Energi Juang News, Jakarta – Pasukan militer Israel kembali menghancurkan fasilitas kesehatan di Gaza, kali ini menargetkan satu-satunya rumah sakit khusus kanker di wilayah tersebut. Seperti sebelumnya, mereka mengklaim rumah sakit itu telah beralih fungsi menjadi ‘infrastruktur teroris,’ meski tak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, serangan terhadap Turkish-Palestinian Friendship Hospital terjadi pada Jumat (21/3/2025). Akibatnya, ribuan pasien kanker di wilayah yang terkepung itu kini kehilangan akses terhadap perawatan medis yang sangat mereka butuhkan.
Baca Juga : Heboh! Warga Gaza Berani Demo Tolak Kekerasan Hamas
Sebagai pusat perawatan kanker terbesar di Gaza, rumah sakit ini menjadi satu-satunya fasilitas yang mampu menangani hingga 30.000 pasien setiap tahunnya. Dr. Zaki Al-Zaqzouq, kepala departemen onkologi rumah sakit tersebut, mengungkapkan bahwa saat gencatan senjata berlangsung, tim medis sempat mengunjungi lokasi dan mendapati sebagian fasilitas masih dalam kondisi layak digunakan, meskipun mengalami kerusakan.
“Saya tidak dapat membayangkan apa yang dapat diperoleh dari pengeboman rumah sakit yang menjadi penyelamat bagi begitu banyak pasien,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok bantuan Medical Aid for Palestinians.
Israel telah menghancurkan fasilitas medis Gaza dan sejumlah rumah sakit. Kelompok hak asasi manusia dan pakar PBB telah memperingatkan bahwa ini merupakan bagian dari kebijakan genosida, yang dengannya Israel berupaya memaksa warga Palestina keluar dari daerah itu.
Sekitar 600 warga Palestina telah tewas sejak Israel melancarkan kembali genosida dengan gelombang serangan udara sebelum fajar di Gaza pada hari Selasa (18/3/2025), yang terjadi saat banyak keluarga sedang tidur atau bersiap untuk memulai puasa di bulan suci Ramadan.
Redaksi Energi Juang News



