Energi Juang News– Saham Tesla anjlok tajam usai gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang sekitar 90 showroom di seluruh Amerika Serikat pada Sabtu lalu. Gerakan bertajuk “Tesla Takedown” yang kini memasuki pekan kelima menyerukan aksi boikot, mendesak masyarakat untuk melepas kendaraan dan saham Tesla sebagai bentuk perlawanan terhadap Elon Musk.
Sebagai pemegang sekitar 411 juta saham atau 13% dari total kepemilikan Tesla, Musk meminta para karyawan tetap mempertahankan saham mereka. Namun, pasar merespons sebaliknya. Saham Tesla (TSLA), yang sempat menyentuh puncak di US$479,86 pada 17 Desember, kini terjun bebas 48%, ditutup di angka US$248,71 pada perdagangan Jumat lalu.
Lonjakan drastis dalam jumlah kendaraan Tesla yang dijual kembali dalam dua pekan pertama Maret. Untuk model keluaran 2017 ke atas, 1,4% unit telah masuk daftar trade-in—melonjak tajam dibanding 0,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Demonstrasi ini dipicu oleh kebijakan Musk yang memimpin Department of Government Efficiency (DOGE), sebuah lembaga yang berfokus pada pemangkasan anggaran dan staf pemerintahan federal. DOGE telah mengusulkan pemutusan 20% staf di Internal Revenue Service (IRS) serta upaya penutupan United States Institute of Peace.
Tesla Takedown digagas oleh aktor dan sutradara Hollywood Alex Winter serta akademisi Boston University Joan Donovan. Kini, gerakan ini telah berkembang dengan kehadiran organisasi lokal di 28 negara bagian dan Washington, DC, serta aksi protes yang semakin besar di showroom Tesla.
Para demonstran membawa berbagai spanduk bernada kritik terhadap Musk, seperti “Honk if you hate Elon” dan “Sell your swasticar.” Mereka menilai kebijakan Musk tidak hanya berdampak pada Tesla tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan melalui pemangkasan layanan publik.
Salah satu aksi protes yang berlangsung di showroom Tesla di Rockville, Maryland, pada Sabtu lalu berhasil menarik lebih dari 400 peserta. Jumlah tersebut masih sama dengan pekan sebelumnya, tetapi mengalami peningkatan signifikan dibanding awal kampanye.
Tesla hingga saat ini belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNN terkait aksi protes dan dampaknya terhadap perusahaan. Musk juga belum menanggapi secara langsung tuntutan para demonstran yang menyerukan boikot terhadap Tesla dan sahamnya.
Redaksi Energi Juang News



