Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisGawat! Gerai Ritel Berguguran, PHK Membayangi

Gawat! Gerai Ritel Berguguran, PHK Membayangi

Energi Juang News, Jakarta-Gerai ritel satu per satu menutup operasional mereka di Indonesia. Termasuk pusat-pusat perbelanjaan ternama yang dikelola perusahaan asing.

Sebut saja GS Supermarket dan LuLu Hypermarket.

“Jadi retail tutup memang posisi kita di retail besar yang kayak LuLu, itu formatnya harus diubah. Kalau retail seperti GS itu memang kan sudah akan di-takeover,” kata Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah usai acara Harkornas 5K di TMII, Minggu (18/5/2025).

Budiharjo tak memungkiri jika penutupan sejumlah gerai ini tentu akan disertai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan retail terkait. Namun menurutnya para karyawan ter-PHK akan dengan cepat diserap kembali oleh perusahaan retail lainnya.

“Sektor retail memang sudah banyak melakukan penutupan sehingga ada PHK. Tapi biasanya tenaga kerja di retail itu akan diserap oleh retail yang lain. Karena pengalaman di retail itu susah,” ucap Budiharjo.

“Orang retail itu harus skill-nya selain senyum-salam-sapa, sabar, nggak boleh marah-marah, tapi juga mengerti pakai sistem. Mengerti komputer, scanner, jadi teknologi juga. Bahkan jualan online, jual pulsa juga semua. Nah ini biasanya akan terserap cepat ke sektor retail yang lain yang buka toko di sebelahnya atau di Provinsi tersebut,” jelasnya lagi.

Sementara untuk posisi-posisi ter-PHK yang tak bisa diserap dengan baik oleh jaringan retail lain setelah penutupan gerai biasanya yang tidak berhadapan langsung dengan pelanggan alias back office.

“Tapi kalau yang biasanya kami tidak lanjutkan kontraknya adalah yang memang lebih cocoknya mungkin di industri yang back office. Artinya dia nggak berada depan orang,” terangnya.

Meski begitu, Budihardjo sendiri belum bisa memberikan angka pasti terkait jumlah penutupan gerai hingga PHK di sektor retail yang sudah terjadi di Indonesia sekarang ini. Sebab sampai saat ini pihaknya masih melakukan proses pendataan.

Baca juga :  Hilirisasi Nikel Indonesia Jadi Sorotan Global

“Kami lagi melakukan pendataan. Sejak pleno kemarin, bulan lalu, kami melakukan pendataan banyaknya toko buka, banyaknya toko tutup, banyaknya tenaga kerja. Nah ini data lagi dikerjakan oleh direktur eksekutif kami. Deadline-nya sih Juni ya. Itu saya juga mau tahu gitu,” ujar Budiharjo.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments