Energi Juang News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mendesak Pemerintah Indonesia untuk menggunakan KTT D8 menyuarakan penolakan terhadap agresi Israel ke negeri-negeri Muslim seperti Palestina, Lebanon dan Suriah.
D8 Dinilai Bisa Jadi Kekuatan Politik dan Ekonomi Dunia Islam
Gus Falah menyatakan, meski D8 hanya beranggotakan 8 negara, tapi bila bersinergi bisa memiliki kekuatan politik dan ekonomi yang berpengaruh pada dunia Islam.
“Dengan pengaruh itu, D8 bisa mendorong negara-negara Islam seperti yang tergabung dalam OKI untuk bersinergi menghentikan agresi Israel ke negara-negara Muslim,” ujar Gus Falah, Rabu (18/12/2024).
Baca juga : Soal Sertifikasi Pendakwah, Gus Falah Ingatkan Nilai-Nilai Pancasila
Kritik Gus Falah atas Agresi Israel dan Pasivitas Kekuatan Global
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, tindakan Israel sudah tak bisa ditolerir dengan menyerang negeri-negeri Muslim setahun terakhir.
Sedangkan, sambung Gus Falah, kekuatan-kekuatan global tak mampu bersikap terhadap kekejian Israel.
Hal itu, membuktikan bahwa dunia Islam yang harus bergerak sendiri menghentikan agresi Israel.
Agresi Israel pada negeri-negeri Muslim di Timur Tengah yang kemungkinan besar untuk mewujudkan ambisi imperialistiknya, harus disikapi tegas oleh dunia Islam,” ujar Gus Falah.
Seruan Persatuan Dunia Islam dan Peran Indonesia di D8
“Disinilah pentingnya Indonesia mengobarkan persatuan seluruh dunia Islam, termasuk dengan menggunakan D8, untuk melawan Israel secara politik dan ekonomi” pungkas tokoh muda NU itu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto atas nama Indonesia akan menerima estafet Keketuaan D8 di Kairo, Mesir, Rabu (18/12/2024).
Diketahui, D8 adalah kelompok negara berkembang yang mayoritas warganya beragama Islam yang terdiri dari Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki. Organisasi tersebut berdiri pada tahun 1997.
Redaksi Energi Juang News



