Jumat, Juli 17, 2026
spot_img
BerandaInternasionalKorut Kecam Israel dan Peringatkan AS Tak Memicu Perang Timur Tengah

Korut Kecam Israel dan Peringatkan AS Tak Memicu Perang Timur Tengah

Energi Juang News, Jakarta– Korea Utara (Korut) secara tegas mengecam serangan militer Israel terhadap Iran dan memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak memperburuk konflik yang semakin memanas di Timur Tengah. Pernyataan keras ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara dan dilansir oleh AFP pada Kamis (19/6/2025).

“Korut kecam serangan Israel yang melanggar hukum internasional dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan yang tak dapat dimaafkan,” ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi yang dimuat kantor berita KCNA.

Korut menilai tindakan Israel adalah bentuk terorisme yang didukung negara dan bisa memicu risiko pecahnya perang besar di kawasan Timur Tengah.

Serangan Israel Memicu Korban di Kedua Negara.
Serangan udara yang dilancarkan Israel pada Jumat (13/6) diklaim bertujuan menghentikan program nuklir Iran. Konflik selama enam hari itu memicu saling serang antara Israel dan Iran. Kedua belah pihak menanggung korban dalam insiden tersebut.

Iran melaporkan sedikitnya 224 orang tewas dalam serangan Israel, termasuk ilmuwan nuklir, komandan militer, dan warga sipil. Sementara itu, menurut pemerintah Israel, setidaknya 24 orang, termasuk warga sipil, juga menjadi korban tewas dan ratusan lainnya terluka sejak konflik meletus.

Peringatan Korea Utara untuk AS
Pemerintah Korea Utara memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak terlibat dalam eskalasi perang. Pyongyang menilai bahwa keterlibatan Amerika hanya akan memperluas ketegangan dan menghancurkan perdamaian global.

“Israel, yang didukung penuh oleh AS dan Eropa, telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas Timur Tengah. Ini adalah bukti bahwa Israel menjadi sumber utama kerusakan perdamaian dunia,” tegas perwakilan Korut.

Juru bicara itu menuduh AS dan negara Eropa mendorong krisis Timur Tengah ke kehancuran total. Dia juga mempertanyakan hak Iran untuk mempertahankan diri.

Baca juga :  Seorang Pria Ditangkap Di Paris Setelah Insiden Konsulat Iran.

Latar Belakang Aliansi Global.
Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir semakin mempererat hubungan dengan Rusia, termasuk dukungan terhadap operasi militer Moskow di Ukraina. Sementara itu, Iran dan Rusia menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada Januari lalu yang memperkuat kerjasama militer di tengah sorotan internasional.

Washington dan sekutunya juga telah lama menuduh Iran memasok pesawat nirawak dan rudal jarak pendek kepada Rusia dalam konflik melawan Ukraina.

Di sisi lain, Presiden Trump pada Rabu (18/6) menyatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran sudah habis, namun ia masih membuka ruang untuk dialog dan belum memutuskan apakah AS akan bergabung dengan Israel dalam serangan lebih luas ke Iran.

“Saya belum mengambil keputusan soal keterlibatan militer AS bersama Israel. Namun, perang ini bisa menjatuhkan kepemimpinan Iran jika berlanjut,” ujar Trump.

Dunia Mengamati Eskalasi
Pyongyang menilai bahwa situasi di Timur Tengah kini telah memasuki fase kritis. Korut menyebut keterlibatan AS dan negara-negara Barat dalam konflik ini sebagai upaya memprovokasi perang skala besar.

“Masyarakat internasional kini memantau dengan seksama bagaimana AS dan sekutunya semakin memperkeruh situasi dan mengabaikan hak kedaulatan Iran,” tambah juru bicara Korut.

Korut menegaskan bahwa tindakan Israel dan dukungan negara-negara Barat berpotensi memperpanjang krisis yang dapat mengguncang stabilitas global.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments