Energi Juang News,Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menegaskan, Pemerintah Indonesia harus tegas mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak melanjutkan gagasan “mengambil alih” Gaza, atau mengusulkan “kepemilikan” atas Gaza.
Rencana Trump yang juga diiringi keinginan merelokasi 2,2 juta jiwa penduduk Gaza ke negara-negara lainnya, disebut Gus Falah sebagai ambisi imperialistik.
Gus Falah: Gagasan Trump soal Gaza adalah Ambisi Imperialistik
“Gagasan Trump itu adalah ambisi imperialistik, untuk kepentingan politik-ekonomi Amerika dan zionis Israel. Karena itu, Indonesia yang konsisten menentang penjajahan sejak era Bung Karno, harus menolak tegas ambisi Trump tersebut,” tegas Gus Falah, Kamis (13/2/2025).
Baca juga : Gus Falah: Hadir Di Vatikan, Ibu Megawati Punya Aura Bung Karno
Tokoh muda NU itu melanjutkan, gagasan Trump itu menghancurkan harapan berbagai bangsa di dunia, khususnya dunia Islam yang menginginkan imperialisme diakhiri.
Sikap Gus Falah terhadap Trump dan Warisan Imperialisme Amerika
Padahal, sambung Gus Falah, Trump sebenarnya punya pandangan berbeda dengan Presiden-Presiden AS sebelumnya soal Timur Tengah atau dunia Muslim.
Trump, misalnya pernah mengutuk tindakan mantan Presiden Amerika George Bush yang menyerang Irak, serta kebijakan Obama yang memprovokasi perang saudara di Libya dan Suriah.
Ternyata Trump juga tak bisa diharapkan untuk mengakhiri imperialisme, khususnya di Palestina,” ujar Gus Falah.
Mungkin memang kebutuhan objektif peradaban Amerika, adalah imperialisme, yang dulu ditentang Bung Karno, dan kini kita pun harus menentangnya” sambung Gus Falah.
Rencana Trump: “Mengambil Alih” Gaza, Realokasi 2,2 Juta Warga, dan Real Estate Masa Depan
Sebelumnya, Trump mengejutkan dunia dengan mencetuskan gagasan kontroversial pekan lalu agar AS “mengambil alih” Gaza, dan bahkan mengusulkan “kepemilikan” atas Gaza.
Baru-baru ini, Trump bahkan menyebut Gaza sebagai lokasi “pengembangan real estate untuk masa depan”.
Rencana Trump itu diiringi keinginan merelokasi sebanyak 2,2 juta jiwa penduduk Gaza ke negara-negara lainnya, seperti Yordania dan Mesir.
Redaksi Energi Juang News



