Energi Juang News, Jakarta — Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP negeri di Kabupaten Lamongan resmi dimulai melalui jalur prestasi, yang dibuka sejak Selasa (30/4) hingga Jumat (2/5).
Tahun ini, kuota jalur prestasi diperluas menjadi 35 persen, dengan rincian: 15 persen untuk prestasi akademik, 15 persen untuk prestasi non-akademik, dan 5 persen dialokasikan bagi siswa penghafal Al-Qur’an (hafiz).
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik berprestasi untuk mengakses pendidikan di sekolah negeri.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang memiliki kemampuan baik, baik akademik maupun nonakademik, bisa terfasilitasi dengan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat perbedaan dari sistem tahun sebelumnya. Jika pada PPDB tahun lalu kuota jalur prestasi hanya 30 persen, kini ditingkatkan dalam SPMB agar lebih inklusif.
Munif juga mendorong sekolah-sekolah aktif menyosialisasikan informasi ini agar tidak ada calon siswa yang ketinggalan pendaftaran.
“Sekolah harus jemput bola agar informasi sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Khusus jalur hafiz, diberikan alokasi tersendiri karena hampir semua SMP di Lamongan telah menjalankan program Lamongan Menghafal, yang mendukung siswa dalam menghafal Al-Qur’an.
Setelah jalur prestasi, proses seleksi akan dilanjutkan dengan jalur perpindahan tugas orang tua, penyandang disabilitas, dan jalur domisili.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Lamongan, Yayuk Setia Rahayu, mengungkapkan bahwa peminat di jalur prestasi cukup tinggi. Sekolahnya bahkan telah melakukan seleksi awal untuk menyaring siswa berprestasi.
“Kalau kuotanya ditambah, berarti peluang diterima juga lebih besar. Ini sangat kami apresiasi,” ungkapnya.
Dengan sistem baru ini, Disdik Lamongan berharap SPMB 2024 berlangsung transparan, akuntabel, dan memberi akses pendidikan yang merata kepada seluruh calon peserta didik di kabupaten Lamongan.
Redaksi Energi Juang News



