Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahRatusan Siswa Keracunan MBG, Pemkot Bogor Tetapkan KLB

Ratusan Siswa Keracunan MBG, Pemkot Bogor Tetapkan KLB

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait makanan bergizi gratis (MBG ).

Langkah itu diterapkan Pemkot Bogor setelah ratusan siswa mengalami keracunan karena diduga mengonsumsi makanan bergizi gratis.

Pemkot meminta siswa yang terdampak untuk segera berobat ke rumah sakit.

“Atas kejadian ini, Pemkot Bogor telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Jumat itu kita tetapkan KLB supaya siapa pun yang terdampak, terindikasi keracunan silakan berobat ke rumah sakit,” kata Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, baru-baru ini.

Penetapan KLB, kata Dedie, diperlukan untuk memproses penanganan korban keracunan. Dia menyebut biaya pengobatan gratis.

Penanggulangan KLB adalah upaya yang dilakukan untuk menangani penderita, mencegah perluasan, dan mencegah timbulnya penderita baru pada suatu KLB yang sedang terjadi, kata Dedie.

“Kemarin waktu hari Minggu saya dengan Kepala BGN melihat (korban keracunan) ke RSUD. Sebetulnya kita mendorong anak-anak untuk segera pulang, tidak apa-apa, yang penting sampai sembuh, sampai sehat. Insyaallah dari pemerintah kota Bogor kita biayai untuk masalah kesehatan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dedie mengungkapkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kejadian keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program MBG. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan oleh Labkesda Kota Bogor, ditemukan dua jenis bakteri penyebab keracunan, yakni Escherichia coli (E.coli) dan Salmonella.

“Dari hasil pemeriksaan lab yang sudah kita lakukan kurang lebih hampir 4 hari terakhir, hasilnya menunjukkan bahwa beberapa bahan (makanan) itu ternyata mengandung bakteri E.coli dan Salmonella,” kata Dedie.

Dua jenis bakteri tersebut terdeteksi pada menu telur ceplok berbumbu atmosfer dan tumis tahu toge, dua hidangan yang disediakan oleh penyedia makanan SPPG Bina Insani. Menu inilah yang disajikan kepada 210 siswa yang kemudian mengalami gejala keracunan.

Baca juga :  17.000 Paket Rendang untuk Sumatera Disalurkan

“Intinya bakteri ini datang dari ceplok telor yang dikasih bumbu yang terjadi. Kemudian yang kedua ada tumis tahu dan toge yang juga terindikasi mengandung salmonella,” lanjut Dedie.

Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat total 210 orang menjadi korban keracunan yang diduga akibat mengkonsumsi MBG. Jumlah ini bertambah dari data sebelumnya.

“Total perkembangan kasus dugaan keracunan makanan dari tanggal 7-9 Mei 2025, secara kumulatif total korban yang tercatat sebanyak 210 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sri Nowo Retno dalam keterangan tertulis, Minggu (11/5).

Sri Nowo menyebutkan, total 210 orang yang diduga keracunan berasal dari delapan sekolah yang mendapat MBG dari satu SPPG yang sama. Saat ini, sebanyak 34 orang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments