praktis ataupun gambaran kabinet ke depan,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan tidak menutup kemungkinan menu nasi goreng akan kembali dihidangkan saat Megawati bertemu dengan Prabowo.

“(Menu makanan) masih dipikirkan, tapi waktu itu, Ibu Mega yang memasak dan Pak Prabowo sangat menyukai. Jadi mungkin juga menu nasi goreng akan ada lagi,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10).

Redaksi Gerak News

Kalah Dari China, Erick Thohir Evaluasi Timnas Indonesia

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir akan mengevaluasi timnas Indonesia setelah baru saja menelan kekalahan dari China di Stadion Sepak Bola Pemuda Qingdao, Selasa malam.

Pasukan Garuda kalah 1-2 dari China pada laga keempat putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C. Kekalahan ini adalah kekalahan perdana Indonesia dalam putaran ketiga setelah pada tiga laga sebelumnya menahan seri Arab Saudi, Australia, dan Bahrain.

Dikutip melalui akun Instagram resminya, Selasa, Erick akan melakukan evaluasi selepas timnas Indonesia pulang dari Qingdao, China.

Kita harus terus mendukung Timnas Indonesia di kala menang maupun kalah,” kata Erick. Sepulang mereka dari China saya akan mengadakan evaluasi.

Pada pertandingan itu, China unggul dua gol pada babak pertama melalui Baihelamu Abuduwaili pada menit ke-21 dan Zhang Yuning pada menit ke-44.

Indonesia kemudian melakukan perubahan cepat pada babak kedua dengan memasukkan beberapa pemain. Namun, gol yang ditunggu baru tercipta pada menit ke-86 melalui tendangan pemain pengganti Thom Haye.

Sayang, gol itu menjadi satu-satunya gol yang dapat dilesatkan tim Garuda setelah hingga akhir laga, termasuk sembilan menit tambahan waktu, mereka tak sanggup membobol kokohnyo pertahanan tembok China.

Kemenangan ini menjadi poin pertama bagi China setelah selalu kalah dari tiga laga sebelumnya. 

Di sisi lain, selain menelan kekalahan pertamanya di putaran ketiga, kekalahan ini juga memperpanjang rekor buruk Merah Putih yang tak pernah menang melawan China ketika bermain di Negeri Tirai Bambu.

Kekalahan ini tak mengubah posisi kedua tim dalam klasemen Grup C. Indonesia tetap posisi kelima dengan tiga poin, unggul selisih gol dari China di dasar klasemen dengan koleksi poin sama. Jepang yang bermain imbang 1-1 melawan Australia di Stadion Saitama hari ini masih memimpin klasemen dengan 10 poin.

Dengan menyisakan enam laga lagi, peluang kedua tim lolos langsung ke Piala Dunia 2026 sebagai juara grup dan runner-up atau melaju ke putaran keempat sebagai sebagai peringkat tiga dan empat masih terbuka lebar.

Pertandingan kelima dan keenam putaran ketiga akan dimainkan pada November bulan depan.

Indonesia akan melakoni dua laga kandang melawan Jepang pada 15 November dan Arab Saudi pada 19 November, sedangkan China akan tandang melawan Bahrain pada 14 November dan kemudian melawan Jepang di kandang pada 19 November.

Redaksi Gerak News

PGI Minta Kapolri Tinjau Pemecatan Ipda Rudy Soik

Gerak News, Jakarta- Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk meninjau kembali pemecatan mantan Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polresta Kupang Kota Ipda Rudy Soik.

“Kami memohon kepada Bapak Kapolri untuk meninjau kembali pemecatan Ipda Rudy Soik karena menyangkut soal prosedural yang tentu dapat diperdebatkan,” kata Sekretaris Eksekutif PGI Henrek Lokra ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, permohonan itu berangkat dari desakan elemen masyarakat yang menyuarakan kegelisahan atas pemecatan Ipda Rudy yang berhasil membongkar kasus mafia bahan bakar minyak (BBM) di NTT.

“Pemecatan terhadap Ipda Rudy Soik sangat mengusik rasa keadilan masyarakat,” ucapnya.

Ia menilai, pemberhentian tidak dengan hormat atau pemecatan yang dijatuhkan kepada Ipda Rudy hanya akan melemahkan semangat aparat dalam memperjuangkan penegakan hukum dan keadilan ke depan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar Kapolri dapat meninjau kembali putusan pemecatan Ipda Rudy Soik.

Diketahui, Ipda Rudy Soik dipecat Polda NTT atas pelanggaran kode etik profesi dalam penyelidikan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM).

Adapun pelanggaran disiplin dan pelanggaran kode etik profesi Polri yang menjerat Rudy Soik meliputi beberapa kasus lainnya, seperti pencemaran nama baik anggota Polri, meninggalkan tempat tugas tanpa izin, dan ketidakprofesionalan dalam penyelidikan BBM bersubsidi.

Berdasarkan laporan informasi khusus dari Subbidpaminal Polda NTT, Ipda Rudy Soik diduga melakukan pemasangan garis polisi (police line) pada drum dan jerigen kosong di dua lokasi berbeda.

Subbidang pertanggungjawaban profesi Bidang Profesi dan Pengamanan (Subbidwabprof Bidpropam) Polda NTT, kemudian melakukan audit investigasi terkait ketidakprofesionalan dalam penyelidikan tersebut.

Hasil audit mengungkapkan adanya ketidakprofesionalan dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Ipda Rudy Soik dan anggota lainnya, yang tidak melibatkan unit terkait dan tidak memenuhi standar prosedur operasional.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: Rencana PLN Soal Pelibatan Swasta Tak Langgar Konstitusi

Gerak News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan, rencana PT PLN (Persero) melibatkan investor swasta hingga 60% dalam pembangunan pembangkit listrik untuk energi baru dan terbarukan, tidak melanggar UUD 1945 atau konstitusi.

Gus Falah menyatakan, membuka ruang bagi swasta dalam pembangunan pembangkit listrik tidak sama dengan memproduksi sekaligus menjual listrik kepada masyarakat secara langsung.

“Yang bermasalah secara konstitusi itu ketika swasta diperbolehkan memproduksi sekaligus menjual listrik kepada masyarakat secara langsung,” ujar Gus Falah, Selasa 15 Oktober 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, sinergi PLN dan swasta dalam pengembangan pembangkit listrik, adalah hal lumrah dalam bisnis.

Gus Falah menyatakan, sinergi bisnis itu tak mengganggu penguasaan cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh PLN selaku representasi negara, sebagaimana amanat Konstitusi.

Ketika swasta hanya berperan di pengembangan pembangkit, itu tidak bermasalah secara konstitusional,” ujar Gus Falah.

“Namun, bila swasta sampai bisa memproduksi dan menjual langsung listrik ke rakyat, itu yang bermasalah. Karena tak selaras dengan Pasal 33 UUD 1945,” pungkasnya 

Sebelumnya,Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN berencana akan melibatkan investor swasta dalam pembangunan pembangkit listrik untuk energi baru dan terbarukan. Ditargetkan kontribusi swasta dalam pembangunan pembangkit ini mencapai 60%.

Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya tidak dapat bekerja sendirian dalam pembangunan proyek pembangkit listrik di Indonesia. Karena itulah, untuk mendukung kebutuhan pembangunannya akan didorong keterlibatan swasta.

Redaksi Gerak News

Rhea Asmara Rilis Video Musik Terbaru, Penasaran?

Gerak News, Jakarta- Rhea Asmara merilis video musik terbarunya untuk single Going Up yang baru aja dirilis pada 11 Oktober 2024 di channel YouTube-nya. Bukan cuma lagunya yang bikin pengen goyang, tapi MV-nya juga keren banget.

Video ini digarap oleh Barnabas Chua, sutradara kece asal Singapura yang dikenal dengan karya-karyanya yang visually stunning. Di MV Going Up, Rhea tampil dengan vibe fierce yang kuat banget, ditambah dengan koreografi energik yang bikin kita makin kagum sama kemampuan menarinya.

Dari awal sampai akhir, dia benar-benar own the stage, menampilkan kombinasi R&B dan afrobeat yang asyik.

Lokasi syutingnya gak main-main. Rhea dan tim ngambil beberapa spot ikonik di Singapura yang bikin visualnya makin mantap.

Ada satu scene yang bikin MV ini makin catchy, yaitu pas Rhea bernyanyi dan menari di dalam lift. Ini jelas simbol dari perjalanan menuju self-empowerment yang jadi pesan kuat di lagu ini.

Rhea gak sendirian dalam menciptakan lagu ini, dia berkolaborasi dengan Kamga Mohammed yang udah dikenal jago bikin lagu catchy. Rhea bilang kalau kerja sama mereka berdua tuh lancar banget, kayak mereka punya pikiran yang nyambung selama proses kreatif.

“Kami pengen bikin sesuatu yang gak cuma bikin orang goyang, tapi juga kasih vibe positif,” ujar Rhea.

Lagu ini direkam di Roemah Iponk dengan arahan dari Ivan Gojaya, yang juga bertanggung jawab untuk mixing dan mastering. Yang bikin tambah manis, ternyata ibu Rhea selalu mendampinginya selama proses rekaman. Jadi gak heran ya kalau lagu ini terasa begitu personal dan penuh energi positif.

Sebelum MV resminya rilis, Rhea sempat bikin Listening Party Eksklusif di Swee Lee Clarke Quay, Singapura, pada 10 Oktober 2024. Di acara ini, penggemar dan rekan musisi punya kesempatan spesial buat nonton premiere MV Going Up bareng-bareng. Gak cuma itu, Rhea juga nyanyi acoustic buat tiga lagu, bikin suasana lebih intimate dan personal. Fans pasti auto baper, deh!

Yang bikin acara ini makin seru adalah obrolan Rhea dan Barnabas tentang gimana proses kreatif pembuatan MV ini. Barnabas bilang kalau dia pengen MV Going Up gak cuma sekadar keren secara visual, tapi juga nunjukin sisi dewasa dan kuat dari kepribadian Rhea.

“Saya ingin menonjolkan kepribadian fierce-nya Rhea, sekaligus menggambarkan perjalanannya sebagai seorang perempuan yang kuat,” jelas Barnabas.

Gak berhenti di situ, single Going Up juga berhasil menembus berbagai playlist bergengsi di Spotify, termasuk New Music Friday di banyak negara Asia seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, dan lainnya. Lagu ini juga masuk ke playlist keren kayak Poses, Women of Indonesia, Pop Rising Indonesia, dan bahkan jadi cover di playlist Fresh Finds Indonesia.

Keren banget khan?

Redaksi Gerak News

Malaysia Berkomitmen Tuntaskan Isu Laut China Selatan Melalui Saluran Diplomatik

Gerak News, Kuala Lumpur- Malaysia selaku Negara Koordinator Hubungan Dialog ASEAN-China berkomitmen akan menyelesaikan isu-isu Laut China Selatan secara konstruktif dengan menggunakan forum dan saluran diplomatik yang sesuai.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dalam Sidang Dewan Rakyat di Kuala Lumpur, Senin, mengatakan Malaysia sedang menjadi Negara Koordinator Hubungan Dialog ASEAN-China untuk tiga tahun ke depan, salah satu perannya adalah sebagai Co-Chairman dengan China dalam merundingkan draf Kode Etik Laut China Selatan (Code of Conduct in the South China Sea/COC).

Ia mengatakan negaranya berkomitmen untuk memastikan kode etik itu, jika disepakati, akan menjadi dokumen yang efektif dan substantif untuk menangani permasalahan terkait Laut China Selatan.

Sebagai Ketua ASEAN di 2025 nanti, ia juga mengatakan Malaysia berkomitmen untuk menyelesaikan isu-isu berkaitan Laut China Selatan secara konstruktif, dengan menggunakan forum dan saluran diplomatik yang sesuai. Dan semua pertikaian dan penyelesaiannya hendaklah berdasarkan hukum internasional dan Konvensi Hukum Organisasi Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea 1982/UNCLOS 1982).

Ia mengatakan Kementeriannya selalu memantau perkembangan isu di perairan yang dimaksud, termasuk ketegangan antara China dan Filipina.

“Dalam hal ini, saya ingin memberitahukan bahwa ketegangan itu terjadi di luar kawasan maritim Malaysia berdasarkan Peta Baru Malaysia pada 1979,” ujar dia menjawab pertanyaan anggota dewan dalam sidang parlemen yang diikuti secara daring.

Ia juga mengatakan isu Laut China Selatan kompleks dan sensitif. Oleh karena itu, perlu dikendalikan secara hati-hati, teliti dan menyeluruh.

Sejumlah upaya regional untuk memastikan perdamaian dan stabilitas serta menghindari ketegangan di Laut Cina Selatan, Negara-negara ASEAN dan China juga telah menandatangani Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut Cina Selatan (DOC) pada 4 November 2002.

Sesuai dengan pengertian dalam DOC itu, negara-negara ASEAN telah mengambil pendekatan, “self-restraint” dan memastikan tindakan yang diambil dan kegiatan serta aktivitas yang dilakukan di Laut Cina Selatan tidak akan meningkat ketegangan di lapangan.

Untuk saat ini, negara-negara ASEAN dan China merundingkan COC, yang dipandang sebagai kode prosedur untuk menghindari konflik dan ketegangan di Laut Cina Selatan. Hal itu tanpa prasangka terhadap klaim teritorial dan maritim negaranya masing-masing.

Perundingan COC dilakukan oleh negara anggota ASEAN dan China melalui platform, Kelompok Kerja Bersama ASEAN-China untuk Implementasi DOC (JWG-DOC), Pertemuan Pejabat Senior ASEAN-China pada Implementasi DOC (SOM-DOC), berdasarkan Single Draft Negotiating Text (SDNT) COC yang digunakan sebagai dasar negosiasi.

Negosiasi COC terbaru di tingkat JWG-DOC telah diadakan di Xi’an, China, pada 10 -12 September 2024, sedangkan SOM-DOC dilaksanakan pada 13 September 2024.

Redaksi Gerak News